*ALI 'IMRAN (14)*
*ALI 'IMRAN 38-41*
*KISAH NABI ZAKARIYA DAN NABI YAHYA (DOA NABI ZAKARIYA AGAR DIKARUNIAI ANAK YANG SALEH DAN KELAHIRAN NABI YAHYA)*
*[Bagian 2]*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
*Kisah Nabi Zakariya a.s.:*
*Nabi Zakariya a.s*. disebut di dalam Al-Qur'an sebanyak delapan kali, yaitu di dalam surah Ali 'Imran, surah al-An'aam, surah Maryam dan di dalam surah al-Anbiyaa'.
Diketahui bahwa Nabi Zakariya a.s. adalah ayah Nabi Yahya a.s. yang memiliki peran atau andil di dalam berkhidmah di al-Haikal. Ia adalah seorang Lewi dan ia adalah suami _khaalah_ (bibi dari ibu) Maryam. Ketika Nabi Zakariya a.s. menyaksikan ayat-ayat Allah SWT yang begitu luar biasa mengagumkan, pemuliaan-Nya terhadap Maryam dan memberinya rezeki tanpa ia harus berkerja dan bersusah payah mencarinya, maka ketika itu, Nabi Zakariya a.s. berdoa kepada Allah SWT meminta agar dirinya dikaruniai anak yang baik (saleh) dan diberkahi yang nantinya akan menjadi pemimpin bagi bani Israel. Karena dirinya merasa khawatir akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap bani Israel yang diakibatkan oleh para bawahannya yang tidak memiliki komitmen memegang syariat dengan baik. Lalu istrinya pun mengandung janin yang bernama Yahya dan ia digembirakan bahwa anaknya tersebut nantinya akan menjadi seorang Nabi. Allah SWT memberitahukan kepadanya bahwa ayat atau tanda kalau istrinya sudah hamil adalah ia tidak bisa bicara dengan orang lain selama tiga hari, ia hanya bisa berbicara dengan mereka dengan menggunakan bahasa isyarat. Nabi Zakariya a.s. dan putranya, Nabi Yahya a.s. terbunuh secara bersamaan di dalam sebuah tragedi.
*Kisah Nabi Yahya a.s.:*
Nama Nabi Yahya a.s. disebutkan di empat tempat di dalam Al-Qur'an, yaitu di surah Ali 'Imran, surah al-An'aam, surah Maryam dan di dalam surah al-Anbiyaa'.
Istri Nabi Zakariya a.s. yang bernama al-Yashabat mengandung putranya, Yahya pada waktu yang sama dengan waktu kehamilan Maryam yang mengandung putranya, Isa.
Selanjutnya, Yahya lahir menjadi seorang pakar di dalam bidang syariat Nabi Musa dan menjadi rujukan bagi setiap orang yang ingin meminta fatwa seputar hukum-hukum syariat Nabi Musa.
Sementara itu, Herodos, salah seorang penguasa daerah Palestina, memiliki seorang keponakan perempuan sangat cantik Bernama Herodia. Lalu Herodos ingin menikahinya, Herodia dan ibunya pun setuju dengan rencana dan keinginan Herodos tersebut. Namun, Nabi Yahya a.s. tidak setuju dengan rencana pernikahan tersebut, karena hukumnya haram.
Lalu pada malam pengantin putrinya, sang ibu menggunakan kesempatan tersebut dengan baik untuk membunuh Nabi Yahya a.s.. Pada malam pengantin tersebut, Herodia menari dengan menggunakan gaun dan perhiasannya di depan Herodos dan ia pun sangat gembira sekali. Lalu Herodos meminta kepada Herodia agar mengatakan apa saja keinginannya dan ia pasti akan mengabulkannya. Lalu dengan petunjuk dan nasihat sang ibu, Herodia meminta kepala Nabi Yahya a.s. diletakkan di atas sebuah nampan. Herodos pun memenuhi permintaan tersebut dan ia pun membunuh Nabi Yahya a.s..
Nabi Yahya a.s., sejak kecil sudah dikenal memiliki sifat-sifat kesalehan dan ketakwaan yang sangat baik. Ia diangkat menjadi seorang Nabi ketika ia masih muda, yaitu ketika ia belum mencapai umur 30 tahun. *Allah SWT berfirman:*
_"Dan kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak."_ *(Maryam: 12)*
Nabi Yahya a.s. mengajak manusia untuk bertobat dari segala dosa, ia melakukan pembaptisan kepada mereka, yaitu memandikan mereka di sungai Yordania untuk mensucikan diri dari dosa dan kesalahan.
Nabi Yahya a.s. juga melakukan pembaptisan kepada al-Masih Isa a.s.. Orang-orang Masehi menyebutnya dengan nama Yohanes al-Ma'madan. Ketika Nabi Yahya a.s. terbunuh, al-Masih Isa a.s. menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan dan ia mulai memberikan nasihat-nasihat kepada orang-orang.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
