AN-NISAA' (54)
AN-NISAA': 85-87
SYAFAAT YANG BAIK, MEMBALAS SALAM DAN MENEGASKAN KEJADIAN HARI KEBANGKITAN DAN JUGA MEMPERTEGAS AJARAN TAUHID
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Rangkaian ayat di atas mengandung beberapa ajaran tentang hukum dan akhlak.
1. Dibolehkannya menolong dalam masalah kebaikan dan kebenaran _(asy-syafaa'ah al-hasanah)_, tidak dikotori dengan praktik _risywah_. Sedangkan menolong dalam masalah kejelekan, kebatilan, permusuhan, dosa atau menolong untuk membatalkan hukuman hadd atau yang menyebabkan hak-hak orang lain teraniaya, atau pertolongan yang dikotori dengan praktik _risywah_, yang semuanya itu diistilahkan dengan _asy-syafaa'ah as-sayyi'ah_ adalah haram hukumnya.
AN-NISAA' (53)
AN-NISAA': 84
ANJURAN UNTUK BERJIHAD
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Anjuran perang pada ayat ini sangat tegas dan kuat. Jika kaum Muslimin tidak mau ikut berjihad, Nabi sendiri yang wajib menjalankan jihad itu. Dengan kata lain, janganlah kamu meninggalkan jihad membela orang-orang Mukmin yang lemah, meskipun kamu harus melakukannya sendiri karena Allah telah berjanji akan memenangkan perjuangan yang seperti itu. Az-Zujjaj berkata, "Allah SWT memerintahkan Nabi untuk berjihad meskipun harus sendirian karena Allah sudah berjanji akan menjamin kemenangannya."
AN-NISAA' (52)
AN-NISAA': 83
MENYEBARKAN BERITA DENGAN BERSANDARKAN SUMBER YANG TIDAK SHAHIH
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Imam Muslim* meriwayatkan bahwa *Umar bin Khaththab* berkata, "Ketika Rasulullah saw. menjauhi istrinya, beliau pergi ke masjid. Di dalam masjid beliau mendapati orang-orang sedang memukul-mukul tanah pasir (menandakan mereka risau) dan berkata bahwa Rasulullah telah menalak istrinya. Kemudian turunlah ayat ini dan saya menyimpulkan hukum dari ayat ini."
AN-NISAA' (51)
AN-NISAA': 80-82
TAAT KEPADA RASUL BERARTI TAAT KEPADA ALLAH DAN PERINTAH MENTADABBURI AL-QUR'AN YANG MERUPAKAN WAHYU ALLAH
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Muqati*l meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّنِي فَقَدْ أَحَبَّ اللَّهَ، وَمَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
_"Barangsiapa mencintaiku berarti dia mencintai Allah, dan barangsiapa taat kepadaku, maka dia taat kepada Allah."_
Mendengar perkataan Nabi seperti ini, orang-orang munafik berkata, "Tidakkah kalian mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu? Dia telah mendekati kemusyrikan. Dia melarang kita menyembah selain Allah, namun dia mengharapkan kita untuk menganggapnya sebagai Tuhan, sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani terhadap Isa." Kemudian Allah menurunkan ayat ini.
Halaman 139 dari 197