Surah al-Israa’ Ayat 56-60

AL-ISRAA' (12)

BANTAHAN LAIN TERHADAP KERANCUAN BERPIKIR ORANG-ORANG MUSYRIK

Surah al-Israa’ Ayat 56-60

Sebab Turunnya Ayat

*1. Ayat 56*

*Bukhari* dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud r.a. dia berkata, "Dahulu golongan orang menyembah golongan jin, lalu para jin masuk Islam, namun orang-orang itu tetap menyembah jin-jin tersebut, maka Allah menurunkan ayat, *(....قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِۦ)*

Diriwayatkan bahwa ketika orang-orang Quraisy tertimpa kekeringan dan paceklik lalu mereka mengadukannya kepada Rasulullah saw, maka Allah menurunkan ayat ini.

*2. Ayat 59*

*Ahmad, an-Nasa'i, al-Hakim* dan *ath-Thabrani* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, ia berkata, "Penduduk Mekah meminta kepada Nabi saw. agar mengubah bukit Shafa menjadi emas dan menggeser gunung-gunung sehingga mereka dapat bercocok tanam. Dikatakan kepada beliau, "Jika kamu ingin memberi tangguh kepada mereka, akan Kami lakukan, dan jika kamu ingin Kami memberi mereka apa yang mereka inginkan. Kami akan melakukannya, lalu jika mereka tetap ingkar, mereka akan binasa, sebagaimana Aku binasakan orang-orang sebelum mereka." Beliau menjawab, "Saya beri tangguh kepada mereka.” Lalu Allah SWT menurunkan ayat *(...وَمَا مَنَعَنَآ أَن نُّرْسِلَ بِٱلْـَٔايَـٰتِ)*

*3. Ayat 60*

*Abu Ya'la* meriwayatkan dari *Ummu Hani* bahwa Nabi saw., setelah isra’ mi'raj, beberapa orang Quraisy mengejek beliau dan meminta beliau untuk mendatangkan tanda-tandanya. Lalu beliau memaparkan kepada mereka ciri-ciri Baitul Maqdis dan menyebutkan tentang kisah kafilah yang datang dari Syam. Lalu al-Walid bin al-Mughirah berkata, 'Ini adalah seorang penyihir." Lalu Allah SWT menurunkan ayat *(...وَمَا جَعَلْنَا ٱلرُّءْيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيْنَـٰكَ)*

*Ibnu Mundzir* juga meriwayatkan dari *Hasan al-Bashri* riwayat yang serupa dengannya. *Ibnu Mardawaih* juga meriwayatkan dari al-Husain bin Ali r.a. bahwa pada suatu pagi Rasulullah saw. Tampak gelisah. Lalu beliau ditanya, 'Ada apa denganmu wahai Rasulullah? Janganlah Anda gelisah karena itu adalah mimpi yang akan menimpa mereka. Lalu Allah SWT menurunkan ayat *(...وَمَا جَعَلْنَا ٱلرُّءْيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيْنَـٰكَ)*

*Ibnu Abi Hatim* dan *al-Baihaqi* di dalam kitab _al-Ba’ts wan-Nusyuur_ meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, dia berkata, "Ketika Allah menyebutkan pohon zaqqum, Rasulullah saw. menakut-nakuti orang-orang Quraisy yang ada di daerah ini dengannya. Lalu Abu Jahal berkata kepada orang-orang Quraisy, "Apakah kalian tahu apa itu zaqqum yang dengannya Muhammad menakut-nakuti kalian?" Mereka menjawab, "Tidak." Abu Jahal menjawab, "Bubur dan yogurt. Jika kami mendapatkannya, niscaya kami akan memakannya dengan lahap."

Allah SWT pun menurunkan ayat *(...وَٱلشَّجَرَةَ ٱلْمَلْعُونَةَ فِى ٱلْقُرْءَانِ ۚ)*

Dan Allah menurunkan:

_“Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa."_ *(ad-Dukhaan: 43-44)*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip dan hukum-hukum berikut.

