*AL-KAHF (6)*
*PERUMPAMAAN KEHIDUPAN DUNIA*
*Surah al-Kahf Ayat 45-46*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Manusia, terutama orang-orang sombong yang mengusir kaum Mukmin yang miskin, selayaknya mengetahui perumpamaan kehidupan dunia yang sesungguhnya. Maksudnya hal yang serupa dengan kehidupan dunia tersebut tidak abadi dan kekal pada satu keadaan, yaitu seperti air yang tidak menetap di satu tempat dan tidak pernah berjalan lurus pada satu garis. Kehidupan dunia juga seperti air tersebut karena bersifat sementara. Suatu ketika kehidupan duniawi tersebut akan pergi dan tidak tetap. Kehidupan duniawi tersebut juga demikian, ia tidak membiarkan seorang pun yang memasukinya tidak tergoda oleh keindahannya dan selamat dari kekurangannya. Sama seperti orang yang masuk ke dalam air pasti akan basah terkena air. Menikmati kehidupan dunia secara wajar pasti bermanfaat, tetapi jika berlebihan pasti akan membahayakan. Demikian halnya air, jika volume air melebihi batas normal pasti akan berbahaya dan menghancurkan.
Dalam salah satu hadits yang terdapat di _Shahih Muslim_ diriwayatkan dari Nabi saw. beliau bersabda.
*(قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ)*
_“Beruntunglah orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup dan Allah menjadikannya ridha dengan semua yang telah diberikan kepadanya.”_ *(HR Muslim)*
Ringkasnya, perumpamaan yang disebutkan ayat ini menunjukkan betapa cepatnya dunia menghilang dan mengalami kehancuran. Hanya Allah satu-satunya yang abadi dan Mahakuasa atas segala sesuatu; Dia menciptakan, mematikan dan menghidupkan kembali.
Demikian juga perhiasan dunia yang terdiri atas harta kekayaan dan anak yang banyak pasti akan habis dan musnah dalam waktu singkat.
Amal-amal saleh lagi kekal yang dilakukan kaum Muslimin yang miskin seperti Salman dan Shuhaib, berupa ketaatan kepada Allah, maka pahalanya lebih baik dan membawa harapan yang lebih baik daripada harta berlimpah dan anak yang banyak tanpa amal saleh karena perhiasan dunia tersebut tidak membawa kebaikan sedikit pun, tetapi seperti disebutkan dalam firman Allah,
_"Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya."_ *(al-Furqaan; 24)*
Para ulama berbeda pendapat seputar maksud *(وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ)* Ibnu Abbas dan beberapa ulama lainnya berpendapat bahwa maksudnya adalah shalat lima waktu. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. juga, berdasarkan hadits yang telah disebutkan sebelum ini bahwa kalimat tersebut bermakna ucapan _subhanallah, wal-hamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar._
Jumhur ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kalimat *(وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ)* dalam ayat ini adalah bacaan-bacaan yang keutamaannya diriwayatkan dari Nabi saw. yaitu: _subhanallah, wal-hamdulillah, wa laa ilaaha illa Allah, wallahu akbar, wa laa hawla walaa quwwata illa billah al-'aliyyil 'azhiim._ Pendapat ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan An-Nasa'i dan Abu Said al-Khudriy.
Ibnu Abbas r.a. juga menambahkan pendapatnya bahwa maksud kalimat *(وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ)* adalah semua amal saleh, berupa perkataan maupun perbuatan yang kekal di akhirat. Pendapat ini dibenarkan oleh ath-Thabari. Al-Qurthubi menambahkan, "Pendapat ini yang paling benar, in syaa Allah karena segala sesuatu yang pahalanya kekal dapat disebut sebagai maksud dari kalimat tersebut". ====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
