━━━━━━━┓
*TERJEMAH HARI KE-225*
┗━━━━━━━━━━━━●✨
*Ahad, 19 Juli 2026/04 Safar 1448 H*
Membaca Halaman 449-450 (QS. As-Saffat:77-126)
┏━━━━꧁☆ꦿ⃔¤꧂━━━┓
﴿ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴾
﴿ وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبَاقِيْنَ ٧٧ ﴾
77. Kami menjadikan keturunannya orang-orang yang bertahan (di bumi).
﴿ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ ٧٨ ﴾
78. Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,
﴿ سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ ٧٩ ﴾
79. “Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di semesta alam.”
﴿ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ٨٠ ﴾
80. Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
﴿ اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ ٨١ ﴾
81. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
﴿ ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ ٨٢ ﴾
82. Kemudian, Kami menenggelamkan yang lain.
﴿ ۞ وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ ٨٣ ﴾
83. Sesungguhnya Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).646)
646) Maksudnya, keduanya mempunyai kesamaan dalam hal keimanan kepada Allah Swt. dan pokok-pokok ajaran agama.
﴿ اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ ٨٤ ﴾
84. (Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,647)
647) Mengikhlaskan hatinya kepada Allah dengan sepenuhnya.
﴿ اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ ٨٥ ﴾
85. ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah itu?
﴿ اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ ٨٦ ﴾
86. Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah?
﴿ فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ٨٧ ﴾
87. Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?”
﴿ فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ ٨٨ ﴾
88. Lalu, dia (Ibrahim) memandang sekilas ke arah bintang-bintang,
﴿ فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ ٨٩ ﴾
89. kemudian dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
﴿ فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ ٩٠ ﴾
90. Mereka lalu berpaling darinya seraya meninggalkannya.
﴿ فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ ٩١ ﴾
91. Kemudian, dia langsung menuju ke berhala-berhala mereka (secara diam-diam), lalu berkata, “Mengapa kamu tidak makan?64
648 ) Pertanyaan tersebut diajukan sebagai ejekan pada berhala-berhala yang diberi sajian makanan, tetapi tidak bisa memakannya.
﴿ مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ ٩٢ ﴾
92. Mengapa kamu tidak menjawab?”
﴿ فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ ٩٣ ﴾
93. Dia lalu menghadap ke (berhala-berhala) itu sambil memukul dengan tangan kanan(-nya).
﴿ فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ ٩٤ ﴾
94. Kemudian, mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
﴿ قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ ٩٥ ﴾
95. Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
﴿ وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ ٩٦ ﴾
96. Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.”
﴿ قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ ٩٧ ﴾
97. Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuk (membakar)-nya, lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
﴿ فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ ٩٨ ﴾
98. Mereka bermaksud memperdayainya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami menjadikan mereka orang-orang yang hina.
﴿ وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ ٩٩ ﴾
99. Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku akan pergi (menghadap) kepada Tuhanku.649) Dia akan memberiku petunjuk.”
649) Nabi Ibrahim a.s. pergi ke suatu negeri agar dapat menyembah Allah dan berdakwah.
﴿ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ١٠٠ ﴾
100. (Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”
﴿ فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ ١٠١ ﴾
101. Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak (Ismail) yang sangat santun.
﴿ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ١٠٢ ﴾
102. Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”
﴿ فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ ١٠٣ ﴾
103. Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah),
﴿ وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ ١٠٤ ﴾
104. Kami memanggil dia, “Wahai Ibrahim,
﴿ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ١٠٥ ﴾
105. sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
﴿ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ ١٠٦ ﴾
106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
﴿ وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ ١٠٧ ﴾
107. Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar.650)
650) Peristiwa itu menjadi dasar disyariatkannya penyembelihan hewan kurban pada hari raya Iduladha.
﴿ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ ١٠٨ ﴾
108. Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,
﴿ سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ ١٠٩ ﴾
109. “Salam sejahtera atas Ibrahim.”
﴿ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ١١٠ ﴾
110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
﴿ اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ ١١١ ﴾
111. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
﴿ وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ ١١٢ ﴾
112. Kami telah memberinya kabar gembira tentang (akan dilahirkannya) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh.
﴿ وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ ١١٣ ﴾
113. Kami melimpahkan keberkahan kepadanya dan Ishaq. Sebagian keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
﴿ وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ ١١٤ ﴾
114. Sungguh, Kami benar-benar telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
﴿ وَنَجَّيْنٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۚ ١١٥ ﴾
115. Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.
﴿ وَنَصَرْنٰهُمْ فَكَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَۚ ١١٦ ﴾
116. Kami telah menolong mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.
﴿ وَاٰتَيْنٰهُمَا الْكِتٰبَ الْمُسْتَبِيْنَ ۚ ١١٧ ﴾
117. Kami telah menganugerahkan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas (Taurat).
﴿ وَهَدَيْنٰهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۚ ١١٨ ﴾
118. Kami telah membimbing keduanya ke jalan yang lurus.
﴿ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ ١١٩ ﴾
119. Kami telah mengabadikan untuk keduanya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,
﴿ سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ١٢٠ ﴾
120. “Salam sejahtera atas Musa dan Harun.”
﴿ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ١٢١ ﴾
121. Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
﴿ اِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ ١٢٢ ﴾
122. Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
﴿ وَاِنَّ اِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ ١٢٣ ﴾
123. Sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul.
﴿ اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَلَا تَتَّقُوْنَ ١٢٤ ﴾
124. (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
﴿ اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخٰلِقِيْنَۙ ١٢٥ ﴾
125. Apakah kamu terus menyeru Ba‘l651) dan meninggalkan sebaik-baik pencipta,
651) Ba‘l adalah nama salah satu berhala bangsa Fenisia yang hidup di wilayah yang saat ini menjadi negara Lebanon dan Suriah.
﴿ اللّٰهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ ١٢٦ ﴾
126. Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”
┗━━━━꧁☆ꦿ⃔¤꧂━━━┛
Best regards,
*Team Kurikulum Evaluasi KKTA 4 plus 2025/2026*
*Komunitas One Day One Juz*
