Surah al-Kahf Ayat 47-49

*AL-KAHF (7)*
 
*DIJALANKANNYA GUNUNG, DIKUMPULKANNYA MANUSIA DI PADANG MAHSYAR, DAN DITUNJUKKANNYA BUKU AMAL PERBUATAN MANUSIA DI HARI KIAMAT*

*Surah al-Kahf Ayat 47-49*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini menjelaskan awal mula terjadinya Kiamat hingga akhir hisab. Ayat ini diawali dengan penjelasan tentang perubahan keadaan dunia seperti gunung yang bergerak, maksudnya gunung-gunung yang posisinya hilang dari tempat asalnya di muka bumi, bergeraknya gunung tersebut seperti awan yang berjalan, seperti yang terekam dalam ayat lain,

_"Padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan."_ *(an-Naml: 88)*

Gunung-gunung tersebut kemudian dihancurkan dan berjatuhan kembali ke bumi, sebagaimana firman Allah,

_"Dan gunung-gunung itu digiring pelan-pelan, maka gunung-gunung tersebut seperti debu yang beterbangan."_ *(al-Waaqi'ah: 5-6)*

Kemudian dunia berubah menjadi dataran yang terang dan jelas. Tidak terdapat apa pun yang menutupinya, seperti gunung, pepohonan dan gedung. Karena ketika itu pepohonan musnah, gunung-gunung dicabut dari tempatnya dan gedung-gedung yang diluluhlantakkan.

Selanjutnya datang fase sesudahnya yaitu fase Padang Mahsyar; yaitu dikumpulkannya seluruh manusia di satu tempat. Tidak seorang pun yang tertinggal. Semua makhluk dikumpulkan di satu tempat untuk dihisab di hadapan Allah SWT. Mereka semua berbaris satu demi satu, seperti shaf dalam shalat. Setiap umat dan golongan berada pada baris tersendiri, tidak bercampur dalam satu baris yang sama.

Diriwayatkan dari Hafizh Abu Qasim Abdurrahman bin Mandah dalam kitab at-Tauhid, dari Mu'adz bin Jabal bahwa Nabi saw. bersabda,

_“Sesungguhnya pada hari Kiamat Allah Tabaraka wa Taala memanggil dengan suara keras tapi tidak kasar, ‘Wahai hamba-hambaku, Akulah Allah, tiada Tuhan selain Aku, Zat Yang Maha Pengasih, Mahabenar keputusan-Nya dan Maha cepat perhitungan-Nya. Wahai hamba-hamba-Ku, tidak perlu takut pada hari ini, tidak perlu juga kalian bersedih, bawalah argumen-argumen kalian dan mudahkanlah jawabannya. Sesungguhnya kalian akan ditanya dan dihisab (atas segala perbuatan kalian). Wahai malaikat-Ku, bariskanlah para hamba-Ku dalam beberapa baris dengan berdiri di atas jari-jari kaki mereka untuk dilakukan perhitungan.”_ *(HR Abu Qasim Abdurrahman)*

Seluruh makhluk berdatangan dari kubur mereka menuju tempat hisab dalam keadaan telanjang tanpa busana, tanpa harta dan anakanak, seperti saat mereka keluar dari perut ibu saat dilahirkan di dunia. Buku catatan amal perbuatan kemudian disodorkan kepada mereka, di dalamnya tercatat semua dosa yang paling kecil hingga yang paling besar. Al-Asadi berkata, "Dosa kecil adalah dosa-dosa selain syirik, sedangkan dosa besar itu adalah perbuatan syirik."

Umar berkata kepada Ka’ab al-Ahbar, "Celaka, wahai Ka'ab. Ceritakan kepada kami sebagian tentang Hari Akhir." Ka’ab menjawab, "Baik wahai Amirul Mukminin. Saat hari Kiamat terjadi, Lauhul mahfudz diangkat, sehingga tidak ada satu makhluk pun pada saat itu kecuali melihat amal perbuatannya. Kemudian didatangkan lembaran-lembaran catatan yang isinya adalah amal perbuatan seluruh manusia. Lembaran-lembaran tersebut dibentangkan di sekitar Arsy milik Allah, sesuai dengan firman Allah, *(....وَوُضِعَ ٱلْكِتَـٰبُ فَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا)*

Allah kemudian memanggil orang Mukmin dan memberikan buku catatan amalnya di tangan kanannya. Mukmin melihat amal perbuatannya dan seketika itu semua kebajikannya terlihat oleh seluruh manusia. Dia juga membaca semua perbuatan buruknya. Hal ini agar dia tidak berkata, ‘Aku dulu melakukan banyak kebajikan, tapi tidak disebutkan." Jadi, Allah ingin memperlihatkan semua amal perbuatannya. Hingga ketika dia merasa sedikit amal baiknya yang tercatat di buku tersebut, dia mendapati di akhir buku catatan tersebut bahwa dia telah diampuni dan sesungguhnya dia termasuk golongan ahli surga. Saat itu juga dia menemui para sahabatnya seraya berkata,

_“Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, “Ambillah, bacalah kitabku (ini)." Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku."_ *(al-Haaqqah: 19-20)*

Selanjutnya orang kafir dipanggil dan diberi buku catatan perbuatannya di tangan kirinya. Buku kemudian itu terlipat lalu diletakkan di belakang punggungnya dan dilingkarkan di lehernya. Hal ini seperti disebutkan dalam ayat,

_“Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang."_ *(al-Insyiqaaq: 10)*

Orang kafir tersebut melihat isi buku tersebut dan seketika itu juga semua perbuatan buruknya terlihat oleh seluruh manusia. Dia juga melihat catatan perbuatan baiknya agar dia tidak berkata, "Apakah aku diberi balasan akibat perbuatan jahatku?"====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login