Surah Thaahaa Ayat 1-8

*THAAHAA (1)*
 
*AL-QUR'AN SEBAGAI SEBAB TERCAPAINYA KEBAHAGIAAN*

*Surah Thaahaa Ayat 1-8*

*Sebab Turunnya Ayat*

Muqatil berkata, "Abu Jahl, al-Walid bin Mughirah, an-Nadhr bin al-Harits dan Muth’im bin Adi berkata kepada Nabi saw., ‘Sesungguhnya kamu adalah orang yang sengsara karena kamu meninggalkan agama nenek moyangmu.' Maka Nabi saw. bersabda, ‘Tidak. Aku diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.' Mereka berkata lagi, ‘Tidak, tapi kamu akan mengalami kesengsaraan.' Maka Allah menurunkan ayat di atas untuk membantah mereka dan memberi tahu Nabi Muhammad saw. bahwa agama Islam adalah jalan bagi tercapainya semua kebahagiaan, sedangkan apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik adalah kesengsaraan itu sendiri."

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Nabi saw., ketika pertama kali menerima wahyu dari Allah, beliau melakukan shalat dengan berdiri di atas kakinya bagian depan. Lalu Allah menurunkan ayat *(طه ١ مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ ٢)*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa hal berikut:

1. Al-Qur'an diturunkan bukan untuk melelahkan jiwa dan meletihkan tubuh, melainkan merupakan Kitab pengingat yang memberikan manfaat kepada orang-orang yang takut kepada Allah. Dalam hal ini terdapat bantahan terhadap orang-orang kafir Quraisy-sebagaimana telah disebutkan dalam sebab turunnya ayat- yang mengatakan, 'Allah tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepada Muhammad kecuali agar dia sengsara." Allah SWT menurunkan surah Thaahaa. Hal ini dijelaskan oleh perkataan al-Kalbi, "Ketika turun wahyu kepada Nabi saw. di Mekah, maka beliau bersungguh-sungguh dalam beribadah dan ibadah beliau juga menjadi berat. Beliau melakukan shalat di sepanjang malam dan dalam waktu yang lama, hingga turun ayat ini. Allah SWT memerintahkan beliau untuk tidak memberatkan diri beliau sendiri, sehingga meski beliau giat melakukan shalat, namun juga tetap tidur. Ayat ini _me-nasakh_ (menghapus) kewajiban bangun malam atas beliau, sehingga setelah turun ayat ini beliau melakukan shalat malam namun juga tidur di malam hari. Jadi, diturunkannya Al-Qur'an bukan untuk membuat tubuh kelelahan dengan ibadah dan membebaninya dengan kesulitan yang berat. Akan tetapi, Al-Qur'an adalah Kitab yang mudah dan Nabi saw tidak diutus kecuali dengan agama yang lurus lagi moderat.

2. Allah SWT Zat Yang Menurunkan Al-Qur'an, adalah Sang Pencipta bumi dan langit-langit yang tinggi. Dia adalah Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) yang melimpahkan nikmat-nikmat yang besar dan yang sangat kecil, dan Dia berada di atas Arsy-Nya. Dia Mahakuasa terhadap para makhluk-Nya dan terhadap alam raya. Milik-Nya semua yang ada di langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya. Milik-Nya semua yang ada di dalam bumi berupa logam, harta dan sebagainya. Milik-Nya juga bumi dengan tujuh lapisannya dan langit dengan tujuh lapisannya. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Bagi-Nya tidak ada perbedaan antara suara yang lirih dan keras serta suara yang lebih lembut dari yang lirih. Ibnu Abbas berkata, "Yang lirih adalah apa yang dibisikkan seseorang kepada orang lain secara diam-diam dan tidak terdengar oleh orang lain. Sesuatu yang lebih lembut darinya adalah yang dibicarakan seseorang di dalam dirinya sendiri dan tidak ia perdengarkan kepada orang lain." Dia dalah Tuhan Yang Mahasuci, Tuhan Yang Maha Esa di alam raya ini. Tidak ada tuhan selain Dia. Dia memiliki sembilan puluh sembilan nama yang bagus, sifat-sifat yang tinggi dan perbuatan-perbuatan yang terpuji, bijaksana dan benar.

Allah SWT telah mengesakan diri-Nya. Hal ini ketika Rasulullah saw. menyeru orang-orang untuk menyembah Allah SWT semata, tanpa sekutu sama sekali, maka hal itu sangat berat bagi mereka. Sehingga ketika Abu fahl mendengar Muhammad menyebut Ar-Rahman, ia pun berkata kepada Walid bin Mughirah,
"Muhammad melarang kita menyembah tuhan lain bersama Allah, sedangkan dia sendiri menyembah Allah dan Ar-Rahman. Maka Allah SWT menurunkan ayat *(ٱلرَّحْمَٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ ٱسْتَوَىٰ)*

Allah menurunkan ayat: _"Katakanlah (Muhammad), "serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yong mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik"_ *(al-Israa': 110)*

Dia adalah Maha Esa, namun Dia memiliki banyak nama. Allah berfirman *(ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ)* ===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login