HUD (14)
Surah Huud Ayat 50 - 60
KISAH HUD
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah Hud bersama kaumnya ini menunjukkan beberapa hal berikut.
1. Hud memfokuskan dakwahnya dalam dua macam _taklif_ yaitu dakwah kepada tauhid dan ibadah hanya kepada Allah SWT Yang Esa, _istighfar_ kemudian tobat, dan perbedaan antara keduanya bahwa _istighfar_ adalah meminta ampunan dan itu menjadi zat yang diminta. Adapun tobat adalah sebab kepada ampunan itu, dan itu dapat dilakukan dengan menolak atau menanggalkan apa saja yang bertentangan dengan maghfirah itu, dan maghfirah dikedepankan penyebutannya; karena dia merupakan tujuan yang dicari, sementara tobat adalah sebab untuk sampai kepadanya. Pada awal-awal surah ini telah dijelaskan tentang perbedaan ini.
2. Jawaban kaum Ad kepada Hud terfokus pada penyembahan patung-patung dan berhala serta taklid buta kepada orang-orang terdahulu, dan itu menunjukkan bahwa mereka telah menyia-nyiakan akal dan pikiran mereka, dan tidak mau berpikir bebas yang berlandaskan pada dalil-dalil yang banyak sekali jumlah serta mukjizat yang bermacam-macam yang telah Allah SWT perlihatkan di tangan Hud dan di antaranya adalah tantangan kepada mereka semua untuk melakukan tipu daya dan perlawanan serta menimpakan kemudharatan terhadapnya, mereka dan tuhan-tuhan mereka, dan dengan tanpa ditunda-tunda sejenak pun, dan ini merupakan sebuah sikap yang menunjukkan banyaknya para musuh dengan kepercayaan penuh terhadap pertolongan Allah SWT dan ini pun merupakan tanda-tanda kenabian dimana rasul itu secara pribadi selalu mengatakan kepada kaumnya: (فَكِيدُونِى جَمِيعًا) sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku, dan begitu juga Nabi saw. berkata kepada orang-orang Quraisy, dan Nuh pun berkata,
_"karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku)."_ *(Yuunus: 71)*
3. Bertawakal kepada Allah SWT Sang Pencipta Yang Mahaperkasa Yang Mengendalikan semua makhluk yang ada sesuai dengan kehendak-Nya, Yang Mahakuasa Menolak semua apa yang dikehendaki untuk ditolak yang merupakan dasar keimanan yaitu menolak datangnya kemudharatan kepada Nabi Hud dan dari setiap orang yang Mukmin yang tulus. Tak ada makhluk bernyawa yang berjalan di atas bumi ini atau di atas langit kecuali semuanya di bawah kekuasaan Allah SWT dan dalam kendali-Nya.
4. Allah SWT Mahakuasa atas kebenaran dan keadilan, dan Dia meskipun Mahakuasa atas kaum Ad yang durhaka dan pembangkang, namun Dia tidak menzalimi mereka dan tidak melakukan terhadap mereka kecuali apa yang hah adil, dan benar.
5. Tugas para nabi adalah menyampaikan risalah dan pembantahan orang-orang yang kafir, dan jika manusia menolak atau menentang dakwah dan keterangan mereka, maka mereka (yaitu para nabi) telah berlepas diri dari tanggungan, dan mereka telah menjalankan tujuan itu, sementara orang-orang yang kafir dan menentang. Merekalah orang-orang yang merugi dan akan terkena bahaya dan mendapatkan adzab di dunia dengan kebinasaan kemudian akan datang satu kaum selain mereka yang lebih taat kepada Allah ketimbang mereka, kaum yang mengesakan dan menyembah-Nya, sementara mereka di akhirat nanti akan di masukkan ke dalam neraka Jahannam. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengawasi segala sesuatu dari perkataan para hamba-hamba-Nya serta perbuatan mereka, dan akan menghisab serta memberi balasan mereka atas hal itu.
6. Keadaan kabilah Ad sangatlah serius dengan tiga kriteria yaitu ingkar terhadap ayat-ayat Tuhan mereka, durhaka terhadap rasul mereka, mereka tunduk atau mengikuti taklid buta perintah para pemimpin mereka dengan tanpa dipikirkan dan dipertimbangkan terlebih dahulu.
7. Akhir dari kaum Hud adalah turunnya laknat kepada mereka di dunia dari Allah SWT dan dari manusia, dan kebinasaan mereka angin topan yang bertiup kencang dan mereka jauh dari kebaikan, dan mereka pun diusir dari rahmat Allah SWT di hari Kiamat, sesungguhnya Tuhan-mu tidak berlaku zalim terhadap para hamba-hamba-Nya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
