Surah Yuusuf Ayat 43-49

YUUSUF (12)

Surah Yuusuf Ayat 43-49

TAKWIL YUSUF TENTANG MIMPI RAJA

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Pembahasan ayat di atas adalah tentang takwil mimpi raja yang kemudian menjadi sebab dikeluarkannya Nabi Yusuf dari dalam penjara. Ayat-ayat tersebut menunjukkan halhal berikut.

1. Mimpi sang raja adalah awal dimulainya keselamatan dan jalan keluar semua kesulitan Nabi Yusuf. Ketika Raja *ar-Rayyan bin al-Walid* bermimpi, dikumpulkanlah para pendeta dan ahli takwil, namun mereka semua beralasan dan tidak mampu menakwilnya. Ketidakmampuan mereka dalam menakwil mimpi tersebut merupakan sebab dialihkan penakwilannya kepada Nabi Yusuf.

2. Mimpi sang raja pada akhirnya merupakan kabar gembira dan rahmat bagi Nabi Yusuf.

3. Sebagaimana dikatakan oleh *Ibnu Abbas*, mimpi terbagi menjadi dua macam, mimpi yang _haq_ (benar) dan mimpi yang kosong tanpa makna.

4. Ayat di atas merupakan dalil sanggahan atas orang yang berkata, "Mimpi itu ketika pertama kali ditakwilkan." Karena ketika para ahli takwil berkata itu tidak sesuai dan tidak terjadi seperti itu. Kemudian ketika Nabi Yusuf menakwilnya dengan akan datang beberapa tahun yang yang sulit dan beberapa tahun makmur, semua itu terjadi. Adapun hadits *Abu Ya'la* dari *Anas*, "Mimpi itu bagi orang yang pertama menakwilnya.” Jelas merupakan hadits _dhaif_.

Ayat di atas juga sebagai bukti sanggahan bahwa mimpi itu berada di kaki burung selama tidak ditakwil, dan akan terjadi apabila ditakwil. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafal dan makna seperti itu tidak tetap keshahihannya.

5. Mengingat sebuah kebaikan dan berniat akan melakukan kebaikan setelah sebelumnya lupa. Sebagaimana yang terjadi pada pembuat minuman raja yang lupa mengingat wasiat yang dikatakan Nabi Yusuf untuk sang raja. Akan tetapi, semua ini kembali pada _qadha_ (ketentuan) dan _qadar_ (takdir) serta taufiq dari Tuhan.

6. Diutusnya pembuat minuman raja kepada Nabi Yusuf ke dalam penjara merupakan sebab diketahuinya kedudukan, keutamaan, dan keilmuan Nabi Yusuf sehingga Nabi Yusuf pun dibebaskan dari penjara. Sebagaimana juga takwil Nabi Yusuf terhadap mimpi sang raja merupakan sebab terlepasnya penduduk Mesir dari bencana kelaparan selama tujuh tahun. Inilah bukti bahwa para nabi dan rasul merupakan rahmat bagi semua manusia, baik dalam membenarkan aqidah, mengajarkan akhlak dan memperbaiki adab, bahkan rahmat dalam segala aspek kehidupan dan perekonomian.

Dapat diambil pelajaran dari apa yang dilakukan oleh Nabi Yusuf seperti kesuksesannya dalam perencanaan dan siasat penaggulangan masalah dan mengajarkan manusia cara menyimpan biji-bijian agar tidak rusak dimakan ulat. Semua itu merupakan petunjuk yang jitu (penting) dalam ilmu pertanian.

7. Al-Qurthubi berkata firman Allah (تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ) adalah dasar (dalil) perkataan tentang _al-mashaalih asy-syar'iyyah_ (kemashlahatan yang diakui oleh syari’at) yaitu _hifzhul-adyaan_ (memelihara agama), _hifzhun-nufuus_ (memelihara jiwa), _hifzhul'uquul_ (memelihara akal), _hifzhul-ansaab_ (memelihara keturunan) dan _hifzhul-maal_ (memelihara harta). Semua perbuatan yang baik, yang mengandung pemeliharaan perkara-perkara ini adalah maslahat, dan semua yang menghilangkan perkara-perkara ini adalah mafsadat (kerusakan) dan membela hak perkara-perkara ini adalah maslahat. Tidak ada perbedaan bahwa maksud atau tujuan syari’at (perundang-undangan Islam) adalah untuk memberi petunjuk manusia kepada kemaslahatan mereka di dunia agar mereka senantiasa mengenal Allah dan beribadah kepadaNya, karena _ma'rifah_ dan _ibadah_ itulah yang akan menyampaikan manusia kepada kebahagiaan akhirat. Semua itu merupakan karunia dari Allah Azza wa jalla dan rahmat-Nya untuk hamba-hamba-Nya, bukan kewajiban dan bukan pula hak-Nya.

8. Pengabaran Nabi Yusuf bahwa akan datang tahun makmur dan subur setelah empat belas tahun merupakan wahyu dan ilham dari Allah SWT. Itu adalah mukjizat yang membuktikan kebenaran kenabian Nabi Yusuf.

9. Firman Allah (إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّا تُحْصِنُونَ) maksudnya, kecuali sedikit dari bibitgandumyangkamu simpan agar kamu dapat menanamnya. Ayat ini menunjukkan bahwa jika makanan (gandum) disimpan bersama bijinya akan memelihara makanan dari kerusakan. Ayat tersebut juga sebagai dalil pembolehan memonopoli makanan untuk digunakan pada waktu yang dibutuhkan.

10. Al-Qurthubi juga berkata, "Ayat ini juga dasar (dalil) bahwa mimpi orang kafir benar dan mimpinya boleh ditakwil sesuai apa yang dilihatnya di dalam mimpi, terlebih jika mimpinya berhubungan dengan orang Mukmin. Lalu bagaimana jika mimpi itu merupakan tanda untuk seorang nabi, penunjuk kemukjizatan rasul, pembenaran risalah rasul Allah dan dalil untuk perantara antara Allah dan hamba-Nya?"

11. Pengabaran Yusuf tentang datangnya tahun pertolongan bukan merupakan isyarat kepada mimpi sang raja, tetapi itu merupakan pengabaran gaib yang Allah berikan kepadanya. Di dalamnya terdapat pengabaran yang membuat penduduk Mesir tenang dengan berita akan tersebarnya kemapanan ekonomi, kemakmuran kehidupan, dan kembalinya kondisi kemasyarakatan seperti sediakala, misalnya kebiasaan yang sering mereka lakukan dengan memeras anggur, membuat minyak dari buah-buahan, memeras susu serta memeras buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Ini semua bukti rahmat Allah kepada manusia dan hewan, serta karunia dan kebaikan-Nya.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login