Surah Maryam Ayat 56-57

*MARYAM (11)*
 
*KISAH NABI IDRIS*

*Surah Maryam Ayat 56-57*

*Tafsir dan Penjelasan*

Allah SWT menyebut Nabi Idris a.s., Kakek Nabi Nuh, manusia pertama yang menulis dengan pena, menjahit pakaian, dan memakai kain berjahit, dengan tiga sifat, yaitu berikut: 

1. Dia adalah seorang _shiddiq,_ yaitu selalu membenarkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. 

2. Seorang rasul dan nabi. Dia mendapatkan wahyu dari Allah berupa syari'at, diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya. Allah SWT telah menurunkan kepadanya tiga puluh _shahifah_ (lembaran-lembaran) sebagaimana disebutkan di dalam hadits Abu Dzar.

3. Allah mengangkatnya ke tempat yang tinggi, maksudnya, meninggikan derajatnya dan memuliakannya dengan kenabian, serta menjadikannya orang yang memiliki kedudukan tinggi. Hal ini sebagaimana yang difirmankan kepada Nabi Muhammad saw, _"Dan Kami tinggikan sebutan (nama) mu bagimu."_ *(al-Insyiraah: 4)*

Imam Muslim dalam Shahih-nya meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bertemu dengannya di langit keempat ketika isra'dan mi'raj. Dan sudah semestinya bahwa seseorang tidak diangkat ke langit kecuali karena memiliki kedudukan dan derajat yang mulia.

Menurut Imam ar-Razi, yang tepat dari maksud sifat ketiga di atas ialah ketinggian tempat, yaitu ke tempat yang tinggi. Karena ketinggian yang disertai dengan penyebutan tempat maksudnya adalah ketinggian dalam tempatnya, bukan dalam derajat.

Namun menurut saya, yang lebih tepat ialah ketinggian derajat. Karena tidak ada perbedaan dalam penyebutan _makaan_ (tempat) dan _makaanah_  (kedudukan).

Sebagaimana sering dikatakan _"Si fulan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi sultan."_ Penyebab dari ketinggian derajat Nabi Idris a.s. adalah karena dia banyak beribadah; dia berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari. Wahab bin Munabbih menyebutkan bahwa setiap hari ibadah yang dilakukan Nabi Idris a.s. yang diangkat ke langit seperti ibadah seluruh penduduk bumi pada zamannya.

Para pemilik sifat-sifat mulia ini adalah teladan bagi orang-orang Mukmin. Sifat-sifat tersebut juga sifat-sifat yang dimiliki orang-orang yang ikhlas. 

Allah SWT memulai pembicaraannya dengan Nabi Muhammad saw. dengan perintah untuk memiliki sifat-sifat mulia tersebut dan memulai firman-Nya dengan pembicaraan yang diarahkan kepada beliau terlebih dahulu. Hal ini karena beliau adalah teladan bagi umatnya dan teladan tertinggi bagi kaum Mukmin
untuk selamanya. Hal ini diisyaratkan dalam ayat setelahnya.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login