HUD (27)
Surah Huud Ayat 12O-123
MANFAAT AMALIYAH DARI KISAH-KISAH NABI DAN PERINTAH BERIBADAH SERTA BERTAWAKAL KEPADA ALLLAH SWT
وَكُلًّۭا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِى هَـٰذِهِ ٱلْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌۭ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ ١٢٠
*Artinya*: _Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman._
وَقُل لِّلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنَّا عَـٰمِلُونَ ١٢١
*Artinya*: _Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman, "Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami-pun berbuat (pula)"._
HUD (26)
Surah Huud Ayat 116-119
SEBAB KEHANCURAN NEGERI-NEGERI DAN UMAT-UMAT TERDAHULU
فَلَوْلَا كَانَ مِنَ ٱلْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُو۟لُوا۟ بَقِيَّةٍۢ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْفَسَادِ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَآ أُتْرِفُوا۟ فِيهِ وَكَانُوا۟ مُجْرِمِينَ ١١٦
*Artinya*: _Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka dan mereka adalah orang-orang yang berdosa._
وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍۢ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ ١١٧
*Artinya*: _Dan Tuhan-mu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan._
HUD (25)
Surah Huud Ayat 114 - 115
PERINTAH UNTUK SHALAT DAN BERSABAR
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًۭا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَـٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ ١١٤
*Artinya*: _Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat._
وَٱصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ ١١٥
*Artinya*: _Dan bersabarlah karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan._
HUD (24)
Surah Huud Ayat 112-113
ISTIQAMAH TERHADAP PERINTAH-PERINTAH ALLAH SWT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kedua ayat ini menunjukkan perintah istiqamah dengan terus dan tetap dalam sikap itu dan juga menunjukkan larangan sikap kebalikannya yaitu _ath-thugyaan_ yaitu perbuatan melampaui batas-batas Allah SWT dan agar tidak bersandar kepada orang-orang yang zalim ataupun ridha terhadap kezaliman mereka.
Istiqamah adalah patuh menjalankan perintah Allah SWT dan ini bukanlah perkara mudah melainkan sesuatu yang berat dan sangat sulit menuntut kepada _ath-thaa'ah ad-daa’imah_ (ketaatan yang terus-menerus), _muraaqabatun nafs_, berhati-hati dari hal yang keluar dan menyimpang darinya. *Ibnu Abbas* berkata, "Tak ada satu ayat yang diturunkan kepada Rasulullah saw. yang lebih keras dan lebih sulit atas beliau dari ayat ini." Beliau pernah berkata kepada para sahabat ketika dikatakan kepada beliau, "Engkau cepat sekali beruban! Beliau menjawab, "Surah Huud dan akhwaat-nya membuat aku cepat beruban." Diriwayatkan dari *Abu Ali as-Sirry*, ia berkata, "Aku bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw. maka aku bertanya kepada beliau, 'Wahai Rasulallah! Telah diriwatkan darimu bahwa engkau pernah berkata, ‘Surah Huud membuatku lekas beruban’ dan beliau menjawab ‘benar’ maka aku bertanya lagi, ‘Apa yang membuat engkau lekas beruban dari surah itu? Apakah kisah-kisah para nabi dan pembinasaan umat-umat terdahulu!’ Beliau menjawab, 'Tidak, melainkan firman Allah SWT (فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ)
Halaman 55 dari 197