Surah Maryam Ayat 34-40

*MARYAM (6)*
 
*PERBEDAAN PENDAPAT ORANG-ORANG NASRANI TENTANG STATUS NABI ISA*

*Surah Maryam Ayat 34-40*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan beberapa hal berikut:

1. Semua informasi tentang penciptaan Isa yang disampaikan Al-Qur'an adalah kebenaran yang pasti, tidak ada keraguan sama sekali di dalamnya. Sedangkan, semua klaim dan tuduhan orang-orang Yahudi dan Nasrani adalah batil dan tidak ada artinya serta tidak pantas bagi para nabi dan rasul. Bagaimana orang-orang Nasrani bisa menerima klaim bahwa Nabi Isa adalah Tuhan, sedangkan di sisi lain mereka menuduhnya anak seorang pezina? Sesungguhnya, perbedaan dan perselisihan Ahlul Kitab tentang status Isa ke dalam kelompok-kelompok tidaklah perlu terjadi.

2. Nabi Isa bukan anak Allah sebagaimana dikatakan orang-orang Nasrani karena tidak sepatutnya dan tidak boleh bagi Allah memiliki anak karena Dia tidak memerlukannya. Dia Mahasuci dari sekutu, anak dan semua kekurangan. Jika Allah SWT ingin menciptakan sesuatu maka Dia berfirman (كُن) "Jadilah", maka jadilah apa yang Dia inginkan itu. Karena, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, dan firman serta kalam Allah adalah _qadiim,_ bukan baru. Jika firman-Nya (كُن) "Jadilah" adalah baru, pasti agar firman ini tercipta memerlukan firman-Nya yang lain, sehingga terjadilah _tasalsul,_ dan ini mustahil bagi Allah.

3. Nabi Isa telah memerintahkan kaumnya untuk mengesakan dan menyembah Allah karena Allah adalah Tuhan Nabi Isa dan Tuhan mereka serta Tuhan segala sesuatu. Dia-lah yang berhak untuk disembah, bukan selain Dia. Inilah agama yang lurus, tidak ada kebengkokan di dalamnya.

Firman Allah (وَإِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ) menunjukkan bahwa yang mengatur semua urusan manusia adalah Allah SWT. Berbeda dengan ucapan para peramal bintang yang mengatakan bahwa pengatur urusan manusia yang berkaitan dengan kebahagiaan dan kesengsaraan adalah planet-planet.

Firman Allah di atas juga menunjukkan bahwa tuhan adalah satu karena lafal Allah adalah nama-Nya, sehingga ketika Dia berfirman (إِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ), tiada Tuhan bagi seluruh makhluk selain Allah SWT. Ini menunjukkan tauhid.

4. Sekte-sekte dalam Ahlul Kitab berbeda pendapat tentang Isa. Orang-orang Yahudi menuduh Nabi Isa sebagai penyihir dan mereka melecehkan nasabnya. Sedangkan, orang-orang Nasrani terbagi ke dalam tiga sekte. Nestorianisme mengatakan bahwa Isa adalah anak Allah, Sekte Melkite mengatakan bahwa Isa adalah salah satu oknum dalam trinitas, dan Sekte Ya'qubiyah #) Isa adalah Allah. Jadi orang-orang Nasrani bersikap berlebihan dalam mengagungkan Nabi Isa, sedangkan orang-orang Yahudi bersikap melecehkannya. 
_#) Nestorianisme dinisbahkan kepada seorang ilmuan yang bernama Nestorius. Melkite dinisbahkan kepada Raja Kostantin, seorang filsuf dan ilmuan. Ya'qubiyah dinisbahkan kepada seorang ilmuan yang bernama Ya'qub._

5. Adzab yang sangat pedih dan kebinasaan bagi orang-orang kafir yang sikapnya berbeda-beda tentang Isa ketika datang hari Kiamat.

6. Allah memberitahukan kondisi kaum yang akan datang kepada-Nya agar orang-orang kafir mengambil pelajaran dan meninggalkan kekafiran. Pada hari Kiamat, pendengaran mereka sangat kuat dan pandangan mereka sangat tajam, namun mereka sangat tuli ketika di dunia. Ketika di dunia mereka berada dalam kesesatan yang jelas dan ketika di akhirat mereka mengetahui kebenaran. Jadi, ketika di dunia orang kafir dalam keadaan buta dan tuli, tetapi ketika di akhirat mereka akan melihat dan mendengar saat melihat adzab, tetapi hal itu tidak berguna lagi bagi mereka.

7. Orang yang telah menyampaikan peringatan, dimaafkan jika peringatannya tidak diindahkan (karena dia telah menunaikan kewajibannya). Nabi saw. telah menyampaikan peringatan kepada seluruh kaumnya dan orang-orang musyrik tentang penyesalan yang akan mereka rasakan pada hari Kiamat dan pada hari pemisahan antara penghuni surga dengan penghuni neraka. Penghuni surga masuk ke dalam surga dan penghuni neraka masuk ke dalam neraka.

8. Sesungguhnya Allah SWT adalah Sang Pencipta, Raja, dan Pemilik Kekuasan. Seluruh makhluk akan binasa, sedangkan Allah SWT abadi. Tidak ada yang pantas mengaku sebagai pemilik dan penguasa alam raya selain Dia. Bahkan Dia-lah pewaris seluruh makhluk-Nya yang tetap abadi setelah mereka. Tidak ada seorang pun yang dizalimi walaupun sekecil biji atom. Seluruh makhluk akan kembali kepada Tuhan mereka lalu masing-masing akan diberi balasan sesuai dengan perbuatannya.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login