Surah Yuusuf Ayat 101

YUUSUF (24)

Surah Yuusuf Ayat 101

BAGIAN KEDELAPAN BELAS:

SEBUAH DOA NABI YUSUF A.S. TENTANG NIKMAT-NIKMAT ALLAH SWT DAN PERMOHONAN HUSNUL KHATIMAH

۞ رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًۭا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ ١٠١

*Artinya:* _Ya Tuhan-ku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takbir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh._

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat ini menunjukkan bahwa sirah para nabi merupakan teladan dan panutan ideal. Nikmat-nikmat Allah SWT kepada Nabi Yusuf di dunia seperti; diberi kekuasaan dan kerajaan serta kemampuan menakbirkan mimpi, tidak lantas menghalangi dirinya untuk tetap memohon ridha Allah SWT di akhirat. Karena yang paling diperhitungkan dan terpenting adalah kesudahan yang baik _(husnul khatimah)_ dan apa yang diperoleh oleh seorang Mukmin berupa kenikmatan abadi di akhirat, juga karena akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Oleh karena Nabi Yusuf adalah seorang nabi, ia juga memohon dan mengharapkan derajat dan kemuliaan para nabi. Ia pun memohon kepada Allah SWT supaya dapat bersama orang-orang saleh, yaitu para nabi dan rasul, bisa mendapatkan pahala, martabat, derajat, dan kedudukan yang sama seperti yang mereka peroleh.

Adapun mengharapkan kematian di sini, hal itu bukanlah mengharapkan semata-mata hanya kematian, tetapi yang benar adalah mengharapkan wafat dalam keadaan Muslim. Yakni, jika ajalku telah tiba, wafatkanlah aku sebagai seorang Muslim. Ini adalah pendapat para ulama. Ya Allah, jadikanlah kematian kami di atas keimanan.

Dalam syari'at kita, mengharapkan kematian adalah tidak boleh. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh *Imam Ahmad, Bukhari, dan Muslim* dari *Anas r.a.,* ia berkata,

*"Rasulullah saw. bersabda"*

لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ، فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

_“Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian mengharap-harapkan kematian karena suatu mudharat yang menimpanya. Tetapi jika ia memang harus mengharap, hendaklah ia berdoa, "Ya Allah, hidupkanlah hamba selagi hidup adalah lebih baik bagi hamba, dan wafatkanlah hamba jika memang mati adalah yang lebih baik bagi hamba.”_

*Imam Ahmad dan Muslim* meriwayatkan dari *Abu Hurairah r.a.,* ia berkata, *Rasulullah saw. bersabda*,

لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

_"Janganlah salah seorang dari kalian mengharap-harapkan kematian dan janganlah ia meminta kematian sebelum kematian itu memang mendatanginya. Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian mati, amalnya terputus, dan sesungguhnya umur seorang Mukmin tidak menambahinya melainkan kebaikan!”_ ====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login