AL-ISRAA' (18)
KEMUKJIZATAN' AL-QUR’AN
Surah al-Israa’ Ayat 86-89
Sebab Turunnya Ayat 88
Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Nabi saw. didatangi Salam bin Misykam bersama orang-orang Yahudi lainnya yang dia sebutkan namanya. Orang-orang Yahudi tersebut bertanya kepada beliau, "Bagaimana kami dapat mengikutimu, sedangkan kamu telah meninggalkan kiblat kami? Dan apa yang kamu bawa, kami lihat susunannya tidak bagus, tidak seperti Taurat. Turunkanlah kepada kami sebuah kitab yang kami ketahui. Jika tidak, kami akan mendatangkan kepadamu kitab yang seperti kamu bawa itu." Allah pun menurunkan ayat, *(...قُل لَّئِنِ ٱجْتَمَعَتِ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأْتُوا۟ بِمِثْلِ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِۦ )*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjelaskan besarnya karunia dan nikmat Allah kepada Nabi-Nya dengan menurunkan Al-Qur’an kepadanya, menjaganya di dalam dada, mengukuhkannya di dalam mushaf-mushaf, dan membuat umat beliau mendapatkan manfaat darinya hingga hari Kiamat. Sebagaimana Allah Mahakuasa untuk menurunkannya. Dia juga Mahakuasa untuk menghilangkannya hingga dilupakan oleh manusia, tetapi Allah tidak menghendaki hal itu karena kasih sayang kepada para hamba-Nya. Termasuk dalam anugerah Allah kepada Nabi-Nya juga adalah Dia menjadikan beliau sebagai sayyid (tuan) bagi anak cucuk Adam dan Dia memberi beliau kedudukan yang terpuji, sebagaimana Dia memberi beliau Kitab yang mulia.
Al-Qur'an adalah mukjizat yang abadi dan hujjah yang langgeng. Dengannya, Allah menantang seluruh orang Arab untuk mendatangkan semisalnya dan mereka tidak mampu untuk melakukannya, padahal mereka adalah para tokoh dalam kefasihan kata-kata dan para imam dalam balaghah dan keindahan bahasa. Pengetahuan mereka tentang kehidupan juga tidak kurang. Bukti akan hal ini ialah berbagai khadzanah yang diwariskan dari mereka pada masa Jahiliyyah berupa kata-kata hikmah, makna-makna yang indah dan nilai-nilai kemanusiaan yang terangkum di dalam prosa, ceramah-ceramah, dan syair.
Demi Allah, seandainya mereka bekerja sama dengan seluruh manusia dan dengan jin, dan mereka saling membantu dan saling menolong, sebagaimana para penyair yang saling membantu untuk membuat sebait syair, mereka tidak akan mampu untuk membuat sesuatu yang seperti Al-Qur’an. Ini merupakan pendustaan terhadap orang-orang kafir ketika mereka mengatakan,
_"Jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini."_ *(al-Anfaal: 31)*
Al-Qur'an tetap menjadi mukjizat abadi yang menyatakan bahwa ia berasal dari Allah SWT, ia adalah wahyu dari-Nya untuk Rasulullah saw. dan ia adalah hujjah Allah bagi para hamba-Nya hingga hari Kiamat. Barangsiapa kafir terhadapnya maka dia telah merugi dan binasa.
_Bayan_ atau penjelasan Al-Qur’an mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah kehidupan, obat pelipur bagi semua orang yang teraniaya dan terabaikan, penjelas bagi semua yang diperlukan oleh manusia dalam masalah-masalah agama, dunia, dan akhirat, serta penjelas bagi kebenaran yang terang benderang. Adapun penduduk Mekah dan orang-orang yang serupa dengan mereka hanya menginginkan kekafiran setelah jelasnya kebenaran dan terpisahnya ia dari kebatilan, padahal mereka memiliki kemampuan untuk mencari dan mengetahui kebenaran.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
