AR-RA'D (10)
REZEKI ADALAH TANGGUNGAN ALLAH, AYAT-AYAT BERADA DALAM OTORITAS NYA, HIDAYAH ADALAH DARI NYA UNTUK ORANG YANG BERIMAN KEPADA NYA
Surah Ar-Ra’d Ayat 26-29
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Allah SWT adalah sumber rezeki, Dia meluaskan dan menyempitkan rezeki untuk siapa yang Dia kehendaki, menurut hikmah dan keadilan-Nya.
2. Orang-orang kafir dan setiap pihak yang memiliki orientasi terhadap materi begitu senang dan bangga dengan dunia hingga lupa diri. Mereka hanya mengetahui kesenangan dunia dan tidak mengetahui apa yang ada sisi Allah SWT berupa karunia, nikmat dan kebaikan yang tiada tara.
3. Dunia jika dibandingkan dengan akhirat tidak berarti. Ia hanya sebuah kesenangan yang sedikit, dan lekas sirna.
4. Tindakan meminta kepada para rasul untuk mendatangkan ayat-ayat adalah sebuah tindakan bodoh. Padahal, mereka telah melihat Al-Qur'an yang membuktikan kebenaran, keabsahan, dan kebenaran kenabian dan wahyu, serta keberadaannya sebagai firman Allah.
5. Rezeki tidak ada sangkut pautnya dengan keimanan dan kekafiran. Terkadang Allah SWT memberikan rezeki yang banyak kepada orang kafir, yang tidak Dia berikan kepada seorang Mukmin. Hal itu sebagai _istidraaj_ untuk si kafir, dan ujian bagi si Mukmin.
6. Kesesatan dan hidayah adalah mutlak dari Allah SWT, manusia tiada memiliki peran di dalamnya. Orang yang kafir adalah orang yang bersikap keras kepala, dan tidak mau beriman. Allah SWT pun tidak menunjukinya. Sedangkan orang Mukmin adalah orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Karena itu, Allah pun semakin menambahkan hidayah kepadanya.
7. Orang-orang Mukmin yang senantiasa mengerjakan amal saleh memperoleh surga, kebaikan, kenikmatan, kegembiraan, dan tempat kembali yang baik. Ini mengandung motivasi untuk taat, peringatan untuk meninggalkan kemaksiatan, serta takut kepada hukuman, akhir kesudahan dan tempat kembali yang buruk.==
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
