HUD (23)
Surah Huud Ayat 110-111
PERINGATAN TENTANG AKIBAT PERSELISIHAN DALAM TAURAT
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ فَٱخْتُلِفَ فِيهِ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌۭ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِى شَكٍّۢ مِّنْهُ مُرِيبٍۢ ١١٠
*Artinya*: _Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang Kitab itu 1#. Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhan-mu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka 2#. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap Al-Qur`ān._
1#- Ayat ini suatu penghibur kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam sewaktu beliau menghadapi tantangan terhadap Al-Qur`ān oleh orang kafir Mekah. Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menceritakan bahwa Taurat yang dibawa Nabi Musa ‘Alaihissalām dahulu pun juga dapat tantangan oleh orang-orang Yahudi.
2#- Maksudnya, andaikata tidak ada ketetapan penundaan azab terhadap mereka sampai hari kiamat, tentulah mereka dibinasakan dalam waktu itu juga.
HUD (22)
Surah Huud Ayat 103-109
[Bagian 2/2]
IBRAH DALAM KISAH-KISAH AL-QUR’AN BERUPA ADANYA BALASAN DI AKHIRAT
TUJUAN KISAH DALAM AL-QUR'AN
Terkadang satu kisah dalam Al-Qur’an diulang-ulang penuturannya dengan _uslub_ (susunan bahasa) yang berbeda demi persesuaian ayat yang bermacam-macam, dan implikasi jiwa yang berbeda-beda serta demi membuahkan tujuan yang bermacam-macam. Terlihat jelas bagi kita dari keterangan kisah-kisah umat terdahulu dalam surah ini dan surah-surah lainnya yang umumnya surah-surah Makkiyyah. Hal itu bertujuan untuk merealisasikan maksud-maksud tertentu, yang terpenting darinya adalah berikut ini.
HUD (21)
Surah Huud Ayat 103-109
[Bagian 1/2]
IBRAH DALAM KISAH-KISAH AL-QUR’AN BERUPA ADANYA BALASAN DI AKHIRAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat itu menunjukkan hukum-hukum berikut ini:
1. Kebenaran para nabi dalam apa yang mereka beritakan berupa cerita tentang umat-umat yang terdahulu dan hal-hal gaib yang akan terjadi, baik di alam dunia maupun di alam akhirat seperti terjadinya adzab dan siksa, al-hasyr (kebangkitan) dan hisab (إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ), maksudnya ibrah dan nasihat bagi orang takut adzab hari Kiamat, dan firman-Nya (مَّجْمُوعٌۭ لَّهُ ٱلنَّاسُ) menunjukkan kepastian adanya _al-hasyr_. Kata _al-jam'u_ artinya _al-hasyru_ yaitu mereka akan dikumpulkan pada hari Kiamat, yaitu hari yang disaksikan orang-orang yang baik dan jahat dan juga disaksikan oleh penghuni langit.
HUD (20)
Surah Huud Ayat 100-102
IBRAH DARI KISAH-KISAH UMAT YANG ZALIM DI DUNIA
ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيْكَ ۖ مِنْهَا قَآئِمٌۭ وَحَصِيدٌۭ ١٠٠
*Artinya*: _Itu adalah sebagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah._
وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ۖ فَمَآ أَغْنَتْ عَنْهُمْ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِى يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍۢ لَّمَّا جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍۢ ١٠١
*Artinya*: _Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, pada waktu azab Tuhan-mu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka._
Halaman 56 dari 197