Surah Maryam Ayat 16-22

*MARYAM (3)*
 
*KISAH MARYAM MENGANDUNG ISA*

*Surah Maryam Ayat 16-22*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ini adalah awal kisah Sayyidah Maryam. Di dalamnya Allah SWT menceritakan prosesnya mengandung Isa a.s. dengan menjelaskan beberapa hal sebagai pendahuluan dalam rangka menunjukkan kehormatan dan keterjagaan Maryam.

Maryam menjauh dari keluarganya di sebelah timur Baitul Maqdis untuk menyepi, beribadah dan bermunajat kepada Allah. Lalu Allah mengutus Jibril dalam wujud seorang manusia dengan wajah yang rupawan kepada Maryam. Karena, Maryam tidak akan mampu untuk melihat Jibril dalam bentuknya yang asli sebagai malaikat. Ketika Maryam melihat seorang laki-laki rupawan telah menerobos masuk ke dalam tempat ibadahnya, ia mengira laki-laki tersebut ingin berbuat jahat kepadanya. Maka ia berlindung kepada Allah darinya, jika laki-laki tersebut termasuk orang yang bertakwa.

Jibril lalu memberi tahu Maryam bahwa dia adalah utusan Allah untuk memberinya seorang anak laki-laki yang suci dan bersih dari dosa dan kemaksiatan. fibril menyebut pemberian tersebut dari dirinya karena ia yang menjadi perantara dan ia menjadi pihak yang diutus untuk memberi tahu tentang pemberian anak tersebut dari Allah SWT.

Diriwayatkan bahwa Jibril, ketika mengatakan hal tersebut kepada Maryam, ia mengembuskan tiupan ke dalam lubang lengan baju Maryam. Maryam pun bertanya-tanya tentang cara ia dapat melahirkan seorang anak laki-laki. Pertanyaan Maryam tersebut bukan karena menafikan kekuasaan Allah SWT melainkan karena ia ingin tahu tentang bagaimana anak tersebut akan terlahir; apakah dari suami yang akan ia nikahi nanti ataukah Allah telah menciptakannya? Sedangkan saat ini dia tidak bersuami, juga tidak pernah berbuat zina. Maryam mengatakan hal ini sebagai penegas karena ucapannya, (لَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌ) tidak seorang manusia pun pernah menyentuhku, mencakup cara yang halal dan yang haram.

Maka Jibril menjawab, _"Hal ini telah menjadi qadha dan qadar Allah dari sejak azali karena hal telah ada dalam pengetahuan-Nya yang Qadim. Hal tersebut merupakan perkara yang mudah bagi-Nya karena Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia telah menciptakan Isa dari seorang ibu, tanpa seorang ayah. Hal ini agar menjadi bukti dan tanda akan kekuasaan-Nya yang luar biasa tentang cara penciptaan-Nya yang berbeda-beda. Isa, dengan kenabiannya akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman. Hal tersebut merupakan perkara yang telah ditetapkan Allah dalam catatan-Nya."_

Maryam kemudian berserah diri kepada _qadha dan takdir_ Allah. Setelah hamil, ia pun menyepi di sebuah tempat yang jauh karena malu kepada kaumnya dan untuk menghindari tuduhan dan ejekan orang-orang karena ia melahirkan tanpa seorang suami.

Ibnu Abbas berkata, "Maryam pergi ke lembah yang paling jauh, yaitu lembah Betlehem yang jaraknya empat mil dari Iliya (Baitul Maqdis)." Ibnu Abbas juga berkata, "Ketika terjadi kehamilan, Maryam langsung melahirkan saat itu jugal" Al-Qurthubi berkata, "lnilah yang dapat dipahami dengan jelas karena Allah SWT menyebutkan menyepinya Maryam langsung setelah terjadinya kehamilan."

Para ulama lainnya mengatakan bahwa masa kehamilan Maryam adalah seperti umum terjadi pada perempuan. Karena, penggunaan _ta'qiib_ (huruf fa') untuk sesuatu, sesuai dengan kondisinya masing-masing.

Seperti firman Allah SWT:

_"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yqng kukuh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, pencipta yang paling baik."_ *(al-Mu'minuun: 12-14)*

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim terdapat hadits yang mengatakan bahwa setiap fase dari fase-fase yang disebutkan dalam ayat di atas berlangsung selama empat puluh hari. 

Dan firman Allah SWT:

_"Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit, sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Mahahalus, Maha Mengetahui"_ *(al-Hajj: 63)*

Ibnu Katsir berkata, "Pendapat yang terkenal dan lebih jelas-dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu-adalah Maryam mengandung Isa a.s. sebagaimana terjadi pada para perempuan pada umumnya."

Muhammad bin Ishaq berkata, "Setelah Maryam mengandung Isa, dia memenuhi tempat airnya dan kembali ke tempatnya. Tiba-tiba darahnya terasa berhenti mengalir dan dia mengalami rasa sakit, letih demam, dan pucat seperti dialami orang-orang yang mengandung. Hingga lidahnya pun menjadi kelu. Tidak ada satu keluarga pun yang mengalami seperti apa yang dialami keluarga Zakariya. Lalu kisahnya pun tersebar di kalangan Bani Isra'il.

Orang-orang berkata, "Sesungguhnya, yang menghamilinya adalah Yusuf si tukang kayu (dan dia adalah seorang laki-laki saleh yang masih kerabat Maryam. Yusuf selalu berada di tempat ibadah bersamanya untuk berkhidmat di Baitul Maqdis. Di tempat ibadah itu tidak ada orang lain bersama Maryam selain Yusuf). Maryam lalu menutupi dirinya dari orang-orang dan membuat hijab atau penutup untuk tempatnya, sehingga tidak seorang pun yang melihatnya dan ia juga tidak melihat siapa pun."

Tampaknya cukup bagus jika saya sebutkan potongan dialog antara Yusuf an-Najjar (Yusuf si tukang kayu) dan Maryam yang disebutkan oleh ats-Tsa'alabi di dalam kitab al-Araa'is dari Wahab, ia berkata, _"Wahai Maryam, beritahulah aku, apakah tanaman akan tumbuh tanpa benih, apakah pohon akan tumbuh tanpa disiram dan apakah anak dapat terlahir tanpa perantara seorang laki-laki?"_ Maryam menjawab, "lya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ketika pertama kali menciptakannya tanpa benih. Benih tersebut ada karena tanaman yang ditumbuhkan oleh Allah tanpa benih tadi. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah SWT menumbuhkan Pohon tanpa disiram dan dengan kekuasaan-Nya Dia menjadikan air sebagai kehidupan bagi pohon setelah Dia menciptakan semua makhluk-Nya satu per satu. Apakah kamu mengatakan bahwa Allah SWT tidak mampu menumbuhkan pohon kecuali jika dibantu oleh air dan jika bukan karena air Dia tidak mampu menumbuhkannya?" Yusuf menjawab, 'Aku tidak mengatakan hal itu. Karena aku iuga mengatakan bahwa Allah Mahakuasa atas apa yang Dia kehendaki. Dia berkata kepada sesuatu yang Dia kehendaki itu,'Jadilah', sesuatu itu pun terjadi."

Maryam pun berkata kepadanya,'Ataukah kamu tidak tahu bahwa Allah menciptakan Adam dan istrinya tanpa perantara orang laki-laki dan perempuan?"

Ketika itu, keraguan pun hilang dari hati Yusuf an-Najjar.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login