ALI 'IMRAN (4)
ALI 'IMRAN 14
KECINTAAN KEPADA _ASY-SYAHAWAAT_ (APA-APA YANG DIINGINI SESUAI TABIAT ALAMI MANUSIA) DI DUNIA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat ini merupakan celaan dan kecaman terhadap para kaum yang hidup pada masa Nabi Muhammad saw yang dipalingkan dari mengikuti dakwah Islam oleh hawa nafsu dan keinginan-keinginan duniawi. Oleh karena itu, barangsiapa yang ingin selamat dari siksa Allah SWT kelak di hari kiamat, maka ia harus menjauhi perangkap-perangkap syahwat dan hawa nafsu yang terlarang. Karena mengikuti syahwat dan hawa nafsu bisa membinasakan
seseorang dan menjerumuskannya ke dalam neraka. *Imam Muslim* meriwayatkan dari *Anas bin Malik r.a.,*
_"Surga dilingkupi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan sedangkan neraka dilingkupi oleh asy-Syahawaat (hal-hal yang menyenangkan)."_
Maksudnya adalah surga tidak dapat diraih kecuali dengan sikap sabar melewati hal-hal yang tidak menyenangkan sedangkan keselamatan dari neraka tidak bisa diraih kecuali dengan meninggalkan syahwat dan hawa nafsu.
_Asy-Syahawaat_ yang dimaksudkan ayat ini adalah _asy-Syahawaat_ yang dilakukan secara berlebihan atau yang bisa menyebabkan seseorang teledor dan lalai di dalam menjalankan kewajiban-kewajiban agama. Namun, jika dilakukan secara wajar dan dalam batas-batas yang proporsional, maka hal itu diperbolehkan dan tidak menjadi sebuah
bencana bagi seseorang. Bahkan bisa menjadi sumber pahala dan bertambahnya kebaikan jika melakukannya dengan tujuan yang baik, menjaga diri dari hal-hal yang tercela serta digunakan di jalan Allah SWT.
Para ulama berkata, 'Allah SWT menyebutkan empat jenis harta kekayaan, setiap jenisnya menjadi sumber atau lambang kekayaan sekelompok orang. Emas dan perak menjadi sumber atau lambang kekayaan para pedagang, kuda _al-Musawwamah_ menjadi sumber atau lambang kekayaan para Raja, binatang ternak menjadi sumber atau lambang
kekayaan bagi para penduduk lembah atau pedalaman sedangkan sawah ladang menjadi sumber atau lambang kekayaan para penduduk desa.
Ayat (ذَٰلِكَ مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ) _"itulah kesenangan kehidupan dunia yang bersifat sementara"_, mengandung unsur anjuran kepada manusia agar bersikap zuhud terhadap dunia, mengandung penjelasan bahwa dunia adalah remeh dan hina serta mengandung ajakan untuk lebih mengedepankan akhirat. *Ibnu Majah* dan yang lainnya meriwayatkan dari
*Abdullah bin Umar r.a.* bahwa *Rasulullah saw. bersabda:*
إِنَّمَا الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَلَيْسَ مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا شَيْءٌ أَفْضَلُ مِنَ الْمَرْأَةِ الصَّالِحَةِ
_"Sesungguhnya dunia tidak lain hanyalah kesenangan dan tidak ada sesuatu dari kesenangan dunia yang lebih utama dari wanita shalihah."_
*Ibnu Majah* meriwayatkan hadits shahih lainnya berbunyi: (ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ)
_"Berzuhudlah terhadap dunia, maka Allah SWT akan mencintaimu."_
Maksudnya, tinggalkanlah kesenangan dunia berupa kedudukan dan harta yang melebihi kadar yang dibutuhkan.
*Tirmidzi* meriwayatkan dari *al-Miqdam bin Ma'dikarib* bahwa *Rasulullah saw. bersabda:*
_"Tidak ada bagi anak Adam hak (hajat atau kebutuhan) kecuali dalam beberapa perkara berikut, sebuah rumah tempat tinggal, pakaian yang ia gunakan untuk menutupi auratnya, roti tanpa lauk dan air."_
Ayat (وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ) _"dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik"_, mengandung isyarat akan remeh dan tidak berharganya dunia serta seruan untuk meraih tempat kembali yang baik di sisi Allah SWT kelak di akhirat.===
Tafsir Al Munir
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
