AR-RA'D (3)
KEINGKARAN KAUM MUSYRIKIN TERHADAP _BA’TS_, MEMINTA DISEGERAKANNYA ADZAB DAN BUKTI KONKRET KEPADA NABI MUHAMMAD SAW
Surah Ar-Ra’d Ayat 5-7
۞ وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌۭ قَوْلُهُمْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍۢ جَدِيدٍ ۗ أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلْأَغْلَـٰلُ فِىٓ أَعْنَاقِهِمْ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ٥
*Artinya*: _Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka, "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhan-nya dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya._
وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِمُ ٱلْمَثُلَـٰتُ ۗ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍۢ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ ٱلْعِقَابِ ٦
*Artinya*: _Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan1#, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekali pun mereka zalim dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar sangat keras siksanya._
1#- Orang-orang musyrik dengan cara mengejek meminta kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam supaya disegerakan turunnya siksa, padahal semestinya mereka lebih dahulu meminta rahmat dan keselamatan.
وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦٓ ۗ إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرٌۭ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ ٧
*Artinya*: _Orang-orang yang kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhan-nya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas dapat dipahami beberapa hal seperti berikut.
1. Sikap mengingkari adanya _ba'ts_ dan hari Kiamat adalah sebuah sikap yang mengundang keheranan luar biasa. Akan tetapi, Allah SWT tidak merasa heran dan mustahil bagi-Nya merasa heran. Keheranan adalah sebuah perubahan pada diri, karena sesuatu yang tidak diketahui jelas sebabnya. Akan tetapi, hal ini disebutkan oleh Allah SWT dengan maksud supaya Nabi-Nya dan orang-orang Mukmin merasa heran terhadap sikap tersebut.
2. Barangsiapa mengingkari adanya _ba’ts_ dan hari Kiamat, ia adalah kafir. Karena ia telah mengingkari dan menyangkal kuasa Ilahi, pengetahuan yang pasti dan kebenaran informasi. Ia diseret ke Jahannam dengan belenggu dan rantai, ia kekal di dalam neraka. Ini adalah tiga spesifikasi orang-orang yang ingkar terhadap adanya _ba'ts_, yaitu (أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ) (_Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya_), (وَأُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلْأَغْلَـٰلُ فِىٓ أَعْنَاقِهِمْ) _(dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya)_, (وَأُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ) _(Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya)._
3. Adzab yang kekal hanyalah untuk orang-orang kafir berdasarkan ayat ini (هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ) mereka itulah orang-orang yang dikategorikan kekal dalam adzab, bukan yang lainnya. Adapun kalangan kaum Muslimin yang melakukan dosa-dosa besar, seperti membunuh, kesaksian palsu, durhaka kepada kedua orang tua, mereka tidak kekal dalam neraka.
4. Sikap orang-orang musyrik yang menantang dengan meminta supaya diturunkan hukuman karena keingkaran dan sikap mendustakan mereka adalah bentuk tindakan yang salah dan bodoh. Semestinya mereka mengambil pelajaran dari hukuman-hukuman yang pernah ditimpakan kepada para pendusta terdahulu. Karena sudah banyak sekali contoh hukuman yang menimpa orang-orang seperti mereka. Dari ayat ini bisa diketahui bahwa adzab pembasmian tidak menimpa mereka kecuali karena sikap kukuh dan konsisten dalam kekafiran dan kemaksiatan.
5. Allah SWT telah menetapkan untuk menunda hukuman terhadap umat ini sampai hari Kiamat.
6. Sesungguhnya Allah SWT memiliki ampunan dan maaf bagi orang-orang musyrik jika mereka mau beriman, dan bagi orang-orang yang berbuat dosa apabila mereka mau bertobat. Menurut _Ahlus Sunnah_, mungkin saja Allah SWT memaafkan dan mengampuni orang yang melakukan sebuah dosa besar sebelum ia bertobat. Karena kalimat (عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ) dalam keadaan ketika mereka sedang melakukan kezaliman. Sementara keadaan sedang melakukan kezaliman berarti orang yang bersangkutan belum lagi bertobat karena ia sedang berada dalam perbuatan zalim.
