*MARYAM (7)*
*Surah Maryam Ayat 34-40*
*KISAH NABI ISA*
Nabi Isa adalah hamba dan utusan Allah. Dia adalah _kalimat_ yang Allah turunkan kepada Maryam. Dia juga ruh dari Allah.
Isa a.s. adalah nabi terakhir dari Bani Isra'il. Namanya di dalam Al-Qur'an disebut dengan lafal al-Masih yang merupakan julukannya, dan dengan kata Isa yang merupakan namanya. Dalam bahasa Ibrani namanya adalah Yasyu' yang artinya pembebas, yaitu membebaskan orang-orang Nasrani — dalam anggapan mereka — dari dosa. Di dalam Al-Qur’an, dia juga disebut dengan lafal Ibnu Maryam (putra Maryam).
Isa a.s. disebutkan di dalam tiga belas surah dan di dalam tiga puluh tiga ayat. Yaitu dalam surah al-Baqarah (ayat 87, 136 dan 253), surah Aali 'Imraan (ayat 45, 52, 55, 59, 84), surah an-Nisaa’ (ayat 157, 163,171, 172), surah al-Maa’idah (ayat 17, 46, 72, 75, 78, 110, 112, 114, 116), surah al-An'aam (ayat 85), surah at-Taubah (ayat 30, 31), surah Maryam (ayat 34), surah al-Mu’minuun (ayat 50), surah al-Ahzaab (ayat 7), surah asy-Syuuraa (ayat 13), surah az-Zukhruf (ayat 57, 63), surah al-Hadiid (ayat 27), surah ash-Shaff (ayat 6, 14).
Menurut pendapat orang-orang Nasrani, Isa al-Masih tumbuh sebagai putra Yusuf an-Najjar (an-Najjar artinya tukang kayu). Dia adalah seorang pemuda saleh dari kalangan orang-orang Yahudi dari kaum Maryam. Kata al-Masih dalam bahasa Ibrani artinya nabi dan raja.
Ibunya adalah Maryam putri Imran. Imran adalah seorang laki-laki terhormat dari kalangan ulama Bani Isra’il. Istrinya ketika mengandung Maryam, bernazar untuk menjadikan bayi di dalam kandungannya sebagai hamba yang saleh untuk berkhidmat di tempat ibadah mereka (Haikal). Imran meninggal dunia ketika putrinya masih kecil dan memerlukan seorang pengasuh yang merawatnya. Maka para pengurus tempat ibadah tersebut melakukan undian untuk memilih siapa yang merawatnya. Zakariya, ayah Yahya, terpilih dalam undian tersebut. Zakariya adalah suami bibi Maryam dari pihak ibunya, atau suami dari saudari Maryam. Maryam tumbuh dalam kesucian, ibadah, dan jauh dari keburukan.
Ketika Maryam mencapai usia dewasa, Jibril mendatanginya. Maryam pun berlindung kepada Allah darinya. Jibril lalu memberi tahu bahwa dia diutus oleh Allah untuk menganugerahkan kepadanya seorang putra yang suci. Maryam pun hamil dengan tiupan dari Jibril ke lubang bajunya, tiupan itu pun masuk ke dalam tubuhnya. Kehamilannya melalui semua fase kehamilan pada umumnya, hingga dia melahirkan di Betlehem (Baitul Lahm). Berdasarkan pendapat yang kuat, masa kehamilan Maryam adalah sembilan bulan, sesuai dengan kondisi umum masa kehamilan para perempuan.
Kehamilan ini merupakan pengecualian dari kehamilan yang umumnya terjadi. Hal tersebut untuk menjadi bukti bagi kekuasaan Allah SWT menciptakan manusia tanpa ayah, berbeda dengan yang biasanya terjadi. Karena pencipta yang sesungguhnya adalah Allah Azza wa Jalla, baik dengan adanya sebab maupun tidak.
Al-Masih dikhitan pada usia delapan hari, sebagaimana ditetapkan dalam syari'at Yahudi. Sebelumnya Allah telah memerintahkan Ibrahim a.s. untuk khitan.
Ketika Herodos, penguasa Palestina memerintahkan agar seluruh anak-anak di Betlehem dibunuh, Yusuf an-Najjar dalam mimpinya diperintahkan untuk membawa Isa a.s. yang masih bayi dan ibunya pergi ke Mesir. Yusuf an-Najjar pun langsung bangun dan membawa Isa dan ibunya ke Mesir. Kemudian tinggal di Mesir hingga Herodos mati.
