YUUNUS (31)
Surah Yuunus Ayat 79-82
BAGIAN KEDUA: FIR’AUN MENDATANGKAN PARA PENYIHIR UNTUK MELAWAN SERUAN MUSA A.S.
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ini adalah sebuah pertarungan antara yang hak dan yang batil, antara mukjizat dan sihir, dan mukjizat itu adalah ayat atau tanda-tanda llahiyah di luar kebiasaan yang ada yang dengannya Allah SWT mendukung kebenaran para nabi dan supaya manusia mendapat kepuasan hati untuk memercayai da’wah dan seruannya. Adapun sihir itu adalah pemutarbalikan dan penipuan yang tidak ada kebenarannya sama sekali, maka dia tidak akan bisa berbuat apa-apa di hadapan sesuatu yang hakiki yang tidak ada di dalamnya sedikit pun bentuk pemutarbalikan kebenaran.
Dan makna ini terkandung dalam ayat (إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ ٱلْمُفْسِدِينَ) maksudnya bahwa tipu daya sihir tidak bisa membuat kemudharatan kepada seseorang. Maka dari itu para ulama berpendapat "Tak ada yang terkena sihir kecuali Allah SWT akan menjaganya dari sihir itu.”
YUUNUS (30)
Surah Yuunus Ayat 75-78
KISAH MUSA A.S. DAN FIR'AUN BAGIAN PERTAMA: DIALOG ANTARA MUSA DAN FIR'AUN
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِم مُّوسَىٰ وَهَـٰرُونَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ بِـَٔايَـٰتِنَا فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًۭا مُّجْرِمِينَ ٧٥
*Artinya*: _Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Hārūn kepada Firʻawn dan pemuka-pemuka kaumnya dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa._
فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ مِنْ عِندِنَا قَالُوٓا۟ إِنَّ هَـٰذَا لَسِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ ٧٦
*Artinya*: _Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran 1# dari sisi Kami, mereka berkata, "Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata"._
1#- Maksudnya, tanda-tanda kekuasaan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā
قَالَ مُوسَىٰٓ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَآءَكُمْ ۖ أَسِحْرٌ هَـٰذَا وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّـٰحِرُونَ ٧٧
*Artinya*: Musa berkata, "Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepadamu, sihirkah ini?" padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan"._
YUUNUS (29)
Surah Yuunus Ayat 74
KEBIASAAN UMAT-UMAT TERDAHULU DALAM MENDUSTAKAN PARA NABI
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ بِمَا كَذَّبُوا۟ بِهِۦ مِن قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلْمُعْتَدِينَ ٧٤
*Artinya*: _Kemudian sesudah Nūḥ, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya 1#. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas._
1#- Maksudnya, mereka sebelum diutus rasul biasa mendustakan yang hak.
YUUNUS (28)
Surah Yuunus Ayat 71-73
KISAH NUH A.S. BERSAMA KAUMNYA
۞ وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦ يَـٰقَوْمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِى وَتَذْكِيرِى بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوٓا۟ أَمْرَكُمْ وَشُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةًۭ ثُمَّ ٱقْضُوٓا۟ إِلَىَّ وَلَا تُنظِرُونِ ٧١
*Artinya*: _Dan bacakanlah kepada mereka berita penting tentang Nūḥ di waktu dia berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian, janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku._
فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُم مِّنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ ٧٢
*Artinya*: _Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikit pun darimu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)"._
Halaman 64 dari 197