HUD (15)
Surah Huud Ayat 61 - 68
KISAH NABI SHALIH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah Shalih bersama kaumnya Tsamud menunjukkan beberapa ibrah dan nasihat sebagai berikut:
1. Sesungguhnya keingkaran dan kekafiran kaum Tsamud terhadap tanda-tanda Allah dan tidak taatnya mereka kepada perintah rasul mereka merupakan sikap dan tindakan kaum tersebut karena mereka lebih mengutamakan untuk mengikuti nenek moyang dan orang-orang terdahulu. Walaupun Shalih a.s adalah seorang dari mereka baik secara nasab dan keturunan atau secara kabilah, dia menyampaikan dalil yang kongkrit dan sempurna atas kewajiban menyembah kepada Allah dan mengesakan-Nya, berupa dalil penciptaan manusia di bumi ini, dan menjadikan mereka sebagai yang memakmurkannya.
2. Sesungguhnya beristighfar (meminta ampun) dari dosa dan bertobat dari kesalahan adalah sebab cepatnya dikabulkannya doa karena sesungguhnya Allah SWT sangat dekat kepada para hamba-Nya, Maha Penyayang kepada mereka, mengabulkan doa orang-orang yang punya hajat dan orang yang terjepit, sangat dekat dalam mengijabahi orang-orang yang memohon kepada-Nya.
HUD (14)
Surah Huud Ayat 50 - 60
KISAH HUD
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah Hud bersama kaumnya ini menunjukkan beberapa hal berikut.
1. Hud memfokuskan dakwahnya dalam dua macam _taklif_ yaitu dakwah kepada tauhid dan ibadah hanya kepada Allah SWT Yang Esa, _istighfar_ kemudian tobat, dan perbedaan antara keduanya bahwa _istighfar_ adalah meminta ampunan dan itu menjadi zat yang diminta. Adapun tobat adalah sebab kepada ampunan itu, dan itu dapat dilakukan dengan menolak atau menanggalkan apa saja yang bertentangan dengan maghfirah itu, dan maghfirah dikedepankan penyebutannya; karena dia merupakan tujuan yang dicari, sementara tobat adalah sebab untuk sampai kepadanya. Pada awal-awal surah ini telah dijelaskan tentang perbedaan ini.
HUD (13)
Surah Huud Ayat 48 - 49
PELAJARAN DARI KISAH NUH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut:
1. Keselamatan dan rasa aman, penghormatan, dan keberkahan serta kesenangan semua itu dari Allah SWT kepada setiap orang yang Mukmin laki-laki dan perempuan sampai hari Kiamat kelah dan itu dimulai dari sejak Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya.
2. Kesenangan dan pemanfaatan nikmat di dunia ini, dan adzab di akhirat bagi setiap orang yang kafir laki-laki dan perempuan sampai hari Kiamat mulai dari keturunan orang-orang yang beriman di zaman Nuh dan keturunan umat-umat sesudah mereka.
HUD (12)
Surah Huud Ayat 42 - 47
BERAKHIRNYA BADAI TOPAN, DISELAMATKANNYA KAPAL NUH SERTA DIBINASAKANNYA PUTRA NUH MESKIPUN DIA TELAH MEMINTA PERTOLONGAN UNTUK ANAKNYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini mengandung ibrah dan nasihat-nasihat berikut ini:
1. Berlayarnya kapal di lautan adalah dengan kekuasaan dan kehendak Allah SWT dan dengan perlindungan serta pengawasan-Nya.
2. Pembangkangan dan kesombongan tidak mendatangkan manfaat dan kemaslahatan bagi pelakunya. Allah SWT telah menenggelamkan anaknya Nuh yang bernama Kan'an, dan ada yang bilang namanya Yaam karena anak itu kafir. Kepergiannya ke gunung yang tinggi untuk mencari perlindungan tidak membuahkan hasil apa-apa karena sesungguhnya jika terjadi adzab secara umum terhadap orang-orang yang kafir, tak ada yang bisa menghadangnya.
Halaman 58 dari 197