AL-A'RAAF (52)
AL-A'RAAF: 167-171
KISAH YAHUDI MENGENAI BUKIT YANG TERANGKAT, TERHINA DI AKHIRAT, TERBAGIBAGI DI DUNIA, KECUALI ORANG-ORANG SALEH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menjelaskan orang-orang Yahudi yang tetap berada dalam kekafiran dan keyahudian mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepada Muhammad saw. mereka tidak termasuk dalam substansi ayat-ayat ini.
Ayat-ayat tersebut menjelaskan beberapa hal.
1. Pemberitahuan kepada kepada orang-orang Yahudi terdahulu dan tentunya lebih utama lagi kepada orang-orang Yahudi yang kemudian jika mereka mengubah nash-nash Taurat dan tidak beriman kepada Nabi Muhammad, Allah SWT akan mengutus kepada mereka orang-orang yang akan menyiksa mereka sampai hari Kiamat.
Ini sebagai penegasan bahwa siksaan tersebut akan terus berlangsung sampai hari Kiamat nanti dan itu terjadi di dunia. Siksaan tersebut bisa dalam berbagai bentuk seperti membayar upeti dan penghinaan atas mereka. Berdasarkan *firman Allah SWT:*
_"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada ..."_ *(Aali 'Imraan: 112)*
dan bisa berbentuk pengusiran dan keterasingan dari negeri sendiri.
Sudah banyak bangsa dan umat yang menyiksa Bani Israil sejak masa _Bikhtanshir_ sampai masa kejayaan Islam, bahkan sampai masa modern. Adapun negara Israel saat ini, tidak perlu dicemburui apa yang mereka dapatkan karena mereka hanyalah antek-antek Amerika dan barat. Israel akan selalu hidup dalam kecemasan, keguncangan, dan ketakutan. Mereka tidak akan pernah merasakan keamanan dan ketenteraman. Kehidupan mereka tidak akan pernah tenang, baik di dalam maupun di luar. Suatu saat negara mereka pasti akan sirna sebagaimana dikatakan para ulama karena masa-masa yang akan datang sudah pasti tidak akan berpihak pada mereka.
2. Yahudi adalah umat yang tercerai berai dan berantakan di berbagai pelosok dunia. Mereka berada hampir di setiap wilayah. Di antara mereka ada yang baik dan di antara mereka ada yang kafir dan fasiq yang durjana. Allah SWT telah menguji mereka dengan berbagai macam ujian dan cobaan. Interaksi Allah dengan mereka bagaikan interaksi seorang yang selalu menguji. Allah SWT memberikan mereka kebaikan yaitu kesuburan dan kesehatan, serta keburukan yaitu kegersangan dan berbagai bencana. Semua itu agar mereka kembali dari kekafiran dan bertobat dari kefasiqan mereka. Para ulama _ma'ani_ mengatakan, "Setiap kebaikan dan keburukan pasti menyeru kepada ketaatan, nikmat untuk motivasi sementara adzab untuk peringatan.”
3. Anak-anak mereka yang dicerai beraikan oleh Allah SWT di muka bumi mewarisi Taurat, kitab yang diturunkan Allah SWT. Lalu, mereka membaca dan mengetahui isinya. Tapi mereka adalah generasi penerus yang buruk. Mereka menyalahi hukum-hukum yang terdapat di dalam Taurat dan melanggar larangan-larangannya, padahal mereka telah mempelajarinya. Dengan demikian, mereka berhak mendapatkan peringatan keras dan ancaman dari Allah SWT. Di antara sifat buruk mereka adalah materialisme yang melampaui batas. Boleh jadi, merekalah yang mengajarkan sifat materialis yang berlebihan ini. Mereka mengumpulkan segala bentuk kesenangan dunia, baik dari yang halal maupun yang haramkarena mereka sangat tamak dan rakus. (يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَـٰذَا ٱلْأَدْنَىٰ) Lalu mereka mengklaim bahwa dosa mereka akan diampuni walaupun mereka tetap berada dalam kemaksiatan. Bahkan, mereka tidak pernah bertobat. Allah SWT mencela mereka karena sifat _ghurur_ mereka ketika mereka berkata (سَيُغْفَرُ لَنَا), sementara mereka selalu saja berbuat dosa.
Kalau datang kepada mereka berbagai bentuk godaan dunia, seperti suap dan usaha-usaha yang tidak terpuji, mereka akan mengambilnya. Ini menjadi bukti bahwa sikap tamak dan rakus pada dunia merupakan sebab rusaknya bangsa Yahudi. *Imam Hasan al-Bashri* berkata, "Ini informasi tentang ketamakan mereka pada dunia, namun mereka juga tidak bisa menikmati semua itu."
*Imam Qurthubi* mengatakan, "Sifat yang dicela Allah pada mereka juga terdapat pada kaum Muslimin." *Imam Darimi Abu Muhammad* meriwayatkan dari *Mu'adz bin Jabal*, ia berkata, _"Al-Qur'an itu akan usang di dada banyak orang, sebagaimana usangnya pakaian, sehingga ia menjadi tidak banyak berguna. Mereka membaca Al-Qur’an namun mereka tidak mendapatkan kenikmatan dan kelezatannya. Mereka pakaikan kulit kambing pada hati-hati serigala. Semua amal mereka berangkat dari rasa tamak dan tidak ada rasa takut sama sekali. Jika mereka teledor mereka mengatakan, 'Kami akan sampai ke tujuan’ dan jika mereka berbuat buruk mereka berkata, 'Kami akan diampuni. Sesungguhnya kami tidak pernah mempersukutukan Allah dengan apapun juga."_
4. Allah SWT mengambil janji dan sumpah dari Bani Israil di dalam Taurat dan di seluruh syari'at untuk mengikuti ajaran yang benar dalam agama dan hukum, agar para penguasa tidak menghukum dengan kebatilan karena ada sogokan. Ini juga perjanjian yang diambil dari kaum Muslimin di dalam Al-Qur'an dan sunnah Nabi kita.
Namun, kaum Yahudi melanggar perjanjian tersebut, padahal mereka telah membaca Taurat. Bahkan, ia baru saja diturunkan kepada mereka.
*Ibnu Zaid* berkata, "Ketika orang yang berada di pihak yang benar datang membawa sogokan kepada mereka, mereka memperlihatkan padanya kitab Allah dan memutuskan perkara dengan kitab itu. Ketika orang yang bersalah datang, mereka juga mengambil sogokan dan mereka perlihatkan kitab yang mereka tulis sendiri dengan tangan mereka lalu mereka putuskan perkara dengan kitab tersebut."
5. Orang-orang yang berpegang teguh dengan kitab Allah dan mendirikan shalat untuk mereka disediakan pahala yang besar di sisi Tuhan mereka dan pahala mereka tidak akan sia-sia sedikit pun.
6 . Di antara sifat buruk bangsa Yahudi adalah mereka menolak menggunakan Taurat karena hukum-hukumnya sangat berat dan sulit menurut mereka. Mereka tetap tidak mau mengamalkan isi Taurat kecuali setelah mereka diancam akan ditimpakan Bukit Thur kepada mereka. Kisah tentang bukit ini telah disebutkan sebelumnya di dalam surah al-Baqarah ayat 63 dan 93 serta surah an-Nisaa’ ayat 154.====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
