SURAH AL-A'RAAF: 26-27

AL-A'RAAF (7)

AL-A'RAAF: 26-27

PEMENUHAN KEBUTUHAN-KEBUTUHAN DUNIA UNTUK ANAK ADAM DAN PERINGATAN KEPADA MEREKA AKAN FITNAH SETAN

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat (يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًۭا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًۭا ۖ) menunjukkan kewajiban menutup aurat sebab Allah berfirman, maksudnya Allah menjadikan untuk anak keturunan Adam pakaian yang digunakan untuk menutup aurat mereka. Di sini, ada dalil perintah menutup diri. Tidak ada perselisihan antara ulama mengenai kewajiban menutup aurat di depan orang banyak. Mereka berbeda pendapat mengenai aurat. *Az-Zahiriyyah* dan *ath-Thabari* berkata, "Aurat laki-laki adalah kemaluan itu sendiri, yakni kemaluan depan dan belakang, bukan yang lain, berdasarkan firman Allah SWT (لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ) (بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا) (لِبَاسًۭا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًۭا ۖ) Juga hadits *Imam Bukhari* dari *Anas* dia berkata, "Lalu Rasulullah saw. berlari di gang-gang Khaibar,” dalam hadits itu ada kalimat "Kemudian sarung nabi terbuka dan tampak paha beliau sehingga saya melihat putihnya paha Nabi Muhammad saw..”

*Malik* berkata, "Pusar bukanlah aurat. Aku tidak suka kalau laki-laki membuka pahanya di depan istrinya." Argumen Malik adalah sabda Nabi Muhammad saw. kepada Jarhad:

غَطِّ فَخِذَكَ، فَإِنَّ الْفَخِذَ عَوْرَةٌ

_“Tutuplah pahamu sebab paha adalah aurat”_

Hadits ini dikeluarkan oleh *Imam Bukhari* dengan mengomentari bahwa hadits *Anas* lebih bagus sanadnya. Hadits *Jarhad* lebih hati-hati sehingga bisa keluar dari perbedaan pendapat antar mereka. Maksudnya paha menurut pendapat yang shahih (_Malikiyyah_) bukanlah aurat sebab paha tampak pada diri Nabi Muhammad saw. pada hari Perang Khaiban. Namun, Malik memakruhkan untuk kelihatan karena hadits Jarhad.

*Abu Hanifah* berpendapat, "Lutut adalah aurat.” *Imam Syafi'i* berpendapat bukan aurat, kedua lutut juga bukan aurat menurut pendapat yang shahih. Namun, harus ditutup menurut _Syafi'iyyaah_ karena termasuk sesuatu yang kewajiban tidak bisa sempurna kecuali dengannya, dia termasuk wajib.

Adapun perempuan, auratnya adalah seluruh badan, kecuali wajah dan kedua telapak tangan menurut sebagian besar ulama. Dengan dalil ucapan jumhur fuqaha’, "Barangsiapa ingin menikahi perempuan hendaklah dia melihat wajah dan kedua telapak tangannya sebab dia wajib dibuka ketika ihram.”

Ayat (قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًۭا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًۭا ۖ) menunjukkan tambahan nikmat Allah dengan memenuhi kebutuhan manusia di dunia dan membantunya urusan agama dan akhirat. Namun, pakaian takwa, yakni iman dan amal saleh serta perilaku baik yang kelihatan orang-orang adalah lebih baik dan lebih kekal, lebih abadi, dan lebih bersih. Dengannya ada keselamatan di sisi Allah. Itu adalah jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebab makna ayat itu adalah pakaian takwa yang ditunjuk itu yang kalian ketahui adalah lebih baik bagi kalian daripada memakai pakaian yang menutupi aurat kalian juga daripada pakaian indah yang Kami turunkan kepada kalian, maka pakailah ia.

Firman Allah SWT (يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ) menunjukkan ancaman kepada manusia untuk menerima bisikan setan sebab yang dimaksud dari penyebutan kisah-kisah para nabi adalah diperolehnya pelajaran bagi orang yang mendengarnya. Seakan-akan ketika menyebutkan kisah Adam, menjelaskan di dalamnya kerasnya permusuhan setan dengan Adam dan anak keturunannya, Allah SWT melanjutkan dengan mengingatkan anak keturunan Adam agar tidak menerima bisikan setan dengan dalil pengaruh bisikan itu kepada Adam dan Hawwa, dan menjatuhkan mereka ke dalam kekeliruan yang menyebabkan mereka berdua dikeluarkan dari surga, jika itu berpengaruh kepada Adam, bagaimana keadaan satu per satu manusia? Pakaian yang dicopot oleh setan dari Adam dan Hawwa’ adalah pakaian surga.

Firman Allah SWT (مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ) menunjukkan bahwa manusia tidak melihat jin. Ini dipertegas oleh hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad,

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ.

_"Sesungguhnya setan berjalan pada anak Adam melalui aliran darah.”_ *(HR Imam Ahmad)*

Dan juga firman Allah SWT:

_"Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia."_ *(an-Naas: 5)*

Begitu juga sabda Nabi Muhammad saw. sebagaimana yang diriwayatkan oleh *at-Tirmidzi, an-Nasa’i*, dan *Ibnu Majah* dari *Ibnu Mas'ud*:

إِنَّ لِلْمَلَكِ لَمَّةً بِابْنِ آدَمَ، وَلِلشَّيْطَانِ لَمَّةً، فَلَمَّةُ الْمَلَكِ إِيعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيقٌ بِالْحَقِّ، وَلَمَّةُ الشَّيْطَانِ إِيعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيبٌ بِالْحَقِّ

_“Malaikat mempunyai ilham, setan juga mempunyai bisikan — maksudnya di dalam hati — Ilham malaikat adalah menjanjikan kebaikan, membenarkan kebenaran. Sedang bisikan setan adalah menjanjikan kejelekan dan mendustakan kebenaran"_ *(HR at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)*.

Selain hadits-hadits tersebut, ada hadits-hadits shahih dalam Bukhari dan Muslim tentang melihat jin. Aqidah kita adalah tidak kemampuan bagi setan atas manusia bagaimana pun juga dengan dalil firman Allah SWT:

_"Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku."_ *(Ibraahiim: 22)*

Ahlus Sunnah menjadikan firman Allah (إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ) bahwa Allah yang menguasakan setan terkutuk kepada orang-orang kafir sehingga dia bisa menyesatkan dan menjerumuskan mereka sebagai tambahan hukuman kepada mereka dan penyamaan mereka dengan setan dalam hal menjauhi kebenaran. Oleh sebab itu, setan menjadi pemimpin bagi orang yang tidak beriman.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login