Mereka kemudian kembali ke Palestina ketika Isa berusia tujuh tahun. Lalu dia tumbuh di Nazaret. Ketika berusia dua belas tahun, dia bersama ibunya dan Yusuf pergi ke Yerusalem untuk melakukan ibadah sesuai dengan syari'at Musa. Pada hari ketiga setelah kepulangannya, Isa a.s. mendebat para agamawan Yahudi. Setelah itu dia kembali bersama ibunya dan Yusuf ke Nazaret.
Ketika Nabi Isa berusia tiga puluh tahun, dia naik ke atas Bukit Zaitun bersama ibunya untuk memetik buah Zaitun. Ketika dia melakukan shalat di siang hari, dia menerima Injil dari malaikat Jibril a.s.. Kenabian Isa a.s. ini seperti kenabian Nabi Yahya, berbeda dengan para nabi pada umumnya yang diangkat menjadi nabi setelah berusia empat puluh tahun.
*KITAB-KITAB INJIL*
Injil artinya adalah berita gembira. Kitab Injil adalah sebuah kitab yang berisi petunjuk dan cahaya. Akan tetapi kitab Injil yang dibawa oleh Isa al-Masih, diserahkan kepada para muridnya dan dia perintahkan agar mereka menyampaikan berita gembira dengannya. Namun, kitab Injil tersebut saat ini tidak ada lagi. Yang ada saat ini adalah kisah-kisah sejarah tentang kisah hidup Isa al-Masih yang dikarang oleh para muridnya. Di dalamnya terdapat perumpamaan dan nasihat yang diambil dari al-Masih. Terdapat banyak Injil jenis ini dan jumlahnya mencapai seratus lebih, sedangkan gereja Kristen hanya mengakui empat saja, yaitu Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Dari keempat Injil ini tidak ada yang ditulis ketika Isa al-Masih hidup.
Injil Matius adalah Injil yang pertama dan tertua. Akan tetapi, tidak ada validitas dalam penulisannya. Bahkan orang-orang menyianyiakannya setelah mendistorsi isinya. Ini berdasarkan pengakuan seluruh orang Masehi terdahulu.
Pada awalnya Injil ini ditulis dalam bahasa Ibrani kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Tapi tidak ada sandaran yang kuat bagi terjemahan ini. Matius menulis Injilnya pada tahun 39 M, menurut pendapat Pendeta Ironimus.
Markus sendiri berasal dari kalangan Yahudi Laweh, yaitu dari pelayan tempat ibadah Yahudi. Dia adalah murid Petrus. Dia mengingkari bahwa Isa al-Masih adalah tuhan. Markus menulis Injilnya pada tahun 61 M, dan terbunuh di penjara Aleksandria pada tahun 68 M.
Lukas adalah seorang dokter dari Antiokia dan tidak pernah bertemu dengan Isa al-Masih. Dia mempelajari agama Nasrani dari Paulus. Paulus ini awalnya seorang Yahudi yang sangat anti dengan agama Masehi. Paulus juga tidak pernah bertemu dengan Isa al-Masih. Paulus selalu menyakiti orang-orang Nasrani. Ketika dia melihat penindasannya terhadap orangorang Nasrani tidak berguna, dia pun purapura masuk ke dalam agama Nasrani dan mengatakan bahwa dia beriman kepada Isa alMasih. Ia kemudian berhasil membuat orangorang Nasrani meninggalkan kewajibankewajiban yang ditetapkan di dalam Taurat, sedangkan al-Masih tidak datang untuk membatalkan hukum-hukumnya.
Lukas menulis Injilnya setelah Markus, dan setelah kematian Petrus dan Paulus.
Yohanes adalah salah satu dari dua belas murid Isa al-Masih. Dia berasal dari Sidon/Saida di Galilea. Nabi Isa dahulu sangat mencintainya. Dan Yohanes menulis Injilnya pada tahun 96 atau 98 M. Dia berpendapat bahwa Nabi Isa tidak lain hanyalah seorang manusia. Para agamawan Nasrani menolak Injil ini ditulis oleh Yonanes murid Isa al-Masih a.s.. Mereka menganggapnya ditulis oleh salah satu murid Yohanes pada abad kedua dan dinisbahkan kepada Yohanes untuk menipu orang-orang. Injil ini kemudian ditulis untuk tujuan khusus, yaitu menetapkan ketuhanan Isa al-Masih dan menghabisi ajaran yang menegaskan bahwa Isa al-Masih adalah manusia.
