*MARYAM (13)*
*SIFAT ORANG-ORANG SETELAH PARA NABI DAN BALASAN BAGI MEREKA, SERTA SIFAT ORANG-ORANG YANG BERTOBAT DAN ORANG-ORANG YANG BERHAK MENDAPATKAN SURGA*
*Surah Maryam Ayat 59-63*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut:
1. Setelah para nabi dan para pengikut mereka bertakwa, datang orang-orang yang buruk dan anak-anak yang jahat.
a. Mereka tidak melakukan shalat fardhu. Ini merupakan dalil bahwa menyia-nyiakan shalat termasuk dosa besar dan pelakunya akan disiksa karenanya.
At-Tirmidzi dan Abu Dawud meriwayatkan dari Anas bin Hakim adh-Dhabbi bahwa dia datang ke Madinah lalu dia bertemu dengan Abu Hurairah r.a., lalu Abu Hurairah r.a. berkata kepadanya, _"Wahai pemuda, maukah saya sampaikan kepadamu sebuah hadits, semoga akan bermanfaat bagimu." Saya menjawab, "Ya, saya mau."_
*MARYAM (12)*
*BEBERAPA SIFAT PARA NABI A.S.*
*Surah Maryam Ayat 58*
*Tafsir dan Penjelasan*
(أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّ)
yakni, mereka yang disebutkan dari awal surah hingga ayat di atas, sejak Nabi Zakariya hingga Nabi Idris a.s., bahkan seluruh nabi adalah yang orang-orang yang diberi nikmat kenabian, kedekatan dari Allah, dan kedudukan yang mulia di sisi-Nya. Dia memilih mereka dari seluruh hamba-Nya dan Dia memberi petunjuk kepada mereka agar menjadi contoh dan teladan bagi seluruh manusia dalam beribadah dan taat kepada Allah, serta agar seluruh manusia meneladani cara, manhaj, dan akhlak mereka.
*MARYAM (11)*
*KISAH NABI IDRIS*
*Surah Maryam Ayat 56-57*
*Tafsir dan Penjelasan*
Allah SWT menyebut Nabi Idris a.s., Kakek Nabi Nuh, manusia pertama yang menulis dengan pena, menjahit pakaian, dan memakai kain berjahit, dengan tiga sifat, yaitu berikut:
1. Dia adalah seorang _shiddiq,_ yaitu selalu membenarkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
2. Seorang rasul dan nabi. Dia mendapatkan wahyu dari Allah berupa syari'at, diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya. Allah SWT telah menurunkan kepadanya tiga puluh _shahifah_ (lembaran-lembaran) sebagaimana disebutkan di dalam hadits Abu Dzar.
3. Allah mengangkatnya ke tempat yang tinggi, maksudnya, meninggikan derajatnya dan memuliakannya dengan kenabian, serta menjadikannya orang yang memiliki kedudukan tinggi. Hal ini sebagaimana yang difirmankan kepada Nabi Muhammad saw, _"Dan Kami tinggikan sebutan (nama) mu bagimu."_ *(al-Insyiraah: 4)*
*MARYAM (10)*
*KISAH NABI ISMA'IL A.S.*
*Surah Maryam Ayat 54-55*
*Nabi Ismail dan Ibunya, Hajar, di Mekah*
Di Mekah tidak ada sesuatu pun yang dibangun setelah Baitullah kecuali pada abad kedua sebelum Islam, yaitu pada masa Qushay bin Kilab yang membangun Darun Nadwah. Lalu dia diikuti oleh orang-orang Quraisy yang membuat bangunan-bangunan di sekitar Baitullah.
Di dalam Shahih Bukhari terdapat hadits dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, yang artinya:
_“Pertama kali para perempuan membuat ikat pinggang panjang adalah dari ibu Ismail. Dia membuat ikat pinggang yang panjang untuk menghapus jejaknya dari Sarah. Kemudian dia dan puternya yang masih dia susui dibawa oleh Ibrahim lalu diletakkan di dekat Baitullah di sisi sebatang pohon besar di atas sumur Zamzam di arah atas Baitullah. Saat itu di Mekah tidak ada seorang pun. Di sana juga tidak ada air. Ibrahim meletakkan keduanya di sana. Dan dia meletakkan di dekat keduanya sebuah bungkusan yang di dalamnya terdapat kurma dan kantung yang berisi air. Kemudian Ibrahim berpaling pergi. Ibu Ismail pun mengikutinya lalu berkata, “Wahai Ibrahim, ke mana engkau akan pergi dan meninggalkan kami di lembah ini yang tiada seorang pun dan apapun di sana?” Dia mengatakan hal itu berulang kali, namun Ibrahim tidak jua menoleh kepadanya. Lalu ibu Ismail berkata kepadanya, “Apakah Allah yang memerintahkanmu untuk melakukan hal ini?” Ibrahim menjawab, “Ya.” Ibu Ismail berkata, “Kalau begitu dia tidak akan menelantarkan kami.” Kemudian ibu Ismail kembali ke tempatnya semula. Lalu Ibrahim pergi, hingga ketika berada di sisi jalan di balik bukit, di mana dia tidak terlihat oleh orang, dia menghadapkan wajahnya ke arah Baitullah, kemudian berdoa dengan doa-doa berikut ini sembari mengangkat kedua tangannya, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati”, hingga akhir ayat, “mudah-mudahan mereka bersyukur.”_
Halaman 19 dari 197