YUUNUS (34)
Surah Yuunus Ayat 90-93
BAGIAN KELIMA: DITENGGELAMKANNYA FIR’AUN DAN BALATENTARANYA DAN DISELAMATKANNYA BANI ISRAIL
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini mengandung beberapa hukum berikut ini.
1. Terkadang Allah SWT menolong orang-orang lemah dan tertindas atas orang-orang yang bersikap keras dan kasar, sebagaimana Allah SWT telah menolong Musa dan saudaranya Harun karena kelemahan keduanya atas Fir'aun yang zalim dan bala tentaranya yang bersikap kasar, dimana negara mereka saat itu merupakan negara super power di zamannya.
2. Iman keputusasaan tidak berguna karena dia terjadi pada waktu terpaksa dan tidak ada lagi unsur pilihan serta telah habisnya waktu taklif, maka Allah SWT tidak menerima pernyataan keimanan Fir'aun ketika dia akan tenggelam dengan tiga arti yang saling menguatkan satu sama lainnya.
*Ar-Raazi* berkata Fir'aun beriman sebanyak tiga kali, yang pertama adalah kata-katanya (ءَامَنتُ) - Saya percaya, dan yang kedua adalah (لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓا۟ إِسْرَٰٓءِيلَ ۠) - tidak ada Ilah melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan yang ketiga adalah (وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ) - dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah), maka apa yang menjadi sebab ditolaknya tobat itu, dan Allah SWT Mahatinggi dari memiliki sifat murka dan dengki, sampai ada yang mengatakan membenarkan bahwa karena kedengkian itu pernyataan ini tidak diterima darinya? Jawabannya adalah bahwa Fir’aun beriman pada saat turunnya adzab Allah SWT dan sesungguhnya keimanan pada saat seperti ini tidak makbul karena pada saat turunnya adzab, keadaan menjadi terpaksa dan dalam keadaan seperti ini, tobat tidaklah di terima, dan oleh sebab ini Allah SWT berfirman:
_"Maka iman mereka ketika mereka telah melihat adzab Kami tidak berguna lagi bagi mereka."_ *(al-Mu'min :85)*
3. Fir'aun adalah seorang yang durhaka, kafir, sombong, membuat kerusakan di atas bumi ini dengan kesesatan dan menyesatkan manusia, maka dia berhak untuk mendapatkan penghinaan, pengingkaran dan ejekan.
4. Jasad Fir'aun telah diselamatkan dari tenggelam, nama aslinya adalah *Mumbath bin Rameses* (Rameses 11 - 1225 SM) dan jasadnya itu masih ada dan tersimpan di museum arkeologi Mesir di Kairo dan penulis telah menyaksikan sendiri, penulis saksikan pada jasad itu terdapat bekas-bekas air laut yang memutih yang tergambar di tulang dahi. Penyelamatan jasad ini merupakan ibrah dan nasihat bagi setiap orang yang mengaku-aku sebagai Tuhan dan kafir kepada Allah SWT maka orang itu lebih hina dari dia menjadi Tuhan karena sesungguhnya Tuhan itu tidaklah mati. Para ulama tafsir berpendapat Sesungguhnya Allah SWT telah menyelamatkan jasad Fir'aun setelah tenggelam karena manusia percaya padanya sebagai Tuhan, mereka menyatakan bahwa orang semisal dia tidak akan mati, maka Allah SWT berkehendak untuk memperlihatkannya kepada manusia atas kehinadinaan dan tercelanya hal itu agar mereka dapat benar-benar memastikan kematian Fir’aun dan mereka mengetahui bahwa orang yang sebelumnya berada pada puncak kekuasaan dan keperkasaannya, lalu dia menjadi orang yang sangat hina dina dan tercela, dan hal itu bisa menjadi ibrah dan pelajaran bagi semua makhluk dan agar dapat mencegah orang-orang yang selalu berbuat zalim.