Ibnu Abbas r.a. menuturkan, ayat AlQur'an yang paling memberikan pengharapan adalah (وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍۢ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ )
7. Sesungguhnya Allah SWT sangat keras hukuman-Nya kepada orang-orang kafir jika mereka masih tetap bersikukuh dan teguh di atas kekafiran.
8. Tugas Nabi Muhammad saw. bukanlah memenuhi permintaan dan usulan kaum musyrikin. Tetapi tugas beliau hanyalah memberikan peringatan dan pengajaran. Karena beliau adalah pemberi peringatan yang nyata bagi mereka. Dan tiap-tiap kaum atau umat sebelumnya juga memi¬ liki seorang pemberi petunjuk, pemberi peringatan, dan penyeru.
9. Tiap-tiap kaum memiliki seorang pembimbing, yakni seorang nabi yang mengajak dan menyeru mereka kepada Allah SWT. Ada yang mengatakan, yang dimaksud dengan _al-Haadii_ di sini adalah Allah SWT, sehingga maknanya adalah tugas dan kewajiban kamu hanyalah menyampaikan peringatan, sedangkan Allah SWT Yang memberi petunjuk kepada setiap kaum jika Dia ingin menunjuki dan memberi mereka hidayah.
10. Sebagaimana yang diceritakan oleh ayat ini, orang-orang musyrik melakukan tiga bentuk pendiskreditan. Mereka mendiskreditkan kenabian Nabi Muhammad saw. karena mereka tidak memercayai adanya _hasyr_ dan _nasyr_ (pembangkitan kembali). Kemudian, mereka mendiskreditkan kenabian beliau karena meragukan dan mempertanyakan keabsahan dan kebenaran atas peringatan yang beliau sampaikan kepada mereka berupa adzab pembasmian. Mereka juga mendiskreditkan kenabian beliau dengan meminta kepada beliau suatu mukjizat dan bukti.
Penyebab keingkaran mereka adalah karena mereka mengingkari keberadaan Al-Qur'an sebagai salah satu mukjizat Rasulullah saw. Mereka mengatakan, bahwa Al-Qur’an hanyalah kitab biasa sama seperti kitab-kitab lainnya. Menurut mereka, mendatangkan sebuah kitab tertentu sama sekali bukanlah merupakan bentuk mukjizat. Tetapi mukjizat adalah sesuatu yang seperti yang dimiliki oleh Nabi Musa a.s. dan Nabi Isa a.s.. Mukjizat itu seperti membelah lautan dengan tongkat dan mengubah tongkat menjadi seekor ular.
Ayat ini sama sekali bukan berarti bahwa tidak ada suatu mukjizat lain selain Al-Qur’an yang membuktikan kebenaran Nabi Muhammad saw.. Barangkali, orang-orang kafir tersebut menuturkan perkataan mereka sebelum mereka menyaksikan berbagai mukjizat yang lain. Atau, mereka meminta kepada beliau berbagai mukjizat lain selain mukjizat-mukjizat yang telah mereka saksikan dari Nabi Muhammad saw., seperti desahan batang pohon kurma ketika beliau memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi, terbelahnya rembulan, memancarnya air dari jari jemari beliau, serta mengenyangkan banyak orang dengan makanan yang hanya sedikit.
Al-Qur’an akan senantiasa tetap menjadi mukjizat kubra Nabi Muhammad saw., dan mukjizat Al-Qur'an inilah yang sesuai dengan tren yang berlangsung pada zaman beliau. Tren pada masa Nabi Musa a.s. adalah sihir, maka mukjizatnya berbentuk sesuatu yang sesuai dan relevan dengan tren tersebut. Tren pada masa Nabi Isa a.s. adalah kedokteran, mukjizatnya berbentuk sesuatu yang sejalan dengan tren tersebut, yaitu menghidupkan kembali orang yang telah mati, mampu menyembuhkan kebutaan sejak lahir, dan mampu menyembuhkan penyakit lepra. Tren pada masa Rasulullah saw. adalah kefasihan dan Balaaghah, mukjizat beliau sesuai dengan tren pada masa beliau, yaitu kefasihan Al-Qur’an.
Jika orang Arab tidak mengimani mukjizat berupa kefasihan bahasa AlQur'an tersebut, padahal itulah yang paling sesuai dengan karakter mereka, secara prioritas mereka juga tidak akan beriman ketika diperlihatkan bentuk-bentuk mukjizat yang lain.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
