AL-ISRAA' (9)
PERLINDUNGAN TERHADAP NABI SAW. DARI GANGGUAN ORANG-ORANG MUSYRIK KETIKA BELIAU MEMBACA AL-QUR’AN
Surah al-Israa’ Ayat 45-48
Sebab Turunnya Ayat
*1. Ayat 45*
*Ibnu al-Mundzir* meriwayatkan dari *Ibnu Syihab az-Zuhri*, dia berkata, "Rasulullah saw. ketika membacakan Al-Qur’an kepada orang-orang musyrik Quraisy dan menyeru kepada Al-Qur’an, mereka berkata kepada beliau dengan nada mengejek,
_"Dan mereka berkata, “Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepada-Nya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding karena itu lakukanlah (sesuai kehendakmu), sesungguhnya kami akan melakukan (sesuai kehendak kami)."_ *(Fushshilat: 5)*
Lalu Allah menurunkan ayat yang merekam ucapan mereka itu *(....وَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ)* dan seterusnya.
*Ibnu Abbas r.a*. meriwayatkan bahwa *Abu Sufyan, an-Nadhr bin al-Harits, Abu Jahal* dan lainnya dahulu duduk di dekat Nabi saw. dan mendengarkan apa yang beliau sampaikan. Lalu pada suatu hari *an-Nadhr* berkata, "Saya tidak tahu apa yang dikatakan Muhammad, hanya saja saya melihat kedua bibirnya bergerak-gerak mengucapkan sesuatu." *Abu Sufyan* juga berkata, "Sesungguhnya menurut saya sebagian yang dia katakan adalah benar." Sedangkan *Abu Jahal* berkata, "Dia itu (Nabi Muhammad saw.) adalah orang gila." Dan *Abu Lahab* berkata, "Dia itu seorang dukun." *Huwaithib bin Abdil Uzza* berkata, "Dia adalah seorang penyair." Lalu turunlah ayat ini.
Ketika Rasulullah saw. ingin membaca Al-Qur’an, beliau membaca tiga ayat terlebih dahulu, yaitu firman Allah SWT di *surah al-Kahf*,
_“Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka."_ *(al-Kahf: 57)*
Di dalam *surah an-Nahl*,
_"Mereka itulah orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah.”_ *(an-Nahl: 108)*
Dan dalam *surah al-Jaatsiyah*,
_"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya...”_ *(al-Jaatsiyah: 23)*
Lalu Allah SWT pun menutupi beliau dari mata orang-orang musyrik karena barakah ayat-ayat ini.
Ayat di atas turun pada suatu kaum yang menyakiti Rasulullah saw. ketika beliau membacakan Al-Qur’an kepada sahabatnya. Diriwayatkan bahwa setiap kali Rasulullah saw. membaca Al-Qur'an, ada dua orang dari keturunan Qusyai yang berdiri di sebelah kanan beliau dan dua orang di sebelah kiri beliau yang bertepuk tangan, bersiul-siul, dan membacakan syair-syair untuk mengacaukan bacaan beliau.
*2. Ayat 46*
Diriwayatkan bahwa sejumlah orang Quraisy mendatangi Abu Thalib. Lalu Rasulullah saw. datang dan membaca Al-Qur’an hingga membaca ayat tentang tauhid. Kemudian beliau bersabda, "Wahai orang-orang Quraisy, katakanlah. Tiada tuhan selain Allah’ maka dengan-Nya kalian akan menguasai bangsa Arab, dan bangsa non-Arab akan tunduk kepada kalian." Namun, orang-orang Quraisy tersebut berpaling. Lalu turun ayat ini.
*Abu Hayyan* berkata, "Secara zhahir, ayat ini turun pada orang-orang yang pergi menjauhi Rasulullah saw. ketika membaca Al-Qur'an dan ketika membaca ayat tentang tauhid. Dan makna ayat ini adalah, jika disebutkan ayat-ayat tentang tauhid, orang-orang kafir pergi menjauh karena mengingkarinya dan sangat menganggap buruk penolakan dan penyingkiran tuhan-tuhan mereka."
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal berikut.
1. Berdasarkan keterangan Al-Qur'an dan sirah Nabi saw., Allah SWT menutupi Rasulullah saw. dari pandangan orang-orang kafir Quraisy ketika beliau membaca Al-Qur'an sehingga mereka tidak melihat beliau ketika sedang membaca Al-Qur'an.
2. Allah menghalangi pandangan, akal, dan pemahaman orang-orang musyrik dari Al-Qur’an. Allah membuat penutup di atas hati mereka agar mereka tidak dapat memahaminya. Atau karena Allah tidak suka jika mereka memahami perintah dan larangan yang ada di dalamnya, serta hikmah dan makna-maknanya yang mendalam. Allah juga membuat mereka tuli dan merasa berat untuk mendengar Al-Qur'an. Jika Nabi saw. menyebut Allah ketika membaca Al-Qur'an, yaitu ketika membaca _laa ilaaha illallah wahdah_ (tiada Tuhan selain Allah semata), orang-orang musyrik berpaling pergi dan menjauh agar tidak mendengar kata-kata yang hak dan tauhid.
3. Allah SWT lebih mengetahui cara orang-orang musyrik mendengar Al-Qur'an, ketika orang-orang zalim dari mereka, seperti Abu Jahal, al-Walid bin al-Mughirah, dan orang-orang semisal mereka, berkata kepada orang-orang agar menjauhi Nabi saw. Mereka berkata, "Yang kalian ikuti hanyalah seorang laki-laki yang terkena sihir, la telah terikat oleh sihir sehingga ia menjadi kacau." Mereka berbisik kepada orang-orang, "Ia adalah seorang penyihir," dan, "Ia adalah orang yang terkena sihir." Mereka melakukan hal itu terhadap orang-orang setelah Rasulullah saw. membacakan Al-Qur'an kepada mereka dan mengajak mereka kepada tauhid, serta ketika beliau berkata, "Katakanlah, _'Laa ilaaha illallaah) (Tiada tuhan selain Allah)', agar orang-orang Arab taat kepada kalian dan orang-orang non-Arab tunduk kepada kalian." Namun mereka enggan melakukannya.
4. Sebuah anjuran dari Allah agar Rasul-Nya merasa heran terhadap perbuatan orang-orang musyrik, yang terkadang berkata bahwa beliau adalah seorang penyihir, terkadang orang gila, dan terkadang penyair. Sehingga mereka tersesat dari jalan yang benar dan tidak mampu mencari cara untuk menghalangi orang-orang dari dakwah Nabi saw, mereka pun tersesat dari kebenaran, dan mereka tidak menemukan jalan untuk mendapatkan hidayah.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
