YUUNUS (33)
Surah Yuunus Ayat 88-89
BAGIAN KEEMPAT: SUMPAH SERAPAH MUSA A.S. BAGI FIR’AUN DAN PARA PEMUKA KAUMNYA
وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَآ إِنَّكَ ءَاتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُۥ زِينَةًۭ وَأَمْوَٰلًۭا فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا۟ عَن سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا ٱطْمِسْ عَلَىٰٓ أَمْوَٰلِهِمْ وَٱشْدُدْ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا۟ حَتَّىٰ يَرَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ ٨٨
*Artinya*: _Musa berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Firʻawn dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih"._
قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَٱسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَآنِّ سَبِيلَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ٨٩
*Artinya*: _AlIah berfirman, "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui"._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini menunjukkan hal berikut.
1. Sesungguhnya doa Musa dan Harun seperti doa Nuh a.s yang tak lain adalah setelah frustasi dari keimanan kaumnya, setelah waktu yang begitu lama dan panjang dari Nabi Musa berdakwah kepada agama yang hak, sementara kaumnya terus dalam keadaan kafir dan tidak mau meninggalkan kekafiran itu, dan setelah habisnya kesabaran Musa.
Semua itu tidak terjadi kecuali setelah adanya izin dari Allah SWT karena sesungguhnya tugas para rasul adalah mengajak kepada keimanan kaum mereka, dan seorang nabi tidak boleh mendoakan keburukan atas kaumnya kecuali dengan izin dari Allah SWT dan setelah adanya pemberitaan dari-Nya bahwa dalam kaum itu tidak ada yang beriman dan tidak keluar dari keturunan mereka yang akan beriman; dengan dalil firman Allah SWT kepada Nuh a.s,
_"Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja)."_ *(Huud: 36)*
Dan ketika itu Nuh berdoa.
_"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi."_ *(Nuh: 26)*
2. Ayat ini dijadikan hujjah bagi orang yang mengatakan sesungguhnya makmum da¬ lam shalat yang mengamini bacaan surah al-Fatihah statusnya sama dengan membacanya karena Musa membaca doa dan Harun yang mengamini doanya.
Dan mengamini doa adalah dengan mengucapkan aamiin, dan kata-kata kamu aamiin adalah sebuah doa yang artinya wahai Tuhanku kabulkanlah untukku.
3. Sesungguhnya pengijabahan doa ada waktu-waktu khususnya dalam ilmu Allah SWT dan ketentuan-Nya, dan tidak hanya sekadar keinginan hamba yang berdoa, melainkan sesuai dengan keinginan Allah SWT dan sesungguhnya meminta disegerakan ijabah doa adalah sikap bodoh yang tidak pantas dengan sopan santun kepada Allah SWT dan itu pun bisa juga sebagai bentuk keraguan dalam keyakinan kepada janji Allah SWT yang akan mengijabah orang yang berdoa jika dia memanjatkannya, untuk itu Allah SWT berfirman kepada Musa dan Harun (قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَٱسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَآنِّ سَبِيلَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ). "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui" yaitu janganlah kamu berdua mengikuti jalan orang tidak mengetahui hakikat janji dan ancaman-Ku.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
