Surah al-Israa’ Ayat 90-93

*AL-ISRAA' (19)*
 
*PERMINTAAN ORANG-ORANG MUSYRIK AGAR DITURUNKAN SALAH SATU DARI ENAM TANDA KEKUASAAN ALLAH*

*Surah al-Israa’ Ayat 90-93*

*Sebab Turunnya Ayat*

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa para pemimpin Quraisy berkumpul di sisi Ka'bah. Mereka berkata, "Utuslah orang untuk menemui Muhammad agar dia mendatangi kalian, lalu berbicaralah kepadanya dan debatlah dia hingga kalian terbebas darinya." Utusan mereka lalu mendatangi beliau dan berkata, "Sesungguhnya para pemimpin kaummu telah berkumpul untuk berbicara kepadamu." Beliau pun lalu segera mendatangi mereka karena beliau ingin memberi petunjuk kepada mereka. Mereka berkata kepada beliau, "Wahai Muhammad, demi Allah, sesungguhnya kami tidak mengetahui ada seorang pun dari bangsa Arab yang berbuat terhadap kaumnya seperti yang kamu lakukan. Sungguh kamu telah mencaci para nenek moyang mereka, mencela agama mereka, menghinakan harapan mereka dan memecah-mecah kesatuan mereka. Jika kamu datang dengan agamamu ini hanya untuk mencari harta, kami akan memberimu harta yang membuatmu paling kaya di antara kami. Jika kamu menginginkan kehormatan di antara kami, kami akan menjadikanmu sebagai tuan. Dan jika yang mendatangimu adalah berasal dari jin, kami akan menggunakan harta kami untuk mencari tabib yang dapat menyembuhkanmu atau kami dibebaskan darimu."

Rasulullah saw. bersabda kepada mereka, "Saya tidaklah seperti yang kalian kira. Saya tidaklah datang kepada kalian untuk meminta harta, kehormatan dan kekuasaan atas kalian. Akan tetapi Allah mengutus saya kepada kalian sebagai rasul. Jika kalian menerima apa yang saya bawa, itu adalah keberuntungan bagi kalian di dunia dan di akhirat. Jika kalian menolaknya, saya bersabar untuk menunaikan perintah Allah, hingga Allah memutuskan antara saya dan kalian."

Mereka lalu berkata, "Wahai Muhammad, jika kamu tidak mau menerima tawaran kami, kamu sudah tahu bahwasanya tidak ada yang lebih sempit negerinya dan lebih sulit kehidupannya dari kita, mintalah kepada Tuhanmu agar menjauhkan gunung-gunung ini, mengalirkan sungai-sungai dan membangkitkan nenek moyang kami yang terdahulu agar kami dapat bertanya kepada mereka apakah yang kamu katakan itu benar? Mintalah kepada Tuhanmu agar menjadikan taman-taman dan istana-istana dari emas dan perak yang membuatmu tidak memerlukan kami."

Allah lalu menurunkan ayat *(وَقَالُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ ٱلْأَرْضِ يَنۢبُوعًا)* Dan seterusnya.

Dalam riwayat lain dengan redaksi, "Lalu Allah menurunkan kepada beliau apa yang dikatakan oleh Abdullah bin Abi Umayyah."

Sa’id bin Manshur di dalam kitab Sunannya meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair tentang firman Allah *(وَقَالُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ لَكَ)*

Sa'id bin Jubair berkata, "Ayat ini turun pada saudara laki-laki Ummu Salamah."

Ini adalah hadits mursal yang sahih dan merupakan penguat bagi hadits sebelumnya, dan ia menguatkan riwayat yang salah satu perawinya tidak disebut namanya [majhul] di dalam sanadnya.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Sesungguhnya, orang-orang yang akalnya lemah dan pikirannya terbatas mengira bahwa Allah akan melakukan apa yang mereka inginkan, seperti para pemimpin yang berusaha menyenangkan para pengikutnya untuk mendapatkan keuntungan materi, manfaat, dan melancarkan urusannya.

Permintaan yang mereka ajukan disertai dengan adanya tantangan, pengingkaran, dan upaya untuk melemahkan, bukan untuk mencapai keimanan dan mengetahui hakikat kenabian. Seandainya mereka ingin benarbenar mengetahui hakikat kenabian, tentu Al-Qur’an yang merupakan sebuah mukjizat cukup untuk meyakinkan mereka dan satu ayat sudah cukup bagi mereka untuk menunjukkan kebenaran nabi tersebut.

Mereka meminta agar didatangkan satu dari enam kekuasaan Allah, yaitu sebagai berikut.

Memancarkan banyak mata air di Mekah. Menciptakan taman-taman dan kebun-kebun yang di tengahnya terdapat sungai yang mengalir.

Jatuhnya kepingan-kepingan langit ke atas mereka sebagaimana yang mereka maksud dalam firman Allah SWT,

_"Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami Jatuhkan kepada mereka kepingankepingan dari langit."_ *(Saba': 9)* Mendatangkan Allah dan para malaikat yang terlihat secara langsung dan berhadapan dengan mereka. Lalu keduanya — Allah dan para malaikat — bersaksi akan kebenaran Rasulullah saw..

Nabi Muhammad saw. memiliki sebuah rumah atau istana dari emas.

Atau beliau naik ke langit. Mereka tidak akan beriman karena naiknya beliau ke langit, melainkan hingga beliau turun membawa sebuah catatan dari langit yang di dalamnya terdapat pembenaran bagi kenabian beliau, yaitu catatan Allah SWT yang ditujukan kepada setiap laki-laki dari mereka Hal ini sebagaimana firman Allah SWT,

_"Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaranlembaran (kitab) yang terbuka."_ *(al-Muddatstsir: 52)*

Allah membantah mereka dengan jawaban yang tegas, "Katakan wahai Muhammad, ‘Mahasuci Tuhanku.' Maksudnya, penyucian untuk Allah Azza wa Jalla dari ketidakmampuan melakukan sesuatu dan dari adanya bantahan terhadap perbuatan-Nya. Ada yang mengatakan bahwa ungkapan ini adalah keheranan terhadap berlebihannya kekafiran mereka dan usulan-usulan mereka.

Allah memerintahkan beliau untuk juga mengatakan, "Aku tidak lain hanyalah seorang manusia yang diutus dan aku mengikuti apa yang diwahyukan oleh Tuhanku kepadaku. Tuhanku mampu melakukan apa saja yang Dia kehendaki dari semua yang kalian minta itu yang bukan termasuk dalam kemampuan manusia. Apakah kalian pernah mendengar ada seorang manusia yang datang dengan tanda-tanda ini?”

Kesimpulan, Kekuasaan melakukan apa saja bukanlah di tangan manusia, melainkan di tangan Allah SWT.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login