ALI 'IMRAN (4)
ALI 'IMRAN 14
KECINTAAN KEPADA _ASY-SYAHAWAAT_ (APA-APA YANG DIINGINI SESUAI TABIAT ALAMI MANUSIA) DI DUNIA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat ini merupakan celaan dan kecaman terhadap para kaum yang hidup pada masa Nabi Muhammad saw yang dipalingkan dari mengikuti dakwah Islam oleh hawa nafsu dan keinginan-keinginan duniawi. Oleh karena itu, barangsiapa yang ingin selamat dari siksa Allah SWT kelak di hari kiamat, maka ia harus menjauhi perangkap-perangkap syahwat dan hawa nafsu yang terlarang. Karena mengikuti syahwat dan hawa nafsu bisa membinasakan
seseorang dan menjerumuskannya ke dalam neraka. *Imam Muslim* meriwayatkan dari *Anas bin Malik r.a.,*
ALI 'IMRAN (3)
ALI 'IMRAN 10 - 13
NASIB ORANG-ORANG KAFIR YANG TERPEDAYA DENGAN HARTA DAN KETURUNAN SERTA CONTOH MEREKA
Sebab Turunnya Ayat 12 - 13
*Abu Dawud* meriwayatkan di dalam kitab sunannya dan Baihaqi di dalam kitab _ad-Dalaa'il_ dari *Ibnu Abbas r.a.:*
_"Ketika Rasulullah saw. berhasil menimpakan kekalahan atas pihak kaum kafir Quraisy pada perang Badar dan kembali ke Madinah, maka beliau mengumpulkan kaum Yahudi di pasar bani Qunaiqa', lalu beliau berkata, "Wahai kaum Yahudi, masuklah Islam sebelum kalian tertimpa apa yang telah menimpa kaum kafir Quraisy." Lalu kaum Yahudi berkata, "Wahai Muhammad, jangan kamu terpedaya oleh dirimu sendiri yang telah berhasil membunuh beberapa orang dari pihak kaum kafir Quraisy. Mereka adalah orang-orang bodoh yang tidak memiliki kehalian berperang. Seandainya kamu berperang melawan kami, maka ketika itu kamu baru tahu siapa kami sebenarnya dan kamu baru tahu bahwa kamu belum pernah berperang melawan orang-orang seperti kami." Lalu Allah SWT menurunkan ayat "qul lilladziina kafaruu satughlabuuna," sampai "liulil abshaar."_
ALI 'IMRAN (2)
ALI 'IMRAN 7 - 9
AL-MUHKAM DAN AL-MUTASYAABIH DI DALAM AL-QUR'AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa ayat-ayat Al-Qur'an adalah ayat-ayat muhkam, hanya sebagian saja yang berupa ayat-ayat mutasyaabih. Ayat ini juga menjelaskan bahwa maksud yang terkandung di dalam ayat-ayat mutasyaabih hanya diketahui oleh Allah SWT dan orang-orang yang mendalam ilmunya. Allah SWT mengajarkan kepada mereka dua doa agar mereka terjaga dan terlindungi dari _az-Zaigh_ (kecondongan kepada kesesatan) di dalam memahami ayat-ayat mutasyaabih, yaitu do'a, (رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ) dan do'a (رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ). Adapun orang-orang yang hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat _mutasyaabih_ dan membuat-buat ta'wilnya secara tidak benar untuk menimbulkan fitnah dan kesesatan.
ALI 'IMRAN (1)
ALI 'IMRAN 1 - 6
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir ath-Thabari, Ibnu Ishaq dan Ibnu Mundzir* meriwayatkan bahwa ayat permulaan surah Ali 'Imran ini sampai pada ayat delapan puluhan turun berkaitan dengan utusan kaum Nasrani tanah Najran yang datang kepada Rasulullah saw. Mereka terdiri dari sekitar 60 orang 14 di antaranya adalah para tokoh terkemuka mereka, di antaranya adalah, pimpinan menteri dan tokoh cendikiawan. Mereka datang menemui Rasulullah saw. untuk melakukan perdebatan seputar Isa bin Maryam. Mereka berkata kepada Rasulullah saw. "Siapakah ayah Isa?" Ada tiga orang dari mereka yang berbicara, terkadang mereka berkata, "Isa bin Maryam adalah Tuhan, karena ia bisa menghidupkan orang yang telah mati." Terkadang mereka berkata, "Isa bin Maryam adalah putra Tuhan, karena ia tidak memiliki ayah!' Dan terkadang mereka berkata, "Isa adalah salah seorang dari yang tiga, karena Allah SWT berfirman, _"qulnaa wa fa'alnaa"_ (maksudnya dengan menggunakan dhamiir mutakallim ma'al ghair, yaitu naa) seandainya Dia satu, maka tentu Dia berfirman, _"qultu wa fa 'altu"_ dengan menggunakan dhamiir mutakallim wahdah, yaitu tu.
Halaman 165 dari 197