AL-BAQARAH (99)
AL BAQARAH 268 - 269
SETAN MENAKUT-NAKUTI AKAN KEMISKINAN DAN PEMAHAMAN YANG BENAR TERHADAP AL-QUR'AN
ٱلشَّيْطَـٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةًۭ مِّنْهُ وَفَضْلًۭا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌۭ ٢٦٨
*Artinya:* _Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia 1#). Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui._
1#)-Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.
يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًۭا كَثِيرًۭا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ ٢٦٩
*Artinya:* _Allah menganugerahkan Al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur`ān dan As-Sunah) kepada siapa yang dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat ini masih memiliki keterkaitan dengan ayat sebelumnya, yaitu mendorong orang Mukmin untuk berinfak di jalan Allah SWT, yaitu jalan kebaikan. Karena Allah SWT menjanjikan ampunan sebagai balasan dari berinfak dan menjanjikan akan memberi ganti dan karunia berupa harta dan rezeki. Allah SWT memberi karunia karena Dia Maha Kaya, gudang-gudang karunia-Nya tidak akan pernah habis. Allah SWT mengetahui di mana meletakkan karunia tersebut dan untuk siapa. Allah SWT Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang tampak.
Ayat ini memberikan peringatan tentang bisikan dan godaan setan, karena setan mengetahui tempat masuk untuk menghalang-halangi manusia dari bersedekah di jalan Allah SWT. Bersamaan dengan itu, setan juga menyuruh manusia untuk bersikap kikir; melakukan kemaksiatan dan menyuruh manusia untuk berinfak di jalan kemaksiatan.
Barangsiapa yang dikaruniai hikmah (ilmu yang benar dan bermanfaat) dan pemahaman yang mendalam tentang Al-Qur'an, maka ia telah dikaruniai sesuatu yang paling baik berupa kitab yang mencakup seluruh ilmu para orang terdahulu berupa shuhuf dan yang lainnya.
Ayat ini juga mengandung anjuran untuk menuntut ilmu dan mengagungkan kedudukan hikmah. Ayat ini juga mengandung perintah untuk memanfaatkan akal untuk merenungi dan memikirkan sesuatu paling mulia yang diciptakan untuknya. Sebagian orang bijak berkata, "Barangsiapa yang dikaruniai ilmu dan Al-Qur'an maka ia harus mengetahui dan memahami siapa dirinya sebenarnya (maksudnya menyadari kedudukannya).
Oleh karena itu, ia tidak boleh bersikap merendahkan diri di hadapan orang-orang yang memiliki harta karena menginginkan harta mereka. Karena sebenarnya ia telah dikaruniai sesuatu paling mulia dibanding apa yang diberikan kepada mereka. Allah SWT menyebut kekayaan dunia sebagai _mataa'un qaliil_ (kesenangan yang sedikit atau sesaat)."
_"Kesenangan di dunia ini hanya sedikit."_ *(An-Nisaa': 77)*
Menyebut ilmu dan Al-Qur'an sebagai _khairan katsiiran_ (kebaikan yang banyak).===
Tafsir Al Munir
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
