AL-ANFAAL (16)
AL-ANFAAL: 48-49
SETAN BERLEPAS DIRI DARI ORANG-ORANG KAFIR KETIKA KRISIS DALAM PERANG BADAR DAN KETIKA ORANG-ORANG MUNAFIK MENGHINA ORANG-ORANG BERIMAN
Sebab Turunnya Ayat (48)
Diriwayatkan bahwa setan menyamar saat itu dalam bentuk *Suraqah bin Malik bin Ju'syum*. Ia berasal dari suku Bani Bakar bin Kinanah. Kaum Quraisy sangat khawatir kalau-kalau Bani Bakar menyerang mereka dari arah belakang karena mereka pernah membunuh seorang laki-laki dari Bani Bakar. Allah SWT sudah menjelaskan apa yang dikatakan setan kepada mereka. Adh-Dhahhak mengatakan bahwa, "Iblis datang kepada mereka pada hari Badar dengan bendera dan pasukannya, la membisikkan ke dalam jiwa orang-orang kafir itu bahwa mereka tidak akan kalah karena mereka berperang membela agama nenek moyang mereka."
*Al-Baihaqi* dan yang lain meriwayatkan dari *Ibnu Abbas* bahwa ia mengatakan bahwa, "Allah SWT membantu Nabi-Nya, Muhammad, dan orang-orang beriman dengan seribu malaikat. Jibril dengan lima ratus malaikat berada di salah satu sayap pasukan, sementara Mikail dengan lima ratus malaikat lain berada di sayap pasukan yang lainnya. Iblis datang dengan satu pasukan dari kalangan setan membawa sebuah bendera dan menyamar sebagai laki-laki dari suku Bani Mudlij. Ada setan yang menyamar sebagai *Suraqah bin Malik bin Ju'syum*. Setan tersebut mengatakan bahwa kepada orang-orang Musyrik (لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلْيَوْمَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَإِنِّى جَارٌۭ لَّكُمْ ۖ).
Kedua pasukan sudah saling berhadapan. Abu Jahal berdoa, "Ya Tuhan, mana di antara kami yang lebih benar, tolonglah." Rasulullah saw. juga mengangkat tangannya dan berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya jika Engkau binasakan kelompok ini (maksudnya pasukan Muslim), niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di bumi ini untuk selamanya." Jibril datang dan mengatakan bahwa, "Ambillah segenggam tanah." Lalu Nabi saw. mengambil segenggam tanah lalu dilemparkannya ke arah muka orang-orang Musyrik itu. Tak seorang pun dari orang-orang Musyrik itu, melainkan tanah itu masuk ke dalam mata, hidung, dan mulutnya.
Akhirnya orang-orang Musyrik lari dan mundur. Jibril datang dan melangkah ke arah Iblis. Ketika melihat Jibril, tangan Iblis sedang memegang tangan seorang laki-laki Musyrik, ada yang mengatakan bahwa tangannya me¬ megang tangan al-Harits bin Hisyam. Iblis melepaskan tangannya dari laki-laki tersebut dan langsung lari bersama pasukannya. Lakilaki itu mengatakan bahwa, "Wahai Suraqah, bukankah engkau mengatakan bahwa engkau akan melindungi kami?" Ia mengatakan bahwa (إِنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّنكُمْ إِنِّىٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ).
Dalam kitab _Muwaththa'_ *Imam Malik*, diriwayatkan dari *Thalhah bin Ubaidullah bin Kariz Rasulullah saw. bersabda:*
_“Setan tidak pernah melihat dirinya lebih rendah, hina, kesal dan marah daripada di hari Arafah. Hal itu karena ia melihat turunnya rahmat dan Allah SWT memaafkan dosa-dosa yang besar. Kecuali apa yang ia lihat di hari Badar.” Para sahabat bertanya, “Apa yang ia lihat di hari Badar wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya ia melihat Jibril merapikan barisan para malaikat untuk berperang.”_
*Sebab Turunnya Ayat (49)*
Diriwayatkan dari *Mujahid* bahwa ia mengatakan bahwa, "Yang dimaksud adalah beberapa orang kalangan Quraisy yaitu *Qais bin Walid bin Mughirah, Harits bin Zam’ah bin Aswad bin Muththalib, Ya'la bin Umayyah, dan al-Ash bin Munabbih*. Mereka berangkat bersama suku Quraisy dari Mekah dalam keadaan ragu-ragu. Keragu-raguan itu menahan niat mereka untuk ikut berperang. Namun, ketika mereka melihat sedikitnya jumlah sahabat Rasulullah saw., mereka mengatakan bahwa, "Mereka ditipu oleh agama mereka sampai mereka berani untuk maju, sementara jumlah mereka sedikit dan jumlah Quraisy sangat banyak."
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Alangkah miripnya sikap orang-orang munafik itu dengan sikap setan, yaitu sikap seorang pecundang yang hanya mau menonton, mendorong kepada keburukan kemudian berlepas diri dari keikutsertaan di saat-saat yang berat dan sulit. Setan memberikan bisikan yang batil kepada para pengikutnya, namun ia sendiri tidak mau ikut serta dalam hal yang ia tampakkan bagus dan ia goda manusia untuk itu. Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang yang berakal waspada terhadapnya, memikirkan akibat dari segala sesuatu, dan tidak terseret dalam arus hawa nafsu serta waswasah atau bisikan setan. Siapa yang terseret dan terbawa dalam arus setan, Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang terberat.
Adapun orang-orang munafik (orang-orang yang menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran] dan orang-orang yang di hati mereka ada penyakit (orang-orang yang senantiasa ragu di mana mereka di bawah dari orang-orang munafik karena mereka baru masuk Islam sehingga di dalam jiwa mereka masih terdapat kelemahan niat dan keyakinan), mereka biasanya memancing di air yang keruh, memanfaatkan setiap kesempatan, mengadu domba, menunggu waktu yang tepat untuk bergabung dengan yang menang, melancarkan keraguan tentang kekuatan orang-orang beriman, dan menuduh mereka terlalu ceroboh dan bodoh karena jumlah dan persenjataan mereka yang sedikit menghadapi jumlah dan persenjataan yang banyak.
Allah SWT memupuskan harapan kedua kelompok itu, setan dan orang-orang munafik. Dia membantu kelompok yang beriman dan sedikit itu menghadapi kelompok yang kafir dan banyak. Allah SWT akan senantiasa membantu dan memenangkan siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, menyerahkan segala urusan pada-Nya, percaya, dan mengadu hanya padaNya, cukuplah Allah SWT sebagai penolongnya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
