AL-ISRAA' (2)
BANI ISRA’IL DALAM SEJARAH
Surah al-Israa’ Ayat 4-8
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas mengajarkan beberapa hal berikut.
1. Kebenaran berita Allah tentang Bani Isra’il bahwa mereka akan melakukan kerusakan dan kemaksiatan. Hal ini karena Allah dengan ilmu-Nya yang azali mengetahui bahwa Bani Isra’il adalah para pelaku penyimpangan, kerusakan dan kehancuran. Maksud dari kerusakan di sini adalah menyalahi hukum-hukum Taurat.
Hukuman terulang dua kali, juga penyelamatan dari adzab dan kehinaan juga terjadi dua kali. Ini merupakan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya karena hukuman terkadang menjadi jalan untuk perbaikan, pendidikan dan pembenahan. Juga karena keberhasilan mengatasi krisis serta terbebas dari kehinaan dan kerendahan, akan menyegarkan jiwa, memberikan kekuatan untuk membuka pintu harapan dan mengusir keputusasaan dari dalam jiwa.
Orang-orang Yahudi pada kali pertama dihukum melalui tangan Nebukadnezar, dan pada kali kedua dihukum lewat tangan Raja Babilonia: Birdus dari Persia atau Kaisar Romawi. Pada kali pertama mereka telah membunuh Ermiya atau Sya’ya, sang nabi Allah, juga melukai serta memenjarakannya. Pada kali kedua, mereka membunuh Nabi Yahya dan Nabi Zakariya. Keduanya dibunuh oleh Hirdus atau saudari perempuan salah seorang raja Bani Isra'il. Mereka juga berupaya untuk membunuh Isa a.s.. Hukuman yang ditimpakan pada kedua kondisi itu sangat berat, di antaranya adalah terbakarnya Taurat dan hancurnya Baitul Maqdis.
Keselamatan bagi Bani Isra’il adalah dengan dikembalikannya kemuliaan dan kedaulatan negara kepada mereka sebagaimana semula. Juga dengan dilimpahkannya anugerah berupa harta dan anak keturunan kepada mereka. Allah juga menjadikan jumlah mereka lebih banyak dibandingkan jumlah musuh. Allah memberikan semua anugerah ini karena mereka menjadi lebih taat dan lebih baik setelah kekalahan yang mereka derita. Anugerah tersebut merupakan balasan dari Allah SWT karena mereka kembali pada ketaatan.-
3. Sesungguhnya manfaat dari perbuatan baik dan istiqamah dalam ketaatan akan kembali kepada manusia sendiri. Demikian juga dengan keburukan yang ditimbulkan oleh kejahatan dan penyimpangan dari perintah Allah, juga akan kembali kepada manusia itu sendiri.
Allah berfirman,
_"Padahal Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya."_ *(al-Mu'min: 31)*
_"Dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapa pun) di seluruh alam."_ *(Aali 'Imraan: 108)*
4. Firman Allah: *(إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ)* ayat ini mengisyaratkan bahwa rahmat Allah SWT lebih dominan daripada murka-Nya. Karena Allah ketika menceritakan Bani Isra’il dan berbicara tentang kebaikan. Dia mengulanginya dua kali, dengan berfirman *(إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ)*
Namun ketika berbicara tentang keburukan, maka Dia hanya menyebutkannya sekali. Allah SWT berfirman: *(وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ)*
Seandainya rahmat Allah tidak lebih dominan, tentu ungkapan untuk perbuatan baik dan perbuatan buruk tersebut tidak dibedakan.
Hal ini ditegaskan oleh Allah dengan firman-Nya: *(عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ ۚ وَإِنْ)* ini merupakan janji Allah untuk menghapus hukuman jika mereka bertobat dan kembali kepada-Nya.
5. Sesungguhnya keadilan Allah adalah dengan menetapkan bahwa orang yang kembali berbuat maksiat, Allah akan kembali menghukum-Nya.
= *(وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا ۘ)*
dan barangsiapa kembali bertobat, mengikuti petunjuk dan istiqamah, rahmat Allah pun kembali melimpahinya. Allah berfirman: *(عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ ۚ)*
6. Adzab yang menimpa orang-orang yang membangkang perintah Allah tidak terbatas hanya di dunia saja, seperti dihinakan, menjadi korban pembunuhan, korban perampokan atau ditawan musuh. Namun, selain adzab di dunia tersebut, di akhirat juga masih ada adzab yang Allah simpan untuk mereka ketika masuk ke dalam neraka Jahannam, yang menjadi tempat tinggal, penjara dan alas bagi mereka.
7. Penyebutan apa yang Allah tetapkan untuk Bani Isra’il merupakan bukti kenabian Muhammad saw. karena adanya kesesuaian antara apa yang diberitakan Al-Qur’an dengan realitas yang ada.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