Kesimpulan, Injil-injil tersebut sanadnya terputus dan tidak sampai kepada Isa al-Masih. Injil-injil tersebut bukan Injil asli yang diturunkan kepada Isa al-Masih, menurut pengakuan orang-orang Nasrani sendiri.
*Injil Barnabas*
Injil Barnabas adalah salah satu Injil yang berisi tentang kisah Isa al-Masih. Barnabas adalah satu satu pengikut Isa al-Masih yang senantiasa menyebarkan dakwahnya.
Injil Barnabas berbeda dengan Injil-injil lainnya dalam dua hal yang sangat prinsipil.
1. Di dalam Injil ini dinyatakan dengan terang-terangan bahwa Isa adalah manusia, bukan tuhan.
2. Pernyataan terang-terangan dan pemberitahuan di banyak tempat di dalamnya tentang akan munculnya seorang utusan langit bernama Muhammad.
*RISALAH NABI ISA*
Risalah Nabi Isa terangkum dalam beberapa hal berikut ini.
1. Meringankan sikap berlebihan orang-orang Yahudi dan sikap mereka yang selalu mengikuti formalitas mengakibatkan tidak berlakunya kebaikan pada hari Sabtu, serta mengarahkan orang-orang Yahudi agar mengikuti inti dan hakikat agama, menjauhkan mereka dari materialisme yang berlebihan, dan menjauhkan mereka dari menyukai dan mengumpulkan harta secara berlebihan dengan cara mendorong orang-orang agar menyembelih nazar di tempat ibadah dengan harta mereka.
2. Mengembalikan orang-orang Yahudi Saduki pada keimanan terhadap hari akhir yang mereka ingkari dan mengukuhkan iman di dalam hati mereka.
3. Meluruskan perjalanan orang-orang Yahudi Farisi. Mereka awalnya adalah satu golongan Yahudi yang menghabiskan waktu untuk beribadah dan meninggalkan kesenangan dunia serta menginginkan akhir. Akan tetapi, pada zaman Isa alMasih mereka zuhud dalam penampilan saja dan menjadikannya topeng untuk mengumpulkan harta. Dahulu terdapat sejumlah penulis yang menulis syari'at bagi orang yang memintanya dan mereka ini seperti orang-orang Yahudi Farisi dalam memburu harta.
Demikian juga dengan para agama¬ wan dan pelayan tempat ibadah mereka, semuanya berlomba-lomba mengumpulkan harta benda. Mereka mendistorsi firman Allah untuk tujuan-tujuan duniawi.
Semua keburukan ini membuat Nabi Isa al-Masih a.s. menyeru orang-orang agar zuhud di dunia, mengobati penyakit hati dan mengarahkan mereka agar berusaha mendapatkan ridha Allah Azza wa Jalla.
4. Berita gembira tentang dekatnya kerajaan langit, yaitu syari'at Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw., disebutkan di dalam ayat 15 dan setelahnya pada bab 18 Kitab Ulangan, sebagaimana dijanjikan oleh Allah untuk Bani Isra’il melalui lisan Nabi Musa, yaitu bahwa nabi tersebut (Nabi Muhammad saw.) akan diutus dari saudara para nabi. Hal ini juga sebagaimana disampaikan oleh banyak nabi, di antaranya oleh Nabi Dawud a.s. di dalam kitab Mazmur (45), Mazmur (149) dan (110), serta Yesaya pada bab 8, 9, 26, 35, 42, 43, 50, 51, 52, 54, 55, 60 dan 65, Danial (2, 7), Zakariya pada halaman 3 dan juga diberitakan oleh para nabi lainnya. Orangorang Masehi mengartikan berita gembira tersebut dengan agama Masehi.
Akan tetapi. Nabi Isa al-Masih tidak datang tanpa membawa sekumpulan nasihat, hikmah, dan perumpamaan agar orang-orang mengikhlaskan ibadah kepada Allah SWT, mengurangi materialisme akut, meninggalkan riya, meninggalkan kemunafikan, dan memberi perhatian dengan ruh agama yang mereka warisi dari Nabi Musa. Di Injil hanya terdapat sedikit penjelasan tentang hukum, seperti seorang laki-laki yang telah menceraikan istrinya tidak boleh menikahi perempuan lain selain istrinya tersebut, seorang istri yang telah dicerai tidak boleh menikah dengan laki-laki lain, seseorang tidak boleh mencerai istrinya kecuali karena alasan perzinaan dan perintah untuk menjaga kehormatan. Di dalam Injil juga terdapat larangan perilaku-perilaku tercela, seperti membuat tipu daya, memakan harta yang didapatkan secara tidak benar, riya dan kemunafikan.
