Surah Yuunus Ayat 75-78

YUUNUS (30)

Surah Yuunus Ayat 75-78

KISAH MUSA A.S. DAN FIR'AUN BAGIAN PERTAMA: DIALOG ANTARA MUSA DAN FIR'AUN

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِم مُّوسَىٰ وَهَـٰرُونَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ بِـَٔايَـٰتِنَا فَٱسْتَكْبَرُوا۟ وَكَانُوا۟ قَوْمًۭا مُّجْرِمِينَ ٧٥

*Artinya*: _Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Hārūn kepada Firʻawn dan pemuka-pemuka kaumnya dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa._

فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ مِنْ عِندِنَا قَالُوٓا۟ إِنَّ هَـٰذَا لَسِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ ٧٦

*Artinya*: _Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran 1# dari sisi Kami, mereka berkata, "Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata"._
1#- Maksudnya, tanda-tanda kekuasaan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā 

قَالَ مُوسَىٰٓ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَآءَكُمْ ۖ أَسِحْرٌ هَـٰذَا وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّـٰحِرُونَ ٧٧

*Artinya*: Musa berkata, "Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepadamu, sihirkah ini?" padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan"._

قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا ٱلْكِبْرِيَآءُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ ٧٨

*Artinya*: _Mereka berkata, "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya 1# dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi 2#? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua"._
1#- Maksudnya, menyembah berhala.
2#- Maksudnya, negeri Mesir.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Tak ada beda antara Fir'aun dan kaumnya dengan orang-orang dari umat terdahulu dalam pendustaan terhadap para nabi, dan membangkang terhadap seruan untuk beriman kepada Allah SWT dengan meninggalkan penyembahan kepada patung-patung berhala.

Kisah ini mencerminkan kerasnya pembangkangan itu yang disebabkan kesombongan, kekuasaan, dan kewibaan raja di hadapan dua orang yang lemah Musa dan Harun, dimana Musa sendiri pernah dibesarkan di rumah Fir’aun.

Akan tetapi kelemahan pribadi itu akan hilang di hadapan kekuatan yang ditopang dengan kenabian dan keimanan, walaupun dengan kelemahan seperti ini, Musa dan Harun tetap menyerukan Fir’aun dan kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT dan meninggalkan penuhanan dan penyembahan kepada selain Allah SWT.

Allah SWT mendukung Musa dengan sembilan tanda yang telah Allah SWT turunkan kepada warga Mesir seperti paceklik yang berkepanjangan, kekurangan jiwa, harta dan buah-buahan disebabkan oleh penyakit dan kelaparan, belalang, kutu, katak dan darah. Dan walaupun demikian, tetap saja Fir’aun dan kaumnya tidak mau beriman, dan mereka menyatakan bahwa tanda-tanda dan mukjizatmukjizat itu adalah sihir belaka.

Musa pun merasa heran kepada mereka dan mencela mereka sebagai pengingkaran atas pernyataan mereka mukjizat itu adalah sihir, lantas Musa mengajak mereka berdiskusi dengan menerangkan perbedaan yang jelas antara mukjizat dan sihir, dan ternyata mereka tidak memiliki jawaban yang memuaskan kecuali bersandar pada naungan taklid buta dan mengikuti agama nenek moyang, meninggalkan dan jauh dari keimanan, serta menuduh Musa dan saudaranya bahwa keduanya bertujuan dari seruannya ini mendapatkan kekuasaan dan kerajaan di bumi Mesir, mereka tidak tahu dan tidak menyadari bahwa iman kepada Allah dan kepada para nabi itu jauh lebih berharga dan lebih mulia serta lebih suci daripada keinginan nafsu pribadi dan cinta kekuasaan karena semua itu adalah fenomena yang fana dan sirna, sementara buah keimanan itu abadi untuk selamanya.

*KESIMPULAN*

Sesungguhnya kaum Fir’aun beralasan dalam penolakan mereka terhadap da’wah dan seruan Musa dengan dua hal

_Pertama_, berpegang teguh kepada taklid buta, dan itu terkandung dalam makna firman Allah SWT (قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَا) Mereka berkata, "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, sesungguhnya mereka telah berperang teguh kepada taklid buta, dan menolak hujjah yang nyata itu hanya dengan tekad dan keinginan keras belaka."

_Kedua_, tuduhan tamak untuk mendapatkan keduniaan dan kekuasaan, dan itu adalah makna firman Allah SWT (ءَابَآءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا ٱلْكِبْرِيَآءُ فِى ٱلْأَرْضِ) dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi yaitu kalian berdua mendapatkan kerajaan dan kekuasaan di bumi Mesir ini, dan pembicaraan ini ditujukan kepada Musa dan Harun, dan setelah mereka menyebutkan dua sebab ini, mereka memutuskan secara terang-terangan dengan mengatakan (وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ) kami tidak akan memercayai kamu berdua.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login