1. Tidak ada seorang pun yang mampu menghilangkan kesulitan, seperti kefakiran, penyakit, bencana, dan sebagainya. Atau mengalihkan dan memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain. Atau dari satu orang ke orang lain selain Allah Azza wa jalla.

Allah telah menantang orang-orang Musyrik di Mekah dengan ayat *(...قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱلَّذِينَ)* agar meminta kepada sesembahan mereka selain Allah dan yang mereka yakini sebagai Tuhan agar menghilangkan kesulitan mereka, yaitu paceklik parah yang terjadi selama tujuh tahun.

2. Tidak ada guna dan faedah meminta pertolongan kepada selain Allah atau kepada makhluk-makhluk yang dianggap Tuhan. Karena seluruh makhluk, seperti malaikat, Isa dan Uzair, semuanya meminta agar dekat dengan Allah, dan mereka memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan surga. _Al-wasiilah_ artinya adalah kedekatan.

Ini merupakan pemberitahuan dari Allah SWT bahwa semua selain Allah, termasuk sesembahan mereka juga meminta untuk dekat dengan Allah, Tuhan mereka. Karena mereka sendiri perlu kepada Tuhan, maka bagaimana bisa diharapkan dari mereka untuk mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan dari para pengikut dan para penyembah mereka?

3. Tidak ada satu desa pun yang zalim kecuali Allah akan menghancurkan dan membinasakan para penghuninya serta mengadzabnya dengan adzab yang berat, sebelum datang hari Kiamat. Maka hendaknya orang-orang musyrik bertakwa kepada Allah. Karena tidak ada satu desa pun yang kafir kecuali akan ditimpa oleh adzab. Ibnu Mas'ud berkata, "Jika perzinaan dan riba merebak di suatu desa, Allah mengizinkan kehancuran para penghuninya."

Pembinasan tersebut tidak terjadi kecuali karena kezaliman orang-orang. Allah SWT berfirman,

_"Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman."_ *(al-Qashash: 59)*

4. Tidak ada yang menghalangi Allah SWT untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang diminta oleh orang-orang musyrik Mekah, selain karena mereka juga akan mendustakannya. Akibatnya, mereka akan dibinasakan sebagaimana orang-orang sebelum mereka. Allah SWT menangguhkan adzab orang-orang kafir Quraisy karena Allah tahu bahwa di antara mereka ada yang akan beriman dan di antara mereka juga ada yang akan melahirkan keturunan seorang Mukmin.

5. Didatangkannya seekor unta kepada kaum Tsamud merupakan sebuah tanda jelas dan terang yang menunjukkan kebenaran Nabi Shalih dan menunjukkan kekuasaan Allah. Namun, ketika kaumnya berbuat zalim dengan mendustakan atau mengingkari serta tidak mengimani bahwa tanda itu berasal dari Allah SWT, Allah menghabisi mereka dengan adzab.

6. Ayat-ayat tentang siksa Allah tidak diturunkan melainkan untuk menakutnakuti manusia agar tidak berbuat maksiat dan tidak kafir.

7. Allah memberi tahu Nabi Muhammad saw. bahwa Allah Mahakuasa untuk membinasakan penduduk Mekah, atau kekuasaan-Nya mencakup semua orang, mereka semua di bawah kekuasaan-Nya dan tidak mampu keluar dari kehendak-Nya.

8. Isra' dan pohon zaqqum merupakan ujian dan cobaan bagi manusia sehingga orang yang telah dicatat sebagai orang kafir akan mengingkarinya dan orang yang telah dicatat sebagai orang yang beriman akan membenarkannya.

Menurut pendapat yang kuat dan benar, peristiwa isra’ ke Baitul Maqdis berlangsung ketika Nabi saw. dalam kondisi sadar.

Pohon yang terlaknat adalah pohon zaqqum, ia berada di tempat yang paling jauh dari rahmat Allah. Allah menakut-nakuti orang-orang musyrik dan yang lainnya dengan pohon Zaqqum, namun mereka malah semakin ingkar dan kafir.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login