HUD (16)
Surah Huud Ayat 69 - 76
KISAH IBRAHIM DAN KABAR GEMBIRA DENGAN LAHIRNYA ISHAQ DAN YA'QUB
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah ini menunjukkan hal-hal berikut ini.
l. Antara malaikat dan para nabi saling memberikan salam, dimana malaikat memberikan salam kepada Ibrahim dengan ucapan mereka _"Salaaman",_ seperti yang kamu katakan mereka mengucapkan sesuatu yang baik maka Ibrahim membalasnya dengan penghormatan yang lebih baik, seraya dia berkata, _" Salamun'alaikum."_
2. Ayat ini menunjukkan bahwa adab menerima tamu adalah menyegerakan penyuguhan makanan untuk tamu, yaitu dengan menyuguhkan langsung apa yang ada dan mudah disaji, kemudian setelah itu dilanjutkan dengan menyuguhkan yang lainnya jika dia punya tanpa mencari-cari yang tidak ada dan tidak mampu bahkan memberatkannya.
3. _Ad-Dhiyafah_ (penerimaan tamu) merupakan bagian dari akhlak mulia dan adab dalam Islam, serta akhlak para nabi dan orang-orang saleh. Adh-dhiyafah hukumnya adalah sunnah dan bukan wajib, dengan dalil sabda Rasulullah saw. seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Syarih, Ahmad dan Abu Dawud dari Abu Hurairah,
(اَلضِّيَا فَةُ ثَلَا ثَةُ أَيَّا مٍ وَجَا ئِزَ تُهُ يَوْ مٌ وَلَيْلَةٌ فَمَا كَانَ وَرَ اءَذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ)
_"Perjamuan itu selama tiga hari, dan hadiahnya satu hari satu malam, jika lebih dari itu dan itu adalah shadaqah."_ *(HR Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud)*
Sabda Rasulullah saw. seperti yang diriwayatkan oleh asy-Syekhaani (Bukhari dan Muslim), an-Nasa'i, Ibnu Majah dari Abi Syarih dan Abu Hurairah,
(مَنْ كَا نَ يُؤْ مِنُ بِل للَّهِ وَ الْيَوْ مِ الْلاَ خِرِ فَلْيُكْرِمْ جَا رَهُ وَمَنْ كَا نَ يُؤْ مِنُ بِاللَّهِوَالْيَوْ مِالْاَ خِرِفَلْيُكْرِمْضَيْفَهُ)
_"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia menghormati tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia menghormati tamunya-"_ *(HR Bukhari, Muslim, an-Nasa'i dan Ibnu Majah)*
Yang dituju dalam khitaab tentang perjamuan adalah penduduk kota dan penduduk gurun pasir dalam pendapat madzhab asy-Syafi'i, dan Malik berkata, "Tak ada atas penduduk kota perjamuan, dengan dalil hadits al-Qadha'iy dari Ibnu Umar; ia berkata, Rasulullah saw bersabda,
(اَلضِّيَافَةُ عَلَى أَهْلِ الْوَبَرِ وَلَيْسَتْ عَلَى أهْلِ)
_"Perjamuan itu atas penduduk wabar (penduduk yang tinggal di padang pasir dengan tenda) dan bukan atas penduduk madar (penduduk yang tinggal di rumah)-"_
Akan tetapi itu adalah hadits tidak benar seperti yang dikatakan al-Qurthubi.
Disunnahkan jika disuguhkan makanan untuk tamu, yang disuguhkan hendaklah segera memakannya karena penghormatan tamu dari tuan rumah adalah menyegerakan jamuan, dan penghomatan untuk tuan rumah dari tamunya adalah segera menerima jamuan. Ketika malaikat memegang tangan mereka, Ibrahim pun merasa takut kalau-kalau di belakang
mereka ada sesuatu yang mencelakakan yang mereka inginkan terhadapnya.
Adab memberi jamuan sebagai berikut. Hendaklah tuan rumah memperhatikan tamunya, apakah dia memakan jamuan itu atau tidak? Hal itu dilakukan dengan pandangan sekilas dan tidak dengan memelototinya. Diriwayatkan bahwa ada seorang Arab Badui makan bersama Sulaiman bin Abdul Malik dan Sulaiman melihat di mulut orang Arab Badui itu sehelai rambut. Dia pun berkata kepadanya, "Buang rambut itu dari suapanmu?" Orang Arab Badui itu berkata kepadanya, 'Apakah kamu melihat aku sedemikian rupa, sampai-sampai kamu melihat rambut dalam suapan makanku? Dan demi Allah aku akan makan lagi bersama kamu."
4. Keikutan seorang istri terhadap perasaan suaminya adalah sesuatu yang baik dan sesungguhnya Sarah tertawa mendapat berita gembira akan diadzabnya kaum Luth karena dia membenci keburukan mereka. Jumhur ulama berkata, "ltu adalah tawa yang biasa dikenal." Sebagian ulama bahasa menolak jika dalam bahasa bangsa Arab kata dhahikat artinya haadhat (haid).
5. Para malaikat itu tidak mau memakan makanan karena mereka adalah malaikat dan malaikat tidak makan dan tidak pula minum. Mereka datang kepada Ibrahim dalam rupa sebagai tamu agar mereka bisa disenanginya karena Ibrahim adalah orang yang sangat cinta pada _adh-dhiyaafah_ (penjamuan tamu).
6. _Ath-Thabari_ menyebutkan bahwa ketika Ibrahim menyuguhkan daging panggang anak sapi, para malaikat berkata, "Kami memakan makan kecuali dengan harga (membayar)". Ibrahim berkata kepada mereka, "Harganya adalah agar kalian menyebut Allah di awalnya dan memuji-Nya pada akhirnya." Lantas Jibril berkata kepada para sahabatnya, "Benar jika Allah telah mengangkat orang ini sebagai khalil-Nya."
Ini merupakan dalil bahwa menyebut nama Allah pada awal memakan makanan dan mengucapkan _al-hamdalah_ pada akhirnya telah disyari'atkan pada umat-umat sebelum kita.
7. Sesungguhnya rahmat Allah sangatlah banyak dan barakah-Nya kepada ahli baitun nubuwwah silih berganti dan _at-tabsyiir_ (berita gembira) akan kelahiran seorang anak bagi dua pasangan suami istri yang sudah lanjut usia merupakan mukjizat yang luar biasa dan merupakan pengkhususan bagi baitun nubuwwah dengan karamah yang sangat tinggi, dan sesungguhnya Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Dia Maha Terpuji dan Maha Pemurah, dan tak ada yang harus diherankan setelah itu.
8. Sesungguhnya tanya jawab Ibrahim dalam hal pembinasaan kaum Luth bukanlah termasuk dosa, dengan dalil adanya pujian yang dinyatakan setelahnya dengan firman Allah (إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّٰهٌ مُّنِيبٌ) bahwa kelembutan hatinya, kasih sayangnya yang begitu tinggi serta kesantunannya membuatnya bertanya jawab, dan yang dimaksud dari itu adalah upaya Ibrahim untuk menunda adzab dari kaum Luth dengan harapan mereka mau beriman dan bertobat dari kemaksiatan mereka.
9. Ayat (رَحْمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَٰتُهُۥ عَلَيْكُمْ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ) menunjukkan bahwa istri orang itu termasuk Ahlul Bait dan para istri nabi termasuk Ahlul Bait, dan Aisyah dan juga istri Rasulullah saw. termasuk dalam _ahlu baitin nubuwwah_ dan termasuk orang yang difirman Allah SWT,
_"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlu bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."_ *(al-Ahzaab: 33)*
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
