AN-NISAA' (46)
AN-NISAA': 64-65
KEWAJIBAN TAAT KEPADA RASULULLAH SAW
SEBAB TURUNNYA AYAT
Imam hadits yang enam menceritakan bahwa *Abdullah bin Zubair* berkata, "Suatu hari Zubair berselisih dengan seorang Anshar dalam masalah saluran air di daerah al-Hurrah. Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada Zubair, "Siramkan air itu (ke kebunmu) wahai Zubair, kemudian alirkan ke tetanggamu." Namun, orang Anshar itu berkata, "Wahai Rasulullah apakah kamu menetapkan itu karena Zubair adalah kerabatmu." Mendengar itu wajah Rasul pun berubah dan beliau pun berkata, "Siramkan air itu (ke kebunmu) wahai Zubair kemudian tutup pintu air ke kebunmu supaya air itu kembali mengalir di parit, lalu alirkan air itu ke tetanggamu." Lalu Zubair mengambil haknya (mengairi kebunnya) dengan sempurna. Padahal sebelumnya Rasul mengisyaratkan mereka berdua untuk mempermudah urusan ini (tidak perlu ketat dalam menuntut hak).
AN-NISAA' (45)
AN-NISAA': 60-63
ANGGAPAN DAN SIKAP KAUM MUNAFIK
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Sebab Turunnya Ayat 60:*
*Ibnu Abi Hatim dan ath-Thabrani* meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari *Ibnu Abbas* bahwa dia berkata, "Abu Barzah al-Aslami adalah seorang dukun, dia menjadi hakim bagi orang-orang Yahudi yang sedang bersengketa, kemudian ada juga orang-orang Islam yang sedang bersengketa mendatangi Abu Barzah dan meminta dia untukmemutuskan hukuman. Lalu Allah menurunkan ayat (أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟) hingga (أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَـٰنًۭا وَتَوْفِيقًا).
AN-NISAA' (44)
AN-NISAA': 58-59
MANHAJ HUKUM ISLAM MELAKSANAKAN AMANAH, MENYAMPAIKAN HAK KEPADA YANG BERHAK, MENETAPKAN HUKUM DENGAN ADIL, TAAT KEPADA ALLAH, RASUL DAN JUGA KEPADA PARA PEMIMPIN
SEBAB TURUNNYA AYAT
*a. Ayat 58:*
*Ibnu Abbas* berkata, "Ketika Rasulullah saw. berhasil membebaskan kota Mekah, beliau mengundang Utsman bin Thalhah. Sesampainya Utsman di hadapan beliau, beliau pun berkata: "Berikan kunci Ka'bah kepadaku!" Kemudian Utsman mengambil kunci tersebut. Ketika dia hendak menyerahkan kunci itu kepada Nabi, al-Abbas berkata, "Saya bersumpah. Pasrahkan kunci tersebut dan tugas menyediakan air minum untuk jamaah haji kepadaku!" Mendengar ucapan al-Abbas itu, Utsman pun menggenggam kembali kuncinya. Namun Rasul kembali berkata kepadanya, "Wahai Utsman berikan kunci itu kepadaku!" Akhirnya Utsman menyerahkan kunci itu kepada Nabi dan berkata, "Ini kuncinya saya serahkan dengan dasar amanah Allah". Lalu rasul membuka pintu Ka'bah dan kemudian keluar lagi dan melakukan thawaf. Setelah itu turunlah Malaikat Jibril yang memerintahkan untuk mengembalikan kunci tersebut kepada Utsman. Lalu Rasul memanggil Utsman bin Thalhah dan menyerahkan kunci Ka'bah kepadanya sembari membaca ayat (۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا) hingga akhir ayat.
AN-NISAA' (43)
AN-NISAA': 56-57
SIKSAAN BAGI ORANG KAFIR DAN PAHALA BAGI ORANG MUKMIN
TAFSIR DAN PENJELASAN
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat yang diturunkan Allah kepada para nabi-Nya, khususnya Al-Qur'an yang merupakan kitab terakhir yang paling jelas dan paling sempurna akan disiksa di dalam neraka. Kemudian Allah juga menerangkan bahwa hukuman itu akan kekal. Siksaan pedih tersebut adalah setiap kali kulit mereka terbakar hingga sudah tidak dapat merasakan sakit, Allah akan menukar dengan kulit baru yang masih berfungsi dengan baik dan dapat merasakan sakitnya siksa. *Rasul bersabda:*
Halaman 141 dari 197