YUUNUS (18)
Surah Yuunus Ayat 37-39
AL-QUR’AN ADALAH KALAMULLAH YANG MENANDINGI BANGSA ARAB
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini merupakan dalil tak terbantah bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah SWT dan wahyu-Nya kepada Muhammad saw. dan bukan sesuatu mengada-ada dari Muhammad saw. dengan dalil yang Allah SWT sifatkan dengan lima sifat yang disebutkan pada ayat-ayat tadi dan telah dijelaskan dalam tafsir terdahulu.
Dengan dalil menantang orang-orang Arab untuk mendatangkan semisal satu surah Al-Qur'an di mana hal itu karena dalam klaim mereka, Al-Qur’an adalah kalam Muhammad saw. di mana dia adalah seorang manusia juga sama seperti mereka, sementara mereka adalah bangsa Arab yang fasih dan ahli _balaghah_ sama seperti Muhammad saw..
Ayat yang pertama menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah dari Allah SWT karena Al-Qur'an membenarkan kitab-kitab yang diturunkan terdahulu dan sesuai dengannya tanpa Muhammad saw. harus belajar dari siapa pun.
Ayat yang kedua menuntut untuk mendatangkan satu surah yang semisalnya jika memang Al-Qur'an adalah hasil mengada-ada. Dan sangat cocok karena bangsa Arab terkenal dengan kefasihan, _balaghah_ dan bayan mereka, maka Al-Qur’an adalah mukjizat Rasulullah saw. yang kekal dalam keterangannya, keteraturannya, syari'atnya dan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Sebagaimana bahwa setiap mukjizat seorang nabi itu sesuai dengan masa dimana dia hidup, seperti mukjizat tongkat dan tangan bagi Nabi Musa pada zaman dimana yang terkenal saat itu adalah tukang sihir dan ilmu seni menyihir, mukjizat Nabi Isa yang diutus pada zaman yang terkenal saat itu adalah ilmu kedokteran, maka mukjizatnya adalah menyembuhkan penyakit kusta dan lepra serta menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah SWT yang tanpa pengobatan dan pemberian obat. Untuk itu seperti disebutkan di depan dalam hadits shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda:
مَا مِنْ نَبِيٍّ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ إِلَّا أُعْطِيَ مِنَ الآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
_"Tidak ada seorang nabi dari para anbiya kecuali dia diberikan tanda-tanda kebenarannya (mukjizat) yang dengannya manusia akan beriman, adapun yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allah SWT wahyukan kepada-ku, dan aku berharap semoga aku menjadi yang terbanyak mempunyai pengikut!"_ *Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.*
Dan ayat yang ketiga (بَلْ كَذَّبُوا۟ بِمَا لَمْ يُحِيطُوا۟ بِعِلْمِهِۦ)
Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna menunjukkan runtuhnya sikap bangsa Arab terhadap Al-Qur’an. Mereka sebelum memahami apa yang ada di dalamnya langsung mendustakannya karena taklid kepada nenek moyang mereka dan demi untuk melestarikan penyembahan mereka kepada berhala. Setelah mereka memahami dan mendalaminya, mereka pun tetap mendustakannya juga sebagai sikap penolakan dan pembangkangan, permusuhan dan kedengkian, ketidakmampuan dan kelemahan mereka untuk membantahnya dan mendatangkan yang semisal dengannya walau hanya dengan surah yang paling pendek yang teratur dan dengan susunan yang rapi, dan mengandung makna dan hukum. Maka dari itu Al-Qur’an mengancam mereka akan menghancurkan dan membinasakan mereka karena kezaliman mereka sebagaimana telah dibinasakan umatumat yang terdahulu oleh sebab pendustaan mereka terhadap para rasul mereka.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
