AL-ANFAAL (10)
AL-ANFAAL: 32-35
PERMINTAAN ORANG-ORANG MUSYRIK UNTUK DIDATANGKAN ADZAB TAPI MEREKA TIDAK DIADZAB UNTUK MEMULIAKAN NABI SAW. DAN TENTANG KONDISI SHALAT MEREKA DI BAITUL HARAM
SEBAB TURUNNYA AYAT
Sebab turunnya ayat 32, *Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Sa’id bin Jubair* mengenai firman Allah, "Dan ingatlah ketika mereka berkata, "Ya Allah..." dst, ia berkata, "Ayat ini turun berkenaan dengan *Nadhar bin al-Harits* ketika ia mengatakan. Ini tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang terdahulu. Nabi saw. berkata padanya, "Celakalah engkau.
AL-ANFAAL (9)
AL-ANFAAL: 30-31
BERBAGAI BENTUK TIPU DAYA DAN KONSPIRASI ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP NABI SAW.
SEBAB TURUNNYA AYAT
Sebab turunnya ayat 30 (وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ), *Ibnu Abi Hatim* dan *Ibnu lshaq* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, "Beberapa orang pemuka Quraisy dan pemuka setiap suku sedang berkumpul untuk masuk ke dalam _Darun Nadwah_. Tiba-tiba Iblis menghadang mereka dengan menyamar sebagai seorang bapak tua. Ketika melihatnya, para pemuka Arab itu bertanya, "Siapa engkau?" Ia berkata, "Seorang Bapak Tua dari negeri Nejd. Aku dengar untuk apa kalian berkumpul, maka aku berniat untuk ikut hadir. Kalian akan mendapatkan dariku gagasan-gagasan atau nasihat." Mereka berkata, "Baiklah, silakan masuk." Ia pun masuk bersama mereka. Ia kemudian berkata, "Pikirkanlah tentang orang itu (maksudnya Nabi Muhammad saw)" Ada yang berpendapat, "Ikat ia dengan tali. Kemudian, tunggu saja hari kematiannya sebagaimana para penyair sebelumnya juga telah mati seperti Zuhair dan Nabighah. Ia tak lain adalah seorang penyair seperti mereka."
AL-ANFAAL (8)
AL-ANFAAL: 29
TAKWA KEPADA ALLAH DAN KEUTAMAANNYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Perintah untuk bertakwa sangat banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Namun, di sini perintah itu disampaikan dengan lafal syarat karena Allah SWT berbicara dengan para hamba sesuai dengan kebiasaan para hamba berbicara dan berkomunikasi sesama mereka. Apabila seorang hamba bertakwa kepada Tuhannya, yaitu dengan mengikuti segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, meninggalkan segala yang syubuhat karena khawatir jatuh pada hal yang haram, memenuhi hatinya dengan niat yang ikhlas dan anggota tubuhnya dengan amal yang saleh, mewaspadai segala bentuk kemusyrikan baik yang tersembunyi maupun yang tampak jelas (yang tersembunyi yaitu dengan memerhatikan selain Allah dalam beramal) dan hidup di dunia dengan harta yang bersih, niscaya Allah akan karuniakan untuknya pembeda antara yang haq dengan yang batil. *Ibnu Ishaq* berkata ( الفُرْقَانَ) adalah pembeda antara yang haq dengan yang batil." *As-Sudiy* berkata ( الفُرْقَانَ), "Makna adalah keselamatan." *Al-Farra'* berkata, "Maknanya adalah kemenangan." Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah di akhirat nanti Allah akan memasukkanmu ke dalam surga dan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka."
AL-ANFAAL (7)
AL-ANFAAL: 27-28
KHIANAT TERHADAP ALLAH DAN RASUL SERTA KHIANAT TERHADAP AMANAH
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Sa'id bin Manshur* dan yang lain meriwayatkan dari *Abdullah bin Abi Qatadah*, ia berkata, "Ayat (لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ) turun berkenaan dengan *Abu Lubabah bin Abdul Mundzir*. Ketika Perang Bani Quraizhah, Bani Quraizhah bertanya padanya, "Apa maksud semua ini?" Lalu ia menunjuk ke lehernya. Ia ingin mengatakan, "Pembantaian." Dengan demikian, turunlah ayat ini. Abu Lubabah berkata, "Belum beranjak kedua kakiku hingga aku tahu bahwa aku telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya."
Halaman 88 dari 197