urah Maryam Ayat 23-26

*MARYAM (4)*
 
*KELAHIRAN NABI ISA DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG MENYERTAINYA*

*Surah Maryam Ayat 23-26*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut:

1. Rasa sakit ketika kontraksi dan melahirkan merupakan hal yang umum dirasakan oleh para perempuan saat melahirkan. Rasa sakit tersebut seperti yang dirasakan ketika meninggal dunia. Oleh karena ketika itu seorang perempuan memerlukan bantuan dan perhatian, sedangkan *Sayyidah Maryam* tidak mendapati seorang pun yang membantunya kecuali sebatang pohon kurma. Oleh karena itu, dia pun bersandar dan berpegangan padanya, seperti perempuan hamil yang berpegangan pada benda yang ada di dekatnya ketika merasakan sakitnya melahirkan.

2. Berangan-angan untuk mati dibolehkan ketika dalam kondisi seperti Maryam. Ketika itu Maryam berangan-angan untuk mati terkait masalah agama karena dua sebab:

- _Pertama,_ dia khawatir orang-orang akan berburuk sangka dan melecehkan agamanya, sehingga membuatnya tertimpa fitnah.

- _Kedua,_ agar orang-orang tidak terjatuh dalam fitnah dan menuduh orang yang tidak bersalah berbuat zina karena hal itu perbuatan celaka.

Maryam sangat takut karena menjaga agamanya dan agama orang lain agar tidak terperosok dalam perbuatan dosa.

3. Banyak riwayat menyebutkan bahwa *Sayyidah Mayam* melahirkan Isa ketika kandungannya berusia delapan bulan dan Isa terlahir dengan selamat, dan ini adalah kekhususannya. Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa *Sayyidah Maryam* melahirkan Isa a.s. ketika kandungannya berusia sembilan bulan, ada juga yang mengatakan ketika usianya enam bulan.

Sedangkan, *Ibnu Abbas,* sebagaimana telah disebutkan, berpendapat bahwa Maryam mengandung dan langsung melahirkan ketika itu juga karena Allah SWT menyebutkan bahwa Maryam menyepi langsung setelah terjadi kehamilan.

4. Proses kelahiran Isa a.s. oleh ibunya disertai dengan berbagai karunia Allah SWT, yaitu Jibril memberi tahunya bahwa Allah menjadikan sebuah sungai kecil di bawahnya sebagai air minum untuknya dan dijatuhkannya buah-buah kurma yang sudah masak. Ada yang mengatakan bahwa pohon kurma tersebut berbuah untuk Maryam dan buahnya dapat dimakan serta dipetik berkat kekuasaan Allah. Allah juga membuat Maryam bahagia dan menghilangkan kesusahan dan kesedihan dari dalam hatinya. Allah memerintahkannya melalui Jibril agar tidak berbicara kepada orang lain agar tidak lelah berdialog, berdebat, dan membantah tuduhan-tuduhan atasnya. Ia pun menyerahkan hal tersebut kepada anaknya yang oleh Allah diberi kemampuan untuk berbicara saat masih dalam buaian untuk membela ibunya, menghilangkan rasa malunya, dan menampakkan kekuasaan Allah sehingga menjadi jelas bahwa Maryam tidak bersalah. Semua ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang luar biasa yang Allah tampakkan ketika Isa terlahir.

5. Para ulama menggunakan ayat ini sebagai dalil bahwa walaupun rezeki telah dipastikan oleh Allah, tetapi Allah tetap mengaitkannya dengan usaha, dan memerintahkan manusia untuk mengusahakannya. Dalam ayat ini Allah memerintahkan Maryam untuk menggoyang pohon kurma agar ia melihat tanda kekuasaan-Nya. Tanda kekuasaan tersebut adalah pohon kurma tidak bergerak saat ketika Maryam menggoyangnya karena batangnya yang keras, kuat, dan tebal.

