SURAH MARYAM
SURAH MARYAM
MAKKIYYAH SEMBILAN PULUH DELAPAN AYAT
PENAMAAN SURAH
Dinamakan dengan surah Maryam karena mengandung kisah kehamilan Sayyidah Maryam dan kelahiran Isa tanpa seorang ayah, dan gema dari kehamilan tersebut serta berbagai peristiwa menakjubkan yang menyertai kelahiran Isa, di antara yang terpenting adalah kemampuannya berbicara ketika masih seorang bayi dalam buaian ibunya.
*PERSESUAIAN SURAH INI DENGAN SURAH SEBELUMNYA*
Surah Maryam dan surah sebelumnya, yaitu surah al-Kahf, mengandung kisah-kisah yang menakjubkan. Di dalam surah al-Kahf dipaparkan tentang kisah Ashhabul Kahfi dan tidur mereka dalam waktu yang sangat lama, tanpa makan dan minum, serta kisah Nabi Musa dan Khidir dengan berbagai peristiwa yang menakjubkan di dalamnya, juga kisah Dzulqarnain.
Di dalam surah Maryam terdapat dua peristiwa menakjubkan. _Pertama_ adalah kisah kelahiran Yahya dengan ayah yang sudah tua renta dan ibu yang juga tua lagi mandul. _Kedua_, kelahiran Isa tanpa seorang ayah.
*KANDUNGAN SURAH*
Tema umum dalam surah Maryam seperti surah-surah Makkiyyah lainnya, yaitu penetapan wujud Allah dan keesaan-Nya serta penetapan kebangkitan kembali dan hari pembalasan melalui penuturan kisah-kisah sejumlah nabi. Secara lebih terperinci, kandungan surah Maryam adalah sebagai berikut.
1. Surah ini dibuka dengan kisah kelahiran Yahya dari seorang ayah yang sudah tua renta dan ibu tua yang mandul. Berkat kekuasaan Allah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu terjadilah peristiwa yang di luar kebiasaan tersebut, sebagai jawaban bagi doa seorang ayah yang saleh. Lalu peristiwa itu disusuli dengan berita diangkatnya Yahya menjadi seorang nabi ketika dia masih kecil (ayat 1-15).
2. Kisah kelahiran Nabi Yahya tersebut diikuti dengan kisah kelahiran Nabi Isa dari Maryam yang masih perawan tanpa seorang ayah, agar peristiwa ini menjadi bukti lain atas kekuasaan Allah SWT. Kelahiran Nabi Isa tersebut memicu munculnya gelombang kritik, celaan, dan hinaan. Namun, semua itu diringankan oleh ucapan Nabi Isa ketika dia masih bayi dan dalam buaian ibunya untuk membersihkan ibunya dari tuduhan-tuduhan keji. Ia pun menyebutkan sifat-sifat kenabian dan kesempurnaan manusia pada dirinya. Peristiwa kontraksi yang dialami Sayyidah Maryam juga disertai dua peristiwa yang cukup aneh, yaitu panggilan Isa kepada ibunya ketika dilahirkan agar tidak bersedih karena Allah telah menjadikan sebuah sungai di dekatnya dan perintah Isa kepada ibunya untuk mengguncang pohon kurma sebagai sebuah usaha untuk menjatuhkan kurmakurma yang kering (ayat 16-36).
Kelahiran Isa a.s. ini pun mengakibatkan terjadinya perbedaan antar orang-orang Nasrani tentang beliau (ayat 37-40).
3. Setelah itu, ayat-ayat dalam surah Maryam ini menuturkan penggalan kisah Nabi Ibrahim, Khalilullah, dialog dengan ayahnya tentang penyembahan berhala, anugerah Allah kepadanya — di saat ia sudah tua dan istrinya, Sarah, yang mandul — berupa seorang putra, yaitu Ishaq, dan setelahnya Ishaq melahirkan Ya'qub, yang keduanya dijadikan nabi. Peristiwa ini seperti peristiwa kelahiran Nabi Ismail a.s. sebelumnya karena ketika menggauli istrinya. Hajar, Nabi Ibrahim juga sudah tua (ayat 41-50).
4. Surah ini kemudian bertutur tentang kisah Nabi Musa dan dialognya dengan Allah di Bukit Thursina, juga tentang diangkatnya Harun, saudara Nabi Musa, sebagai seorang nabi (ayat 51-53).
5. Kemudian surah ini mengisyaratkan kisah Nabi Ismail yang selalu memenuhi janji, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Juga kisah Nabi Idris ash-Shiddiq serta berbagai karunia yang Allah anugerahkan kepada para nabi yang merupakan keturunan Nabi Adam tersebut untuk membuktikan kesatuan risalah, yaitu menyeru manusia kepada tauhid dan menghancurkan kesyirikan (ayat 54-58). Semua yang disebutkan di atas mencakup sekitar dua per tiga surah.
6. Perbandingan antara kalangan umat belakangan (khalaf) dan umat terdahulu (salaf), lalu perbedaan antara keduanya pun menjadi jelas bahwa kalangan umat belakangan mengabaikan shalat dan mengikuti hawa nafsu. Juga disebutkan kembali tentang janji berupa surga Adn bagi orang yang bertobat dan melakukan amal saleh (ayat 59-63).
7. Paparan tentang hal-hal di atas cocok dengan pembicaraan tentang wahyu dan bahwa Jibril tidak turun membawa wahyu kecuali dengan seizin Allah (ayat 64-65).
8. Allah SWT mengajak orang-orang musyrik yang mengingkari kebangkitan kembali untuk berdialog. Dia juga memberitahukan bahwa orang-orang kafir akan dikumpulkan bersama setan-setan dan akan dihadirkan dalam keadaan berlutut di sekitar neraka Jahannam. Dia juga memberitahukan bahwa semua manusia akan mendatangi neraka (ayat 66-72).
9. Allah SWT menjelaskan sikap orang-orang musyrik ketika mendengar Al-Qur’an dari orang-orang Mukmin bahwa mereka lebih baik dari orang-orang Mukmin tersebut dari aspek kedudukan dan taraf sosial. Allah mengancam mereka bahwa Dia telah membinasakan banyak umat terdahulu karena kesewenangan dan kesombongan mereka. Juga bahwa Allah menangguhkan dan memberi tenggat waktu kepada orang-orang zalim, dan menambah petunjuk kepada orang-orang yang menerima petunjuk. Juga penuturan bahwa sesembahan orang-orang musyrik akan menjadi musuh-musuh bagi mereka sendiri (ayat 73-84). Semua ini adalah untuk menyucikan Allah dari memiliki anak dan sekutu.
10. Pembedaan bagaimana digiringnya orangorang yang bertakwa ke surga-surga dan digiringnya orang-orang jahat ke neraka (ayat 85-87).
11. Kecaman terhadap orang yang menuduhkan bahwa Allah mempunyai anak, keridhaan terhadap orang-orang Mukmin yang saleh, dan bahwa Al-Qur’an adalah untuk menyampaikan berita gembira bagi orang-orang yang bertakwa dan peringatan orang-orang kafir pembangkang (ayat 88-98).
*KEUTAMAAN SURAH*
Muhammad bin Ishaq di dalam kitab Sirah Nabawiah meriwayatkan dari Ummu Salamah r.a., juga Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud tentang kisah hijrah dari Mekah ke negeri Habasyah (Ethiopia) bahwa Ja'far bin Abi Thalib membaca awal surah Maryam kepada Najasyi dan para pengawalnya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
