Surah al-Israa’ Ayat 61-65

AL-ISRAA' (13)

KISAH NABI ADAM DENGAN IBLIS, DAN PERINTAH ALLAH KEPADA PARA MALAIKAT UNTUK BERSUJUD KEPADA ADAM

Surah al-Israa’ Ayat 61-65

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal berikut.

1. Sikap terus membangkang dan sombong dari orang-orang musyrik terhadap Allah mengingatkan kepada kisah iblis ketika membangkang perintah Allah dan tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. Ketika itu, iblis berkata bahwa Nabi Adam berasal dari tanah, sedangkan dia berasal dari api, dan inti dari api lebih baik daripada inti tanah. Padahal inti dari semua benda adalah serupa. Iblis berkata kepada Allah, "Beritahukan kepadaku tentang makhluk yang Engkau utamakan melebihi diriku dan mengapa Engkau mengutamakannya?" Dengan gaya menantang ia juga berkata, "Sungguh, aku akan menggoda dan menyesatkan semua keturunan Adam. Aku juga akan mengganggu dan menyesatkan mereka kecuali sedikit saja dari mereka yang terjaga."

Yaitu yang disebutkan oleh Allah di dalam firman-Nya *()* iblis mengatakan semua ini hanya berdasarkan prasangkanya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT,

_"Dan sungguh, iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang Mukmin.”_ *(Saba': 20)*

Dia mengetahuinya berdasarkan karakter manusia yang di dalamnya terdapat unsur nafsu syahwat. Atau bisa juga berdasarkan kata-kata para malaikat,

_"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana."_ *(al-Baqarah: 30)*

Secara eksplisit, yang diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam ialah seluruh malaikat yang ada di bumi dan di langit. Para malaikat tersebut bersujud kepada Nabi Adam setelah sempurna kehidupannya.

2. Jawaban Allah SWT kepada iblis ketika itu sarat dengan penghinaan dan perendahan terhadapnya. Allah berfirman kepadanya *(إِنَّ عِبَادِى لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَـٰنٌۭ ۚ)* dan seterusnya.

Maksudnya, kerahkanlah semua kemampuanmu karena Kami telah menangguhkanmu. Barangsiapa dari keturunan Adam yang mematuhimu, balasan mereka adalah Jahannam.

Goda dan rayulah mereka dengan suaramu (ajakanmu) untuk bermaksiat kepada Allah SWT. Kerahkan semua tipu daya semampu kamu untuk menggoda mereka. Jadikan dirimu rekan mereka di dalam harta mereka, yaitu dengan membuat mereka membelanjakannya untuk kemaksiatan. Juga jadikan dirimu rekan mereka di dalam anak-anak mereka, yaitu dengan membuat mereka melahirkan anak-anak hasil perzinaan. Janjikan kepada mereka janji-janji palsu bahwasanya tidak ada hari Kiamat dan tidak ada hari perhitungan. Akan tetapi, kamu tidak memiliki kemampuan untuk menundukkan para hamba-Ku yang beriman yang saleh.

Cukuplah Allah sebagai penjaga dari seruan, tipu daya, dan kejahatan iblis.

Ayat *(وَٱسْتَفْزِزْ مَنِ ٱسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ)* al-Qurthubi berkata, "Ayat ini menunjukkan haramnya seruling, lagu dan mainan."

Suara setan adalah semua perkara yang menyeru kepada kemaksiatan, termasuk dalam suara atau perbuatan setan, serta apa yang dianggap bagus olehnya, wajib dijauhi.

Nafi' meriwayatkan bahwa pada suatu hari Ibnu Umar mendengar suara seruling. Lalu dia menutup dua jarinya di kedua telinganya dan membelokkan tunggangannya dari jalan yang sedang dia lewati. Lalu dia berkata, "Wahai Nafi’, apakah kamu masih mendengar suara seruling itu?" Saya menjawab, "Ya, saya masih mendengarnya." Ibnu Umar r.a. terus berjalan hingga saya katakan kepadanya, "Sekarang saya tidak mendengarnya lagi.” Lalu dia melepaskan dua jarinya dari kedua telinganya dan mengembalikan tunggangannya ke jalan yang pertama kali dia lewati, lalu dia berkata, "Saya melihat Rasulullah saw. mendengar suara seruling dari seorang penggembala lalu beliau melakukan apa yang saya lakukan tadi."===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login