AT-TAUBAH (49)
SURAH AT-TAUBAH: 123
POLITIK (STRATEGI) PERANG DALAM MEMERANGI ORANG KAFIR
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَـٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ ٱلْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا۟ فِيكُمْ غِلْظَةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ ١٢٣
*Artinya:* _Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat ini menunjukkan pada hal berikut.
1. Definisi tentang jihad dan harus dimulai dengan yang terdekat dari musuh. Untuk itu Rasulullah saw. memulainya dengan bangsa Arab, kemudian beliau baru memerangi Romawi di Syam. Diriwayatkan dari Hasan al-Bashri bahwa ayat ini mansukhah (hukumnya terhapus) dengan firman Allah SWT,
_"Maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui."_ *(at-Taubah: 5)*
Yang paling benar adalah ayat ini tidak terhapus hukumnya karena ayat ini sebagai petunjuk dan memberi gambaran tentang strategi perang dalam memerangi orang-orang kafir. Qataadah berkata, "Ayat ini secara umum berbicara tentang memerangi musuh-musuh yang paling dekat.”
2. Orang-orang Mukmin diperintahkan untuk mempunyai sifat kasar terhadap orang-orang kafir sehingga ketika orang-orang kafir menjumpai mereka, mereka dalam keadaan seperti itu. Hal ini tidak diragukan lagi pada saat peperangan. Adapun sebelum dimulainya pertempuran, tingkah laku orang-orang Muslim kasih sayang kepada sesama, lembut dan berdakwah kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik. Ketika mereka mendapatkan sikap membangkang dan perlawanan dari para musuh, mereka harus diperlakukan dengan apa yang sesuai yaitu dengan kekerasan dan perlawanan juga. Manfaat dari sikap keras dan kasar dalam posisi seperti ini akan lebih banyak berpengaruh dalam melarang dan mencegah kemungkaran dan kejahatan, namun juga terkadang hal itu membutuhkan kasih sayang dan sikap lembut. Perkara sikap keras bukanlah satu keharusan, akan tetapi hal itu sesuai dengan kebutuhan walau pada saat terjadi pertempuran.
3. Sesungguhnya Allah menjadi penolong bagi orang-orang yang bertakwa baik dalam keadaan damai maupun pada saat perang, makanya tujuan dari perang itu wajib difokuskan untuk takwa kepada Allah dan bukan untuk mencari harta dan pangkat.====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
