AT-TAUBAH (34)
SURAH AT-TAUBAH: 86-89
PERMINTAAN IZIN PARA TOKOH MUNAFIK UNTUK TIDAK IKUT BERJIHAD DAN SEMANGAT ORANG-ORANG MUKMIN UNTUK BERJIHAD
وَإِذَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَجَـٰهِدُوا۟ مَعَ رَسُولِهِ ٱسْتَـْٔذَنَكَ أُو۟لُوا۟ ٱلطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا۟ ذَرْنَا نَكُن مَّعَ ٱلْقَـٰعِدِينَ ٨٦
*Artinya:* _Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang munafik itu), "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk".1#_
1#)- Maksudnya orang-orang yang tidak ikut pergi berperang.
رَضُوا۟ بِأَن يَكُونُوا۟ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ ٨٧
*Artinya:* _Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang1#, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad)._
1#)- Maksudnya ialah wanita-wanita, anak-anak, orang-orang lemah, orang-orang yang sakit, dan orang-orang yang sudah tua.
AT-TAUBAH (33)
SURAH AT-TAUBAH: 83-85
LARANGAN BAGI ORANG-ORANG MUNAFIK UNTUK BERJIHAD, LARANGAN MENSHALATI MAYAT MEREKA DAN PERINGATAN AGAR TIDAK TERTIPU OLEH HARTA DAN ANAK-ANAK MEREKA
*Sebab Turunnya Ayat (84)*
*Imam Bukhari dan Imam Muslim* meriwayatkan dari *Ibnu Umar r.a.*, dia mengatakan bahwa, "Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia, anaknya mendatangi Rasulullah saw. dan meminta baju beliau untuk mengkafani ayahnya, dan Rasulullah saw. pun memberikannya. Kemudian dia juga meminta kepada beliau untuk menshalatinya. Dengan demikian, Rasulullah saw. bangkit untuk pergi menshalatinya. Lalu Umar dengan serta merta berdiri dan memegang baju beliau sembari mengatakan bahwa. Wahai Rasulullah, apakah Anda akan menshalatinya, sedangkan Tuhanmu telah melarangmu untuk menshalati orang-orang munafik? Beliau menjawab,
AT-TAUBAH (32)
SURAH AT-TAUBAH: 81-82
KEGEMBIRAAN ORANG-ORANG MUNAFIK YANG TIDAK IKUT BERJIHAD DI PERANG TABUK
فَرِحَ ٱلْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَـٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓا۟ أَن يُجَـٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَالُوا۟ لَا تَنفِرُوا۟ فِى ٱلْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّۭا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ ٨١
*Artinya:* _Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata, "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah, "Api neraka jahanam itu lebih sangat panas(nya)", jika mereka mengetahui._
فَلْيَضْحَكُوا۟ قَلِيلًۭا وَلْيَبْكُوا۟ كَثِيرًۭا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ ٨٢
*Artinya:* _Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan._
*Sebab Turunnya Ayat (81)*
*Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, dia mengatakan bahwa, "Rasulullah saw. memerintahkan orang-orang untuk berangkat perang dan ketika itu sedang musim panas. Lalu sejumlah orang mengatakan bahwa, "Wahai Rasulullah, cuaca sangat panas dan kami tidak dapat pergi, karena kami tidak pergi berperang dalam cuaca panas." Lalu Allah menurunkan ayat (قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّۭا ۚ لَّوْ كَانُوا۟ يَفْقَهُونَ).
AT-TAUBAH (31)
SURAH AT-TAUBAH: 79-80
CELAAN ORANG-ORANG MUNAFIK TERHADAP ORANG-ORANG MUKMIN DAN TIDAK ADANYA AMPUNAN BAGI MEREKA
ٱلَّذِينَ يَلْمِزُونَ ٱلْمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ فِى ٱلصَّدَقَـٰتِ وَٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ ٱللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٧٩
*Artinya:* _(Orang-orang munafik itu), yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih._
ٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِن تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةًۭ فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ ٨٠
*Artinya:* _Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik._
Halaman 76 dari 197