*Para Hawari*
Para Hawari adalah para sahabat Isa bin Maryam a.s.. Mereka adalah orang-orang khusus Nabi Isa yang beriman kepadanya di awal-awal kenabiannya, menjadi murid serta belajar kepadanya. Jumlah mereka dua belas orang. Di dalam Injil, mereka disebut dengan kata "para murid." Nabi Isa telah mengutus mereka ke perkampungan-perkampungan Yahudi untuk berdakwah kepada orang-orang kafir dengan dakwah Isa al-Masih yang sesungguhnya.
*Mukjizat Nabi Isa*
Sebagaimana para nabi lainnya. Nabi Isa memiliki sejumlah mukjizat yang mendukung pengakuannya sebagai nabi. Mukjizat adalah suatu perkara di luar kebiasaan disertai adanya tantangan kepada manusia dan ditetapkan Allah pada seorang nabi dengan tidak ada seorang pun yang mampu melawannya.
Di antara mukjizat Nabi Isa adalah membuat patung burung dari tanah lalu meniupnya dan menjadi seekor burung dengan izin Allah, menyembuhkan orang buta sejak kecil dan orang yang terkena penyakit sopak, menghidupkan kembali orang yang sudah mati dengan izin Allah, memberi tahu orang-orang tentang apa yang mereka makan dan mereka simpan di rumah mereka. Semua ini disebutkan di dalam surah Aali 'Imraan ayat 49 sampai 51.
*Kematian Isa al-Masih*
Terbongkarnya keburukan para agamawan Yahudi dan kelompok Farisi oleh Isa al-Masih menjadi penyebab kejahatan mereka terhadapnya dan tuduhan mereka terhadapnya di hadapan penguasa ketika itu. Di hadapan penguasa ketika itu mereka mengatakan bahwa Isa adalah raja orang-orang Yahudi, sedangkan tidak ada raja yang mereka akui kecuali Kaisar Romawi. Penguasa ketika itu pun mengutus tentara untuk menangkap Isa al-Masih. Ketika mereka datang mencari Isa, Allah membuat orang lain, yaitu Yudas iskariot, menjadi mirip dengannya. Dia pun ditangkap, lalu disalib dan dibunuh. Dan Yudas inilah yang bersepakat dengan para rahib untuk menunjukkan tempat Isa a.s. dengan mendapatkan imbalan.
Allah menyelamatkan Isa a.s. dari orang-orang Yahudi, sehingga mereka tidak menangkapnya, dan Nabi Isa pun tidak dibunuh dan tidak disalib. Ini berdasarkan firman Allah SWT,
_"Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan 'Isa."_ *(an-Nisaa'; 157)*
Allah kemudian menyempurnakan usianya hingga ajalnya tiba dan Allah mengangkatnya ke langit dalam kondisi hidup dengan tubuh dan ruhnya, atau dengan ruhnya saja berdasarkan salah satu dari dua pendapat tentang hal ini. Pendapat pertama adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama, berdasarkan firman Allah SWT,
_"(Ingatlah), ketika Allah berfirman, 'Wahai 'Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orangorang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu diatas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepadaKu engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan.”_ *(Aali 'Imraan: 55)*
*Trinitas Menurut Orang-Orang Kristen*
Orang-orang Kristen meyakini ada tiga diri dalam tuhan, yaitu ayah, anak, dan ruh kudus, sesuai dengan ajaran gereja Katolik, gereja timur dan Kristen Protestan pada umumnya, kecuali beberapa darinya. Padahal, kata trinitas tidak ada di dalam kitab suci mereka. Trinitas ini ditetapkan pada Konsili Nicea pada tahun 325 M dan Konsili Konstantinopel tahun 381 M. Dalam kedua konsili tersebut ditetapkan bahwa anak dan ruh kudus adalah sama dengan Bapa dalam sifat ketuhanan, anak telah dilahirkan sejak azali dari bapa, dan ruh kudus adalah berasal dari bapa. Dalam konsili Toledo tahun 589 M ditetapkan bahwa ruh kudus juga berasal anak.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
