SURAH ALI 'IMRAN 156 - 158

*ALI 'IMRAN (46)*

*ALI 'IMRAN 156-158*

*PERINGATAN BAGI KAUM MUKMININ AGAR SELALU WASPADA TERHADAP PERKATAAN-PERKATAAN KAUM MUNAFIK, DORONGAN UNTUK BERJIHAD DAN PENJELASAN TENTANG KEUTAMAAN JIHAD*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Al-Qur'an selalu memberi perhatian dan memerintahkan untuk menjaga dan menampakkan identitas pribadi kaum Muslimin serta memiliki sikap yang berbeda dan tegas di hadapan para musuh dakwah Islam. Oleh karena itu, Al-Qur'an melarang dan memperingatkan kaum Mukminin agar waspada jangan sampai mengucapkan perkataan yang sama seperti perkataan kaum munafik tentang para saudara mereka -baik saudara karena kesamaan ideologi dengan mereka di dalam kemunafikan atau saudara karena ikatan nasab- yang ikut bergabung dengan pasukan yang dikirim oleh Rasulullah saw. ke _Bi'ru mu'tah._



Karena hidup dan mati semuanya berada di tangan Allah SWT dan Dia Maha luas ilmu-Nya lagi Maha Melihat semua amal perbuatan manusia serta apa-apa yang tersembunyi di dalam hatinya. Merupakan sebuah kesalahan jika mengatakan, seseorang yang tidak pergi, namun tetap tinggal di dalam rumahnya atau tetap berada di daerah tempat tinggalnya, maka ia tidak mati dan tidak pula dibunuh. Karena tidak ikut sertanya seseorang di dalam misi jihad tidak menjamin nyawanya akan terjaga. Begitu juga sebaliknya, ikut di dalam misi jihad memerangi musuh tidak bisa merampas nyawa seseorang dan juga tidak mempercepat ajalnya.

Janganlah kalian seperti mereka, karena Allah SWT menjadikan perkataan mereka tersebut sebagai penyebab munculnya kesedihan dan penyesalan yang mendalam di dalam hati mereka. Karena dengan perkataan mereka itu, kemunafikan mereka terdeteksi. Allah SWT menakdirkan orang yang pergi berperang tetap selamat dan hidup dan menakdirkan orang yang tetap tinggal bersama keluarganya mati. Ini adalah sebuah peringatan bagi kaum Mukminin agar mereka jangan sampai menyerupai orang-orang kafir di dalam perkataan dan perbuatan mereka.

Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa gugur di jalan Allah SWT dan mati di jalan-Nya jauh lebih baik dari seluruh dunia. Kemudian Allah SWT menasihati kaum Mukminin dengan firman-Nya, (لَإِلَى ٱللَّهِ تُحْشَرُونَ ) "dan hanya kepada Allah SWT kalian dikumpulkan." Maksudnya, janganlah kalian lari meninggalkan peperangan dan meninggalkan apa yang diperintahkan-Nya. Akan tetapi, larilah kalian dari hukumanNya dan siksa-Nya yang pedih. Karena tempat kembali kalian tidak lain hanyalah kepada-Nya. Tidak ada seorang pun yang bisa memberi kalian manfaat dan tidak pula bisa menimpakan mudharat atas kalian selain Allah SWT.

Intinya adalah ayat-ayat ini mengandung peringatan atau ancaman bagi kaum Mukminin, janji kebaikan dan dorongan untuk beramal dan berjihad. Adapun peringatan atau ancaman adalah jangan sampai kaum Mukminin menyerupai perkataan-perkataan dan perbuatan kaum kafir. Adapun janji kebaikan yang telah menanti setiap Mukmin yang berjuang dan berperang di jalan Allah SWT adalah berupa ampunan dan rahmat Allah SWT yang mengangkat derajat jauh lebih baik dari dunia seisinya.

Adapun dorongan untuk beramal di jalan Allah SWT dan menyebarkan jiwa pengorbanan dan jihad adalah, pengertian implisit dari penjelasan tentang akhir riwayat yang menunggu semua makhluk yaitu bahwa mereka semua dikembalikan dan dikumpulkan hanya kepada Allah SWT lalu Dia akan memberi balasan kepada mereka semua sesuai dengan amal perbuatan masing-masing. Tidak ada harapan mendapatkan kemanfaatan dan kebaikan kecuali hanya dari-Nya dan tidak ada yang diharapkan bisa menolak mudharat atau siksaan kecuali hanya Dia.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login