Surah Yuunus Ayat 45

YUUNUS (20)

Surah Yuunus Ayat 45

DUNIA BERLALU BEGITU CEPAT

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَن لَّمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا سَاعَةًۭ مِّنَ ٱلنَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ ۚ قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ ٤٥

*Artinya*: _Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk._

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat ini menunjukkan bahwa umur dunia sangatlah pendek, jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang begitu panjang, kekal selamanya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mendustakan hari kebangkitan telah merugi dan tidak mendapatkan pahala surga, mereka mengalami kerugian yang sangat besar dan tidak tergantikan. Hal itu karena kerugian itu dia dapat pada suatu hari yang tidak bisa diharapkan lagi untuk mencari gantinya dan tidak berguna lagi tobat, hal itu setelah adanya dalil-dalil yang begitu banyak di dalam _Al-Qur'anul Majid_ tentang adanya hari kebangkitan dan dihidupkannya kembali manusia yang sudah mati.

Dapat dipahami dari ayat ini bahwa kelezatan dunia ini dan semua yang ada di alam ini tidak setimpal dengan adzab yang pedih dan kesusahan yang didapat oleh orang-orang kafir pada hari Kiamat nanti. Barangsiapa yang menjual akhiratnya dengan dunia ini, dia telah merugi karena dengan begitu dia telah memberi yang banyak dan mengambil yang sedikit, sesungguhnya orang yang kafir senantiasa meniaga kemaslahatan perdagangannya seperti ini. Juga dapat dipahami dari ayat ini bahwa manusia di akhirat nanti saling mengenal satu sama lainnya, perkenalan itu berlangsung sangat singkat, dan mereka mengatakan (قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ). Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah yaitu mendustakan hari kebangkitan dan dihidupkannya kembali manusia, Penulis sendiri dalam menafsirkan ayat ini mengarahkan untuk membandingkan dunia ini dengan akhirat, dan apa yang disebutkan dalam ayat ini bahwa tinggal di dunia yang terasa sesaat pada siang hari, bisa jadi itu adalah memang umur mereka di dunia atau waktu keberadaan mereka di dalam kubur mereka karena mereka menyaksikan situasi yang mengerikan dan mencekam di hari kebangkitan itu.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login