YUUSUF (16)
Surah Yuusuf Ayat 58-62
_BAGIAN SEPULUH_: ANAK-ANAK YA’QUB MEMBELI GANDUM DARI YUSUF DAN PERMINTAAN YUSUF
وَجَآءَ إِخْوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُوا۟ عَلَيْهِ فَعَرَفَهُمْ وَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ ٥٨
*Artinya*: _Dan saudara-saudara Yūsuf datang (ke Mesir), lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka Yūsuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya1#._
1#- Menurut sejarah, ketika terjadi musim paceklik di Mesir dan sekitarnya, maka atas anjuran Ya`qūb, saudara-saudara Yūsuf datang dari Kanaan ke Mesir menghadap pembesar-pembesar Mesir untuk meminta bantuan bahan makanan.
وَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمْ قَالَ ٱئْتُونِى بِأَخٍۢ لَّكُم مِّنْ أَبِيكُمْ ۚ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّىٓ أُوفِى ٱلْكَيْلَ وَأَنَا۠ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ ٥٩
*Artinya*: _Dan tatkala Yūsuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata, "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?_
YUUSUF (15)
Surah Yuusuf Ayat 54-57
_BAGIAN KESEMBILAN_: KISAH YUSUF SEBAGAI MENTERI KEUANGAN
وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦٓ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِى ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ قَالَ إِنَّكَ ٱلْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌۭ ٥٤
*Artinya*: _Dan raja berkata, "Bawalah Yūsuf kepadaku agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata, "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami"._
قَالَ ٱجْعَلْنِى عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلْأَرْضِ ۖ إِنِّى حَفِيظٌ عَلِيمٌۭ ٥٥
*Artinya*: _Berkata Yūsuf, "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan"._
YUUSUF (14)
Surah Yuusuf Ayat 53
NAFSU YANG MENGAJAK KEPADA KEBURUKAN
۞ وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ ٥٣
*Artinya*: _Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhan-ku. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat di atas menunjukkan bahwa nafsu cenderung pada syahwat dan melakukan perbuatan buruk yang memang menjadi kesenangan hawa nafsu. Karena itu, dibutuhkan kesungguhan pengendalian, penelitian, dan perlawanan terhadapnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. pernah bersabda, _"Bagaimana pendapat kalian mengenai seorang teman yang jika kalian telah memuliakannya, memberinya makanan, dan pakaian lantas ia malah menjerumuskan kalian pada keburukan. Akan tetapi jika teman itu kalian rendahkan, kalian menanggalkannya, dan membiarkannya kelaparan, maka ia akan menunjukkan kalian pada kebenaran."_ Para sahabat menjawab, "Ya Rasul, teman seperti itu adalah seburuk-buruknya teman di bumi." Beliau melanjutkan, _"Demi Zat yang menguasai jiwaku, teman itu adalah nafsu kalian sendiri."_
YUUSUF (13)
Surah Yuusuf Ayat 50-52
_BAGIAN KEDELAPAN_: RESPON RAJA TERHADAP TAKWIL YUSUF DAN PERINTAH MENGELUARKANNYA DARI PENJARA SERTA PENOLAKAN YUSUF UNTUK KELUAR DARI PENJARA SEBELUM TERBUKTI KEBENARAN PERKARANYA
وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ قَالَ ٱرْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسْـَٔلْهُ مَا بَالُ ٱلنِّسْوَةِ ٱلَّـٰتِى قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّى بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌۭ ٥٠
*Artinya*: _Raja berkata, "Bawalah dia kepadaku". Maka tatkala utusan itu datang kepada Yūsuf, berkatalah Yūsuf, "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhan-ku, Maha Mengetahui tipu daya mereka"._
قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَٰوَدتُّنَّ يُوسُفَ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ قُلْنَ حَـٰشَ لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِن سُوٓءٍۢ ۚ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْـَٔـٰنَ حَصْحَصَ ٱلْحَقُّ أَنَا۠ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفْسِهِۦ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ٥١
*Artinya*: _Raja berkata (kepada wanita-wanita itu), "Bagaimana keadaanmu1# ketika kamu menggoda Yūsuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka berkata, "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan darinya". Berkata istri Al-‘Azīz, "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku) dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar"._
1#- Maksud "keadaanmu" ialah pendapat wanita-wanita itu tentang Yūsuf ‘Alaihissalām apakah dia terpengaruh oleh godaan itu atau tidak.
Halaman 50 dari 197