5. Hinaan dan celaan atas sikap lengah dan tidak mau berpikir terhadap sebab-sebab kejadian yang besar dan akibat yang ditimbulkannya dalam sejarah.
6. Sesungguhnya dalam kisah ditenggelamkannya Fir’aun yang zalim menjadi ibrah dan pelajaran bagi orang-orang yang selalu mendustakan Nabi Muhammad saw. di mana mereka selalu menyombongkan diri dengan kekuatan dan kekayaan mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan kaumnya jauh lebih banyak jumlahnya dari mereka, lebih kuat dan lebih melimpah kekayaannya ketimbang mereka, dan Allah SWT telah menetapkan sunnah-Nya satu terhadap orang-orang yang durhaka yaitu pembinasaan dan penghancuran, baik itu di dunia maupun di akhirat kelak. Orang yang berakal dari mereka yang durhaka hendaklah menjadikan perkara itu sebagai ibrah dan pelajaran dan segera masuk ke jalan keridhaan Allah SWT dan beriman kepada-Nya, sehingga dia termasuk orang-orang yang selamat di akhirat,
_"Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal."_ *(Yuusuf: 111)*
7. Allah SWT telah memberikan nikmat yang begitu banyak kepada Bani Israil baik nikmat diniyah maupun duniawiyah, yang paling penting dari nikmat itu adalah penyelamatan mereka dari kezaliman Fir’aun dan pemberian rasa aman dan tenteram hidup di tanah Palestina di zaman dahulu, akan tetapi mereka tidak menjadikannya sebagai pelajaran dan ibrah.
Melainkan mereka malah kufur dengan nikmat-nikmat ini, mereka kafir kepada kerasulan Isa dan Muhammad. Mereka menjadi sama seperti yang lain yang pantas diturunkan adzab kepada mereka, diusir dari negeri Islam. Yang dimaksud dengan hal itu adalah keadaan Bani Israil yang dahulu dan mereka tinggal semasa dengan Nabi saw. karena mereka yang belakanganpun melakukan hal sama dan mereka berjalan di jalan orang-orang yang terdahulu. Ini merupakan penggabungan dari dua perdapat yang telah dikemukakan sebelumnya.
Mereka tidak berselisih dalam hal kerasulan Muhammad saw. dan kejujuran beliau sebelum beliau diangkat menjadi rasul, bahkan mereka telah sepakat atas kenabian beliau dan beriman dengannya sesuai dengan sifat-sifat yang telah dise¬ butkan dalam kitab-kitab mereka. Akan tetapi mereka berselisih setelah beliau diangkat sebagai rasul sebagai bentuk hasut, dengki, dan cinta mempertahankan status keagamaan dan kepemimpinan politik. Perselisihan mereka dengan imannya sebagian dari mereka dan kafirnya sebagian lain terjadi bukan karena kebodohan mereka atas hakikat dan sifat-sifat Muhammad saw. melainkan karena pengetahuan atas hakikat beliau itu karena sesungguhnya mereka mengenali beliau dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam kitab-kitab mereka sama seperti mereka mengenali anak-anak mereka.
8. Terbelahnya laut dengan tongkat menjadi dua belas belahan dan masing-masing belahan bagaikan gunung yang menjulang tinggi sebagai mukjizat terbesar bagi sayyidina Musa dan dengan mukjizat itu dapat diselamatkan orang-orang yang Mukmin dan ditenggelamkannya orang-orang yang kafir, untuk itu disunnahkan berpuasa di hari _'asyuraa'_ yang merupakan hari penyelamatan ini sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya ini.
9. Ketentuan dan hukum yang pasti yang tak terbantahkan akan terlihat jelas perihal orang-orang yang berselisih dari Bani Israil dan lainnya tentang penerimaan dakwah dan seruan Muhammad saw, di mana Allah SWT akan menyelamatkan mereka yang benar dan akan membinasakan mereka yang batil.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