6. Perintah untuk berusaha mencari rezeki merupakan sunnatullah pada hamba-hamba-Nya. Hal ini tidak bertentangan dengan tawakal. Karena tawakal kepada Allah adalah setelah berusaha. Sebelum melahirkan, Maryam diberi rezeki oleh Allah tanpa usaha darinya sebagai sebuah pemuliaan khusus terhadapnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT:

_".... Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya....."_ *(Aali-Imraan: 37)*

Ketika Maryam melahirkan, ia diperintahkan untuk menggoyang pohon kurma. Hal ini karena sebelum melahirkan, ia selalu menggunakan seluruh waktunya untuk beribadah. Ia tidak pernah sibuk dengan lelahnya mencari rezeki. Ketika ia melahirkan Isa dan rasa cinta terhadap anaknya muncul serta hatinya sibuk dengan masalah anaknya, ia pun diperintahkan untuk bekerja. Ia pun dikembalikan kepada kebiasaan yang berlaku, yaitu mengambil sebab, seperti para hamba pada umumnya.

7. Kurma adalah makanan terbaik untuk para perempuan ketika nifas. Kurma juga makanan terbaik untuk men- _tahnik_ (menyuapi anak kecil dengan makanan yang dilembutkan di mulut orang saleh) bayi yang baru dilahirkan. Sehingga jika seorang perempuan kesulitan untuk melahirkan, tidak ada makanan yang lebih baik baginya selain kurma, juga tidak ada yang lebih baik bagi orang yang sakit selain madu.

8. Di dalam perintah terhadap Maryam untuk tidak berbicara terkandung dalil bahwa diam saat menghadapi orang yang bodoh adalah wajib. Termasuk orang yang paling hina adalah orang bodoh yang tidak mendapati orang lain yang menjadi sasaran kebodohannya.

9. Bernazar untuk tidak berbicara kepada siapa pun, atau bernazar untuk diam adalah hal yang dibolehkan dalam syari'at Musa dan Isa, namun ia tidak dibolehkan dalam syari'at kita. Dalam syari'at kita tidak boleh bernazar untuk diam karena hal itu menyulitkan dan menyiksa diri sendiri, seperti bernazar untuk berdiri di bawah terik matahari dan hal-hal lain sejenis yang tidak dibolehkan oleh Nabi saw.. Ibnu Mas'ud juga memerintahkan orang yang melakukan hal itu untuk berbicara, sebagaimana riwayat sebelumnya. Inilah yang benar; berdasarkan hadits Abu Israel, yang bernazar untuk berpuasa dan berdiri di bawah terik matahari. Lalu Rasulullah saw. memerintahkannya untuk berbicara, melanjutkan puasanya dan berteduh. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibnu Abbas r.a.. Ibnu Zaid dan as-Suddi, sebagaimana telah disebutkan, berkata, _"Dahulu, sunnah puasa dalam syari'at mereka adalah tidak makan dan tidak bicara. Sedangkan, dalam syari'at kita, sunnah dalam puasa adalah menahan diri dari kata-kata yang buruk."_ Rasulullah saw., sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a., bersabda:

(إِذَا كَا نَ أَحَدُكُمْ صَا ئِمًا يَرْ فُثْ وَلَا يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤُ شَا تَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّيْ صَا ئِمٌ) 

_"Jika salah seorang dari kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan bertindak bodoh. Apabila ada seseorang mengajaknya bertengkar atau mencacinya, hendaknya ia berkata,'Saya sedang berpuasa."_ *(HR Bukhari dan Muslim)*

Diriwayatkan juga oleh al-Bukhari, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda:

(مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ والْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَا مَهُ وَشَرَا بَهُ)

_"Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan melakukannya maka Allnh tidak memedulikan (tidak menerima) perbuatannya meninggalkan makanan dan minuman (puasanya)"_ *(HR Bukhari, Abu Dawut, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah)* ====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login