Surah Yuunus Ayat 94-97

YUUNUS (35)

Surah Yuunus Ayat 94-97

PENEGASAN KEBENARAN AL-QUR’AN TENTANG FIRMAN, JANJI DAN ANCAMAN-NYA

فَإِن كُنتَ فِى شَكٍّۢ مِّمَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ فَسْـَٔلِ ٱلَّذِينَ يَقْرَءُونَ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَآءَكَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ ٩٤

*Artinya*: _Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhan-mu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu._

وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ ٩٥

*Artinya*: _Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang merugi._

إِنَّ ٱلَّذِينَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَتُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ ٩٦

*Artinya*: _Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhan-mu, tidaklah akan beriman1#,_
1#- Kalimat di sini berarti "ketetapan" . Maksud ayat ini ialah orang-orang yang telah ditetapkan Allah dalam Lawḥ Maḥfūẓ bahwa mereka akan mati dalam kekafiran; selamanya tidak akan beriman.

وَلَوْ جَآءَتْهُمْ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ ٩٧

*Artinya*: _meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih._

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut ini.

1. Al-Qur'an adalah benar dan kenabian Muhammad saw. juga benar. Dalil-dalil penetapan kebenarannya adalah keshadiqan keduanya dalam mengabarkan kisah-kisah para nabi dan rasul, kebenaran kabar tentang kejadian-kejadian yang akan datang dan juga seperti banyak diisyaratkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan kebenaran yang ada di dalam Al-Qur’an dan al-Hadits.

2. Asumsi keraguan terkadang memberi manfaat pada penetapan yang sebaliknya, yaitu keyakinan. Dan teori ini biasa digunakan para filosof seperti Dicart.

3. Wajib bagi orang yang mendapati keraguan tentang suatu perkara untuk segera menanyakannya kepada ulama, sampai hilang keraguannya dan menjadi yakin dan mantap aqidahnya.

4. _Khitab_ pada penggalan dua ayat yang pertama, yaitu ayat (فَإِن كُنتَ فِى شَكٍّۢ) dan (فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ) tertuju kepada Nabi Muhammad saw., namun yang dimaksudkan adalah kaumnya. *Husain bin al-Fadhl* berkata: "Huruf Fa jika bersama dengan huruf syarat, maka berarti tidak wajib dan tidak tetap pekerjaan itu. Dalilnya sabda Nabi saw. ketika diturunkan ayat ini, _"Demi Allah, sungguh aku tidak ragu sedikit pun."_

5. Penjelasan tentang kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad saw. tertuju kepada orang-orang Yahudi yang masuk Islam, seperti *Abdullah bin Salam*.

6. Orang-orang yang telah menjadi ketetapan atas mereka murka dan kebencian Allah dengan kemaksiatannya, sungguh mereka tidak akan beriman meskipun datang kepada mereka tanda-tanda yang mereka tuntut. Jika mereka beriman ketika turunnya adzab atas mereka, sungguh tidak akan bermanfaat keimanan mereka karena yang demikian itu merupakan iman atas dasar keputusasaari; memohon perlindungan, keterpaksaan, dan tobat orang yang telah putus asa.

7. Madzhab Ahlus Suunnah berpegang teguh dengan ayat ini dalam penetapan kepastian _Qadhaa_' dan wajibnya _Qadar_. Pengarang Tafsir al-Kasysyaaf berkata tentang ayat ini bahwa telah ditetapkan atas mereka ketentuan Allah SWT yang Dia tulis dalam lembaran-lembaran, dan para malaikat memberi kabar bahwa mereka pasti mati dalam keadaan kafir dan tidak dalam keadaan seain kafir, yang demikian itu adalah ketentuan yang diketahui, bukan ketentuan yang disembunyikan.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login