AL HIJR (1)
GAMBARAN TENTANG AL-QUR'AN DISERTAI DENGAN ANCAMAN BAGI ORANG-ORANG KAFIR DAN PARA PENDURHAKA
Surah al-Hijr Ayat 1-5
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Al-Qur’anul Karim memiliki kombinasi antara dua sifat kesempurnaan dalam segala hal disertai dengan keterangan dan uraian yang jelas. Dalam Al-Qur'an, tidak ada sedikit pun kekurangan dan kekeliruan. Tidak ada kerancuan dan ketidakjelasan. Al-Qur’an menjelaskan kepada setiap manusia yang haqq dan yang batil.
2. Kelak pada hari Kiamat, orang-orang kafir menyesali kekafiran mereka. Mereka sering mengharapkan andai saja dulu mereka adalah orang-orang Islam. Kata meskipun menurut aslinya digunakan untuk makna sedikit, namun kata ini juga terkadang digunakan untuk makna banyak. Di antara kebiasaan orang Arab, jika mereka ingin menyebutkan suatu pengertian banyak, mereka menggunakan suatu kata yang asalnya untuk menunjukkan makna sedikit. Selain itu, jika kata ini dipahami dalam konteks fungsi dan makna asalnya, yaitu sedikit, itu akan membuat makna ancaman yang ada menjadi lebih berbobot dan mendalam.
3. Biasanya, orang-orang kafir lebih memerhatikan hal-hal yang bersifat materil. Karena itu, mereka tenggelam dalam syahwat, hawa nafsu, kenikmatan dan kesenangan duniawi. Terbuai oleh harapan-harapan yang seolah-olah manis, tapi sejatinya palsu dan semu. Terpedaya oleh angan-angan kosong, sibuk dengan dunia hingga melupakan ketaatan dan amal untuk akhirat. Allah SWT mengancam mereka dengan mempersilakan mereka bersenang-senang dengan makanan dan kesenangan-kesenangan, serta memperingatkan akibat perbuatan mereka.
Ayat ini menunjukkan bahwa sikap yang hanya memikirkan kenikmatan dan kesenangan belaka serta hidup dalam angan-angan, bukanlah termasuk sifat dan akhlak orang-orang Mukmin.
Dalam _as-Sunnah an-Nabawiyyah_ terdapat banyak hadits yang mencela angan-angan secara mutlak. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh *Imam Ahmad, Bukhari, Muslim* dan *Nasa'i* dari *Anas r.a.* dari *Rasulullah saw.,* beliau bersabda:
يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَيَشِبُّ مِنْهُ اثْنَتَانِ: الحِرْصُ عَلَى المَالِ، وَالحِرْصُ عَلَى العُمُرِ
_"Anak Adam mengalami tua renta, namun masih ada dua hal pada dirinya yang masih tetap kuat dan muda, yaitu ambisi dan angan-angan”_
Dalam _Musnad al-Bazzar_ diriwayatkan dari *Anas r.a.*, ia berkata, *"Rasulullah saw. bersabda*:
أَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ: جُمُودُ الْعَيْنِ، وَقَسْوَةُ الْقَلْبِ، وَطُولُ الْأَمَلِ، وَالْحِرْصُ عَلَى الدُّنْيَا
_Ada empat hal termasuk kesengsaraan, yaitu mata yang tidak mau menangis, hati yang keras, panjang angan-angan, serta ambisi dan cinta yang berlebihan terhadap dunia!”_
*Imam Ahmad, Thabrani* dan *al-Baihaqi* meriwayatkan dari *Amr Ibnu Syu'aib* secara _marfu_'
صَلَاحُ أَوَّلِ هٰذِهِ الأُمَّةِ بِالزُّهْدِ وَالْيَقِينِ، وَيَهْلِكُ آخِرُهَا بِالْبُخْلِ وَطُولِ الأَمَلِ
_“Kebaikan generasi awal umat ini adalah dengan zuhud dan keyakinan, sementara generasi akhir umat ini binasa oleh sebab sikap bakhil dan angan-angan."_
4. Tidak ada kezaliman pada pemusnahan umat-umat kafir yang mendustakan para rasul. Kebinasaan mereka itu tidak lain adalah disebabkan kekafiran dan keingkaran mereka serta sikap mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT dan para rasul-Nya.
5. Sungguh kebinasaan umat-umat yang ada tidak terjadi begitu saja dan menurut keinginan manusia. Semuanya telah ditetapkan masanya, memiliki batas waktu yang telah ditentukan, dan terjadi pada waktu yang telah ditentukan yang tidak bisa diundur dan dimajukan.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
