AT-TAUBAH (9)
SURAH AT-TAUBAH: 19-22
KEUTAMAAN BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR SERTA JIHAD FI SABILILLAH
Sebab Turunnya Ayat (19)
*Imam Muslim, Ibnu Hibban, Abu Dawud dari An-Nu’man bin Basyir,* dia mengatakan bahwa, "Aku ada di mimbar Rasulullah saw. di tengah sekelompok para sahabat beliau. Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa, Aku tidak peduli untuk tidak berbuat suatu amal demi Allah setelah Islam, kecuali memberi minum orang yang berhaji, yang lain mengatakan bahwa. Memakmurkan Masjidil Haram, yang lain mengatakan bahwa. Jihad Fi sabilillah adalah lebih baik dari yang kalian katakan". Lalu Umar menghardik mereka dan mengatakan bahwa. Janganlah kalian mengeraskan suara di mimbar Rasulullah, hari itu adalah hari Jum'at. Ketika aku selesai shalat Jum'at, aku menghadap Rasulullah saw. meminta fatwa mengenai apa yang mereka perselisihkan. Kemudian, Allah menurunkan ayat 19.
*Al-Firyabi* meriwayatkan dari *Ibnu Sirin*, dia mengatakan bahwa, *Ali bin Abi Talib* datang ke Mekah, lalu mengatakan bahwa kepada Abbas, "Wahai pamanku, mengapa kamu tidak hijrah?. Mengapa kamu tidak menyusul Rasulullah saw? Abbas mengatakan bahwa, "Aku memakmurkan masjid, memberi tutup Baitullah". Lalu, Allah menurunkan ayat ( أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ ٱلْحَآجِّ), Al-Hijabah adalah memberi tutup Ka'bah dan mengurusnya. Siqayah dan Hijabah adalah tradisi peninggalan Quraisy yang paling utama. Keduanya diakui oleh Islam. Dalam hadits pada khutbah haji wada’ dari Jabir,
_“Sesungguhnya kebanggaan-kebanggaan orang-orang Jahiliyyah ada di bawah kedua kakiku kecuali sigayah (tradisi memberi minum orang yang berhaji) dan sidanah (memberi tutup dan mengurus Baitullah).”_
*Abdur-Razzaq* meriwayatkan dari *asy-Sya’bi* hadits seperti itu. *Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Muhammad bin Ka'b al-Qurzhi*, dia mengatakan bahwa, "Thalhah bin Syaibah, Abbas dan Ali bin Abi Talib membanggakan diri." Thalhah mengatakan bahwa, "Aku pemilik Baitullah, aku mempunyai kuncinya." "Abbas mengatakan bahwa, aku orang yang memberi minum jamaah haji dan bertanggung jawab atas itu." Ali mengatakan bahwa," aku telah shalat menghadap kiblat sebelum orang-orang shalat. Aku orang yang berjihad." Lalu Allah menurunkan ayat ( أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ ٱلْحَآجِّ),
*Kesimpulan:* yang paling shahih mengenai sababun nuzul ayat tersebut adalah riwayat yang disebutkan oleh *an-Nu’man bin Basyin*. Riwayat-riwayat lain dari *al-Hasan, asy-Sya’bi, al-Qurzhi dan Ibnu Sirin* adalah perincian riwayat An-Nu'man yang bersifat umum.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat ini menunjukkan bahwa jihad dengan keimanan adalah lebih utama di sisi Allah daripada amal kebaikan dan kebijakan lain sebab dia adalah mencurahkan jiwa atau harta dengan meninggikan kalimat Allah, memberi minum jamaah haji dan memakmurkan Masjidil Haram, keduanya, meskipun dua amal perbuatan baik, tetapi tidak dalam satu tingkatan sebagaimana jihad.
*Abdur-Razzaq* meriwayatkan dari *Al-Hasan Al-Bashri* dia mengatakan bahwa ayat ( أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ ٱلْحَآجِّ), turun mengenai *Ali, Abbas, Utsman dan Syaibah.* "Mereka mengatakan bahwa mengenai hal itu. Abbas mengatakan bahwa, "Aku berpendapat akan meninggalkan pekerjaan memberi minum jamaah haji. Rasulullah saw. bersabda. Teruslah memberi minum jamaah haji, sesungguhnya di dalamnya ada kebaikan bagi kalian." Ayat ini adalah pengingkaran terhadap disamakannya orang-orang Musyrik dan amal perbuatan mereka yang telah dihapuskan dengan orang-orang Mukmin dan amal perbuatan mereka yang diteguhkan pahalanya, juga menyamakan antar-mereka, penyamaan mereka dianggap kezaliman setelah kezaliman mereka dengan kekufuran.
Tingkatan-tingkatan keutamaan orang-orang yang berjihad banyak sekali. Mereka lebih agung derajatnya di sisi Allah daripada semua orang yang mempunyai derajat. Mereka mempunyai keistimewaan dan tingkatan yang tinggi. Mereka adalah orang-orang yang menang, beruntung, dan selamat. Mereka adalah orang-orang yang diberi kabar gembira oleh Tuhan mereka. Artinya, Dia memberi tahu mereka di dunia dengan pahala yang melimpah dan kenikmatan abadi yang akan mereka terima di akhirat Mereka adalah orangorang yang akan kekal selamanya sampai Allah menghendaki di surga keabadian. Mereka mempunyai pahala agung yang disediakan Allah kepada mereka di negeri kemuliaanNya. Mereka adalah orang-orang yang derajatnya di sisi Allah lebih agung daripada orang yang memberi minum jamaah haji dan memakmurkan Masjidil Haram. Mereka adalah orang-orang yang khusus mendapatkan kemenangan yang tidak didapatkan oleh selain mereka.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
