HUD (6)
Surah Huud Ayat 15 - 16
BARANGSIAPA YANG HANYA MENGINGINKAN DUNIA SAJA, DIA TTDAK AKAN MENDAPATKAN AKHIRAT
مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَـٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ١٥
*Artinya*: _Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan._
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَـٰطِلٌۭ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١٦
*Artinya*: _Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan1#._
1#- Maksudnya, apa yang mereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat nanti.
*SEBAB TURUNNYA AYAT*
Ada yang mengatakan bahwa ayat ini dikhususkan bagi orang-orang kafir atau orang-orang munafik. Ada pula yang mengatakan bahwa ayat ini umum mengenai orang-orang yang berlaku riya, dan yang zahir adalah yang dimaksud dari keumuman ini adalah orang yang kafir karena firman Allah SWT yang mengatakan (أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ) pantas selain bagi orang-orang yang kafir.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dua ayat ini menunjukkan hal berikut.
1. Keadilan dan hukum Allah SWT berlaku bahwa barangsiapa yang berbuat kebaikan dengan tujuan dunia saja, seperti dia mengeluarkan shadaqah, menjalin tali silaturahim, berkata baik dan lain sebagainya. Dia akan mendapat balasan dunia saja yaitu dengan dia mendapat kesehatan badan, banyak rezeki, namun dia tidak akan mendapat kebaikan apa pun di akhirat nanti, dia tidak akan mendapat hasil amal baiknya di akhirat.
2. Orang-orang yang berbuat baik dengan tujuan riya dan pamer akan mendapatkan kebaikan mereka di dunia, mereka tidak akan dizalimi sedikit pun dari perbuatan mereka. Namun mereka tidak akan mendapatkan sedikit pun pahala di akhirat nanti karena pahala dengan mendapatkan surga harus dengan penyucian jiwa dengan keimanan dan amal saleh, dan dengan meninggalkan maksiat. Sesungguhnya perbuatan mereka yang hanya menginginkan dunia, hanya terbatas pada keduniaan saja dengan penuh kepameran serta mengikuti hawa nafsu.
3. Kebanyakan para ulama berpendapat bahwa ayat ini dan yang semisalnya yang telah disebutkan adalah mutlak (umum) mencakup orang yang beriman dan kafir.
4. Sesungguhnya hamba itu niat dan berkehendak dan Allah SWT menilai apa yang dikehendaki.
5. Orang yang kafir akan kekal selamanya di dalam api neraka, dan orang yang beriman tidak kekal selamanya, sesuai dengan firman Allah SWT,
_"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki,"_ *(an-Nisaa': 48)*
6. Islam mengajak untuk mengutamakan amal untuk akhirat ketimbang amal keduniaan, dalam niat dan tujuan, dan sesungguhnya tujuan dunia dan akhirat secara bersama oleh syari'at agama dibenarkan dan diterima.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
